Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 18:15 WIB

Dokter Spesialis Ungkap Tren dan Kesalahan Perawatan Kulit Pria di Indonesia

Author

dr. Akbar Dhana, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Indozone/Salsabila Az Zahra)

INDOZONE.ID - Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Cabang Jakarta dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.DVE menyoroti tren kesehatan kulit pada pria, khususnya di Indonesia.

Hal itu disampaikan Akbar dalam konferensi pers Kahf DECODE yang digelar di InterContinental Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Rabu (26/11/2025).

Akbar menjelaskan bahwa secara umum kulit pria cenderung lebih tebal dan lebih berminyak dibandingkan kulit wanita, di mana hal tersebut dapat memengaruhi respon terhadap pengobatan atau produk. 

Baca juga: 3 Minuman yang Mempercepat Penuaan Kulit

Menurutnya, masalah kulit pria yang paling signifikan dan sering ditemui dalam aktivitas sehari-hari di Indonesia adalah kulit berminyak, berjerawat, dan kusam.

Meskipun demikian, dulu pria seringkali lebih cuek, dan kerap datang ke dokter bukan atas inisiatif sendiri, melainkan dorongan dari istri, ibu, atau pacar.

“Pria juga memang cenderung enggak mau rutin skincare yang ribet, pinginnya yang simpel dan langkahnya tidak terlalu banyak,” ungap dr. Akbar saat ditemui Indozone di Jakarta Selatan, Rabu (26/11/2025).

Kesalahan yang paling sering dilakukan pria adalah tidak merawat kulit sama sekali dan salah memilih produk atau tidak sesuai dengan tipe kulit mereka. 

Baca juga: Viral Produk Pinkflash Mengandung Zat Berbahaya, Pengguna Sampai Harus Operasi Mata

Dr. Akbar juga menuturkan bahwa kini kesadaran pria tentang perawatan kulit telah meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh era media sosial dan tidak lagi dianggap tabu.

“Kesalahan yang paling sering dilakukan pria adalah tidak merawat kulit sama sekali, dan memilih produk yang salah atau tidak sesuai dengan tipe kulit mereka," ungkapnya.

Namun, produk yang baik harus diformulasi dengan baik, aman, dan didukung oleh penelitian, bukan sekadar klaim. 

Melihat kebutuhan pria akan produk yang lebih spesifik terhadap kulit, beberapa merek mulai berinovasi. Salah satunya adalah Kahf Decode.

“Brand Kaht itu kan ada beberapa macam facial wash, yang saya tahu mereka berangkat ilmunya dari beberapa klasifikasi tipe kulit. Nah itu berangkat dari situ, ada oily sensitive, dry sensitive, dan lain-lain. Kahf mencoba membuat varian-varian spesifik yang memang sesuai tipe kulit masing-masing," jelasnya.

Untuk membantu pria mengenali jenis kulit dan memilih produk yang tepat, Kahf bahkan telah mengembangkan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Tak hanya itu, Kahf bahkan akan membuktikan produknya melalui penelitian yang akan dilaksanakan Bersama Universitas Gadjah Mada. 

Baca juga: Museum of Speaking Skin: Merayakan Perjalanan Kulit Perempuan Lewat Seni, Sains, dan Inovasi

Penelitian ini bertujuan untuk menghetahui apakah memang menggunakan skincare khusus untuk pria dapat memberikan efek yang signifikan dibandingkan dengan menggunakan skincare yang umum.

Kahf terus berupaya membuat inovasi baru dan cara baru agar para pria Indonesia memahami lebih dekat terhadap perawatan diri sendiri sehingga merasa lebih percaya diri, berguna, dan memberikan dampak untuk masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU