Rabu, 03 DESEMBER 2025 • 19:05 WIB

Tidur Lampu Mati vs Lampu Menyala, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Author

Ilustrasi tidur dengan lampu manyala atau lampu dimatikan, sehat mana? (freepik).

INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kepikiran, “Ah, tidur sambil lampu nyala juga nggak masalah, nggak gelap-gelapan gitu kan?” 

Tapi ternyata, kebiasaan itu bisa pengaruh ke kualitas tidur dan kesehatan kita, lho. 

Yuk, kita bahas bareng-bareng, enaknya tidur dalam gelap atau dengan cahaya, sih, mana yang lebih oke!

Kenapa tidur di gelap itu “recomended”

Berdasarkan survei dan penelitian ilmiah, tidur di kamar yang gelap ternyata bikin tubuh kita bisa istirahat lebih maksimal. 

Soalnya, ketika gelap, tubuh memproduksi hormon melatonin secara alami yang bikin kita cepat ngantuk dan tidur lebih nyenyak.

Baca juga: Makin Banyak Perempuan Mengalami Perimenopause di Usia 30-an Tahun, Apakah Normal?

Lebih lanjut, ada penelitian menggunakan polysomnography, semacam “scan tidur” yang mendalami kualitas tidur, yang menunjukkan kalau tidur dengan lampu menyala membuat tidur jadi lebih ringan, tahap tidur nyenyak berkurang, dan kita lebih sering terbangun di malam hari.

Jadi, kalau lampu dimatikan sebelum tidur, tidur bisa lebih dalam dan tubuh benar-benar mendapatkan istirahat yang cukup.

Bahaya sering tidur dengan lampu menyala

Kalau kamu sering tidur sambil ada cahaya, entah dari lampu kamar, lampu samping tempat tidur, TV, layar gadget, atau cahaya dari luar, itu bisa mengganggu ritme biologis alami tubuh alias circadian rhythm.

Penelitian terbaru menunjukkan, orang yang tidur dengan cahaya di malam hari berisiko lebih tinggi mengalami masalah metabolisme, seperti gula darah yang susah diatur, tekanan darah dan detak jantung yang meningkat, serta potensi masalah jantung di masa depan.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Kenapa Bayi Sering Demam Usai Vaksinasi

Jadi, walaupun kita merasa bisa tidur, tubuh sebenarnya tetap “waspada” sedikit, dan kebiasaan ini kurang baik kalau dilakukan dalam jangka panjang.

Tapi, ada kalanya lampu nyala “dibutuhkan”

Ya, memang kadang kita terpaksa tidur sambil ada cahaya, misalnya karena takut gelap (anak-anak), atau kondisi kamar/kost yang nggak bisa sepenuhnya gelap, seperti cahaya dari jalan atau lampu koridor.

Kalau situasinya begitu, beberapa ahli menyarankan pakai lampu dengan intensitas rendah atau lampu berwarna hangat, yang tidak biru atau putih terang, supaya efek buruknya bisa diminimalkan. 

Tapi tetap, sebisa mungkin usahakan mengurangi cahaya agar tidur lebih berkualitas.

Tips praktis supaya tidur makin berkualitas

Kalau kamu ingin “upgrade” kualitas tidur dan kesehatan, coba beberapa tips ini:

Baca juga: Nita Vior Alami Ileus Paralitik Usai Melahirkan, Komplikasi Serius pada Usus

  • Matikan lampu kamar sekitar 30–60 menit sebelum tidur, supaya tubuh mulai memproduksi melatonin.
  • Tutup tirai atau gelapkan kamar agar cahaya dari luar, seperti lampu jalan, tidak masuk.
  • Hindari layar gadget atau HP satu jam sebelum tidur karena cahaya biru bisa menekan produksi melatonin.
  • Kalau tetap butuh penerangan, misalnya takut gelap, pilih lampu dengan intensitas rendah dan warna lembut.

Baca juga: Ibu Hamil Wajib Tahu! Begini Cara Menghindari Virus Tokso agar Janin Tetap Aman

Tidur dalam gelap selalu lebih baik dibanding tidur dengan cahaya, selama memungkinkan. Kalau bisa, matikan lampu dan tidurlah dalam gelap. 

Ini bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga berdampak baik untuk kesehatan jangka panjang: tidur lebih nyenyak, hormon lebih seimbang, metabolisme lebih stabil, dan jantung pun lebih aman.

Kalau memang tidak bisa tidur tanpa lampu, pilihlah lampu yang ramah untuk tidur, yaitu lembut dan cahaya rendah. 

Intinya, cahaya yang tepat bisa membuat kualitas tidur tetap jauh lebih baik dibanding tidur dengan cahaya terang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU