Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 09:15 WIB

Kenapa Kepala Sering Pusing? Yuk Kenali Penyebabnya

Author

Ilustrasi pusing (Pexels/ Andrea Piacquadio)

INDOZONE.ID - Rasa pusing merupakan keluhan yang umum dialami banyak orang. Namun, penyebabnya bisa sangat beragam.

Mulai dari kondisi ringan hingga masalah kesehatan yang lebih serius. Keluhan ini, dapat digambarkan sebagai kepala terasa ringan, goyah, hampir pingsan, atau bahkan sensasi seolah ruangan berputar. 

Kondisi pusing yang beragam, membuat seseorang merasa harus untuk memahami jenis pusing yang dialami. Hal itu agar penyebabnya dapat diidentifikasi dengan tepat.

Pusing bisa muncul sesaat, misalnya ketika berdiri terlalu cepat, atau berlangsung lebih lama yang dapat menandakan adanya kondisi medis tertentu. 

Memahami penyebab umum pusing, perbedaan gejala vertigo dengan ketidakseimbangan biasa, serta alasan di balik pertanyaan, kenapa seseorang pusing, merupakan langkah awal untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Baca juga: Sering Pusing dan Berasa Demam Setelah Pulang Kerja? Ternyata Ini Penyebabnya!

Penyebab Umum Pusing dan Kepala Terasa Ringan

Dikutip dari Medical Daily, pusing bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari kondisi lain. Umumnya, penyebab pusing dikategorikan ke dalam tiga kelompok besar. 

Yakni gangguan peredaran darah, gangguan neurologis, serta masalah metabolik atau hormonal.

1. Gangguan Peredaran Darah

Ketika aliran darah ke otak tidak mencukupi, seseorang dapat merasa hampir pingsan atau kepala melayang. Beberapa penyebabnya meliputi:

  • Tekanan darah rendah (hipotensi), terutama saat berdiri.
  • Dehidrasi yang menurunkan volume darah, dan memicu pusing mendadak.
  • Anemia akibat rendahnya kadar hemoglobin, sehingga pasokan oksigen ke otak berkurang.
  • Gangguan irama jantung yang mempengaruhi aliran darah.

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, dehidrasi dan tekanan darah rendah, merupakan penyebab paling umum dari kepala pusing. Sebab, keduanya mengurangi aliran darah ke otak.

Ilustrasi pusing (freepik)

2. Gangguan Neurologis

Sistem saraf berperan besar dalam menjaga keseimbangan tubuh. Ketika saraf atau jalur otak terganggu, pusing dapat terjadi. Beberapa pemicunya adalah:

  • Migrain, terutama vestibular migraine yang sensitif terhadap gerakan.
  • Gangguan telinga bagian dalam yang mempengaruhi pusat keseimbangan.
  • Peradangan saraf, seperti vestibular neuritis.

Jenis pusing ini sering disertai gejala lain seperti perubahan penglihatan, mual, atau sensitivitas terhadap cahaya dan suara.

3. Penyebab Metabolik dan Hormonal

Ketidakseimbangan kimia atau hormon tubuh dapat menjadi pemicu pusing, seperti:

  • Gula darah rendah (hipoglikemia), yang umum terjadi pada penderita diabetes.
  • Gangguan tiroid, yang mempengaruhi metabolisme dan sirkulasi.
  • Perubahan hormon, termasuk ketidakseimbangan adrenal.

Cleveland Clinic menjelaskan, gula darah rendah dapat menyebabkan keringat dingin, gemetar, dan pusing. Sebab, otak membutuhkan suplai glukosa yang stabil untuk bekerja optimal.

Perbedaan Kepala Ringan dan Vertigo

Banyak orang menyebutkan, semua kondisi tidak stabil dianggap sebagai ‘pusing’. Padahal, secara medis terdapat perbedaan:

  • Kepala terasa ringan (lightheadedness): Sensasi hampir pingsan atau lemah.
  • Vertigo: sensasi berputar, baik tubuh maupun lingkungan, meski sedang diam.

Mengenali perbedaan tersebut, dapat membantu dokter menentukan penyebab dan pemeriksaan lanjutan yang diperlukan.

Baca juga: 5 Cara Menghadapi Cewek yang Sering Bilang ‘Terserah’ tanpa Bikin Kamu Pusing

Memahami Vertigo dan Gangguan yang Berkaitan

Vertigo merupakan bentuk pusing spesifik yang membuat seseorang merasa berputar. Kondisi ini umumnya berasal dari masalah pada telinga bagian dalam, atau pusat keseimbangan otak.

  • Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)
    Merupakan penyebab vertigo paling umum. Terjadi ketika kristal kalsium di telinga dalam bergeser dan mengganggu sensor keseimbangan. Gejalanya muncul saat mengubah posisi kepala, seperti bangun tidur atau menoleh.
  • Vestibular Neuritis
    Peradangan saraf vestibular yang biasanya disebabkan infeksi virus. Kondisi ini menimbulkan vertigo hebat mendadak, mual, dan gangguan keseimbangan tanpa gangguan pendengaran.
  • Penyakit Meniere
    Ditandai vertigo berulang, tinnitus (denging), rasa penuh di telinga, serta gangguan pendengaran. Diduga terkait penumpukan cairan di telinga dalam.

National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) menjelaskan, vertigo pada kondisi seperti BPPV dan Meniere, terjadi karena telinga bagian dalam, berperan penting dalam mendeteksi gerakan, dan menjaga keseimbangan.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Sebagian besar kasus pusing tidak berbahaya. Namun, beberapa gejala dapat menandakan kondisi serius yang memerlukan penanganan segera.

Segera cari bantuan medis jika pusing disertai:

  • Pingsan
  • Sakit kepala mendadak dan berat
  • Nyeri dada
  • Sulit bicara atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh
  • Penglihatan ganda atau buram
  • Detak jantung tidak teratur

Gejala tersebut dapat mengarah pada kondisi seperti stroke, penyakit jantung, atau dehidrasi berat.

Jika pusing sering muncul, mengganggu aktivitas, atau berlangsung lebih dari beberapa menit, pemeriksaan medis sangat dianjurkan. 

Dokter dapat melakukan tes darah, pemeriksaan keseimbangan, pemantauan jantung, atau evaluasi telinga dalam untuk menemukan penyebabnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical Daily

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU