INDOZONE.ID - Alergi mata menjadi salah satu keluhan yang sering muncul. Terlebih pada penderita alergi musiman seperti akibat serbuk sari, debu, atau bulu hewan.
Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Mulai dari mata merah hingga berair, dan sering kali mengganggu aktivitas harian.
Namun dengan penanganan yang tepat, gejala alergi mata dapat dikendalikan dengan efektif.
Apa Itu Alergi Mata?
Alergi mata umumnya dipicu oleh iritan yang sama dengan penyebab alergi musiman. Gejala yang muncul meliputi mata merah, gatal, berair, bersin, dan hidung tersumbat.
Kondisi ini biasanya muncul pada periode tertentu dalam setahun, tergantung pada jenis pemicunya.
Baca juga: Memahami Alergi Mata, Penyakit Sepele Tapi Bisa Ganggu Kehidupan Kamu
Peran Dokter Optometri dalam Penanganan Alergi Mata
Saat melakukan pemeriksaan ke dokter optometri, pasien akan dibantu untuk menentukan beberapa hal penting terkait pengelolaan alergi:
1. Menentukan Penyebab Utama Alergi
Memahami penyebab alergi, membantu menentukan penanganan yang paling tepat. Beberapa pemicu yang umum antara lain:
- Alergi serbuk sari (pollen): Meskipun sulit dihindari, efeknya bisa diminimalkan dengan mandi sebelum tidur untuk menghilangkan alergen, hingga rutin mengganti filter AC saat kadar alergen meningkat.
- Alergi sepanjang tahun (perennial), seperti debu dan bulu hewan: Penanganannya dapat berupa mengurangi karpet, menggunakan sarung bantal antialergi, serta memilih vacuum cleaner atau sistem AC dengan HEPA filter.
Untuk memastikan pemicunya, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan agar penanganan lebih terarah.
2. Tentukan Rencana Perawatan Terbaik
Jika alergi tidak hanya terjadi pada mata, pendekatan perawatan biasanya lebih komprehensif. Beberapa pilihan penanganan meliputi:
- Obat bebas (OTC) seperti, obat hidung atau obat oral untuk meredakan peradangan.
- Penggunaan air mata tetes untuk membantu mengurangi alergen dan lendir pada mata.
- Kompres dingin untuk meredakan gatal.
- Obat resep bila gejala tidak membaik.
Beberapa pasien membutuhkan kombinasi metode untuk mengurangi gejala, dan meningkatkan kenyamanan sehari-hari.
3. Apakah Termasuk Konjungtivitis Alergi?
Alergi mata dapat memicu atau memperburuk konjungtivitis (mata merah). Pada kasus yang menetap, dokter dapat meresepkan tetes mata steroid atau antihistamin oral.
Untuk kasus ringan, kompres dingin dan air mata tetes biasanya cukup membantu.
Rekomendasi Lain dari Dokter Optometri
Penderita alergi mata yang menggunakan lensa kontak, mungkin merasa lebih tidak nyaman karena lensa dapat mengumpulkan alergen udara.
Dokter dapat menyarankan untuk sementara memakai kacamata, atau beralih ke lensa kontak harian (daily disposable) agar alergen tidak menumpuk.
Pentingnya Pemeriksaan Mata Rutin
Pemeriksaan mata berkala merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan preventif. Banyak masalah penglihatan tidak menunjukkan gejala awal, sehingga sering kali tidak disadari.
Diagnosis dan penanganan dini dapat membantu mencegah gangguan penglihatan yang lebih serius.
Dokter optometri akan menentukan jenis pemeriksaan yang diperlukan berdasarkan gejala, kondisi mata, dan penilaian profesional mereka. Karena itu, pemeriksaan mata komprehensif secara rutin sangat dianjurkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association