INDOZONE.ID - Penelitian terbaru yang diterbitkan di JAMA Oncology menemukan bahwa konsumsi ultra-processed food (makanan olahan ultra) dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal pada wanita muda.
Temuan ini menambah kekhawatiran bahwa kanker usus kini semakin banyak menyerang kelompok usia di bawah 50 tahun, berbeda dengan pola beberapa dekade lalu ketika penyakit ini lebih umum pada usia lanjut.
Kaitan Ultra-Makanan dengan Risiko Kanker
Dalam penelitian ini, para ilmuwan menyoroti bahwa pola makan modern yang banyak mengkonsumsi makanan instan, minuman manis, daging olahan, hingga camilan tinggi gula, berperan besar dalam memicu peradangan dan perubahan sel pada saluran cerna. Kanker kolorektal pada usia muda cenderung agresif dan sering tidak disadari hingga stadium lanjut, sehingga faktor pencegahan sangat penting.
Baca juga: 5 Tanda Tubuh Belum Siap Lari Jarak Jauh, Jangan Dipaksakan!
Hasil Penelitian Jangka Panjang
Studi ini menggunakan data dari Nurses Health Study II, melibatkan 29.105 wanita berusia di bawah 50 tahun. Selama 24 tahun pemantauan (1991–2015), peserta secara rutin mencatat pola makan mereka, termasuk seberapa sering mereka mengonsumsi makanan ultra-olah.
Pemeriksaan kolonoskopi dilakukan untuk mendeteksi adenoma lesi pra-kanker dan lesi serrated yang juga dapat berkembang menjadi kanker.
Hasilnya:
- Terdeteksi 1.189 adenoma biasa
- Dan 1.598 lesi serrated
Kelompok dengan konsumsi ultra-processed food tertinggi menunjukkan peningkatan risiko adenoma (tumor jinak non-kanker) hingga 45% dibanding mereka yang konsumsi paling rendah. Namun peningkatan risiko lesi serrated (jenis pertumbuhan abnormal atau polip di dalam usus besar atau kolon yang memiliki tampilan khas seperti "gerigi") hanya sekitar 4%, dan tidak signifikan secara statistik.
Baca juga: Gak Kerasa tapi Bahaya: Fakta Chlamydia yang Wajib Kamu Tahu!
Pencegahan dan Dampak Kesehatan
Para peneliti menegaskan bahwa mengurangi konsumsi ultra-processed food adalah langkah efektif untuk menurunkan risiko tumor kolorektal dini. Mengganti makanan ultra-olah dengan makanan segar, yang tinggi serat, serta rendah gula dapat membantu menurunkan peradangan, memperbaiki kesehatan usus, dan mengurangi risiko kanker di usia muda.
Implikasi kesehatan
Berdasarkan data ini, perubahan pola makan adalah kunci pencegahan kanker usus, terutama bagi generasi muda. Mengganti makanan ultra-olah dengan pilihan lebih sehat dapat membantu menurunkan risiko tidak hanya kanker, tetapi juga penyakit kronis lainnya.
Baca juga: 5 Tanda Tubuh Belum Siap Lari Jarak Jauh, Jangan Dipaksakan!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aif.by