Kamis, 11 DESEMBER 2025 • 13:15 WIB

7 Teknik Ampuh agar Plank Lebih Konsisten dan Tidak Tremor

Author

Ilustrasi Plank. (Freepik)

INDOZONE.ID - Plank dikenal sebagai latihan yang sangat efektif untuk memperkuat otot inti. Walau terlihat mudah, banyak orang justru cepat gemetar dan tubuh mulai goyah ketika menahan posisi ini terlalu lama.

Agar plank-mu lebih stabil dan tidak mudah tremor, berikut teknik yang bisa kamu terapkan.

7 Teknik Plank yang Benar agar Tidak Tremor

Ilustrasi plank. (freepik)

1. Awali dengan Teknik Plank yang Benar agar Tidak Tremor

Posisi awal adalah fondasi penting dalam plank. Jika form tidak tepat, otot inti tidak akan aktif sepenuhnya dan tubuh lebih cepat gemetar. 

Pastikan telapak tangan tepat di bawah bahu, kaki lurus ke belakang, serta tubuh membentuk garis lurus. 

Hindari kesalahan posisi punggung saat plank seperti melengkung ke bawah atau mengangkat pinggul terlalu tinggi karena hal ini membuat otot inti tidak bekerja maksimal.

Baca juga: Kamu Merasa Plank Kurang Efektif? Ini 5 Kesalahan yang Sering Terjadi dan Harus Dihindari!

2. Pilih High Plank agar Bisa Bertahan Lebih Lama

High plank cenderung lebih mudah dipertahankan dibanding forearm plank. Sebab, sudut tubuhnya memberi distribusi beban yang lebih ringan untuk otot inti. 

Kencangkan paha depan, putar lipatan siku sedikit ke depan, lalu jaga napas tetap stabil. Teknik ini membuat tubuh lebih kokoh, dan mengurangi potensi tremor.

Baca juga: Kamu Merasa Plank Kurang Efektif? Ini 5 Kesalahan yang Sering Terjadi dan Harus Dihindari!

3. Tambahkan Latihan Pendukung untuk Kekuatan Otot Inti

Plank bukan satu-satunya latihan untuk memperkuat otot inti. Gerakan seperti squat, deadlift, dan lunge membantu mengaktifkan otot inti secara menyeluruh. 

Dengan kombinasi latihan yang seimbang, kemampuan plank akan meningkat karena tubuh lebih siap menahan posisi dalam waktu lebih lama.

4. Perhatikan Posisi Tulang Rusuk agar Postur Tetap Stabil

Saat plank, banyak orang membiarkan tulang rusuk mengembang atau “jatuh” ke depan. Ini membuat otot inti sulit aktif. 

Bayangkan tulang rusukmu diikat, seperti tali sepatu dari atas ke bawah sehingga tetap “tertutup”. 

Teknik ini membantu cara menjaga postur tubuh saat plank agar tetap stabil dan tidak mudah goyang.

5. Coba Variasi Plank Secara Bertahap

Jika plank standar terasa terlalu berat, kamu bisa memilih variasi seperti knee plank, incline plank, atau wrist-friendly plank

Selain mengurangi tekanan pada sendi, variasi ini membantu membangun kekuatan secara bertahap tanpa memaksakan tubuh. Latihan pun jadi lebih menyenangkan dan tidak monoton.

6. Aktif Tekan Lantai untuk Tubuh Lebih Stabil

Plank bukan hanya menahan beban tubuh, tetapi juga melibatkan aksi menekan lantai secara aktif. 

Baik pada high plank maupun forearm plank, dorong lantai menjauh untuk menjaga bahu tetap stabil. 

Cara ini mengaktifkan seratus anterior yang berperan penting dalam mempertahankan plank tanpa goyang.

7. Koreksi Arah Pandangan dan Teknik Pernapasan

Dua hal sederhana ini sering membuat plank terasa berat:

  • Pandangan: jangan melihat ke jari kaki. Arahkan mata sedikit ke depan agar leher dan tulang belakang tetap sejajar.
  • Napas: jangan ditahan. Bernapaslah teratur agar otot mendapat oksigen cukup sehingga plank tidak cepat tremor.

Plank yang kuat tidak hanya tentang seberapa lama kamu bertahan, tetapi bagaimana teknik dan posturmu selama melakukannya. Semangat, ya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthpartners.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU