INDOZONE.ID - Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa burger tidak sehat padahal bahan utamanya terdiri dari roti, daging, dan sayuran?
Banyak orang menyukai hidangan cepat saji ini karena rasanya yang gurih dan kepraktisannya. Namun, mengonsumsi burger secara berlebihan dapat membawa risiko kesehatan.
Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, "burger tidak sehat bila dikonsumsi berlebihan karena kandungan nutrisinya tidak seimbang dan proses pengolahannya kurang ideal."
Inti permasalahannya terletak pada ketidakseimbangan nutrisi, di mana lemak, natrium, dan kalori mendominasi.
Artikel ini akan mengupas tuntas alasan utama bahaya burger bagi kesehatan, mulai dari kandungan kalori tersembunyi hingga zat aditif dalam komposisinya.
Baca juga: Benarkah Makanan Manis Bikin Susah Tidur? Berikut Penjelasannya
Tinggi Lemak dan Kalori: Faktor Utama Burger Kurang Sehat
Meskipun komponennya tampak sederhana, burger merupakan paket padat kalori dan lemak jenuh. Roti, daging olahan (patty), keju, dan saus, semuanya berkontribusi besar terhadap tingginya nilai gizi yang kurang seimbang ini.
- Patty Daging Olahan: Seringkali mengandung persentase lemak yang tinggi.
- Keju dan Saus Khusus: Lapisan keju yang meleleh dan saus seperti mayones/dressing menambah asupan lemak jenuh dan kalori secara signifikan.
Dr. Alberta Jesslyn Gunardi menegaskan, "Meskipun terdapat protein dan serat dari daging dan sayur, kandungan tersebut kalah oleh kadar lemak dan kalorinya yang sangat tinggi."
Karena kandungan lemak jenuh yang dominan, burger menjadi makanan yang tidak sehat apabila sering dikonsumsi.
Ketidakseimbangan Gizi: Porsi Sayur yang Terlalu Sedikit
Argumen bahwa "burger sehat karena ada sayur" sering kali tidak relevan jika dilihat dari rasio gizi. Meskipun terdapat selada, irisan tomat, atau acar timun, jumlah sayuran dalam satu porsi burger cenderung sangat sedikit.
Dr. Alberta Jesslyn Gunardi menyoroti ketidakseimbangan gizi ini "Porsi sayuran tidak sebanding dengan lapisan daging, keju, serta saus yang semuanya menambah lemak dan natrium."
Alhasil, meskipun fungsi serat dari sayuran sedikit membantu, struktur gizi total burger tetaplah tidak seimbang, sehingga profil nutrisinya buruk.
Baca juga: Wajib Tahu! 4 Makanan yang Harus Kamu Hindari saat Bronkitis Agar Gak Makin Parah
Awas Natrium Tinggi! Bahaya Tersembunyi di Balik Patty dan Saus Burger
Salah satu bahaya terbesar dari konsumsi burger adalah tingginya kandungan natrium. Sumber natrium dalam burger berasal dari beberapa komponen utama:
- Daging Olahan (Patty): Untuk meningkatkan rasa dan daya simpan, produsen kerap menambahkan natrium.
- Roti: Roti burger juga sering mengandung garam dan pengawet berbasis natrium.
- Saus dan Bumbu: Saus tomat, saus barbeque, dan bumbu penyedap lainnya adalah penyumbang natrium tersembunyi.
Mengenai kandungan natrium, dr. Alberta Jesslyn Gunardi menjelaskan bahwa "patty (daging) saja bisa ditambahkan natrium hingga 3000 - 4000 mg, yang jauh di atas batas aman harian yang direkomendasikan."
Konsumsi natrium berlebihan secara rutin dapat meningkatkan risiko kesehatan serius, terutama tekanan darah tinggi (hipertensi).
Efek Negatif Zat Aditif pada Daging Olahan Burger
Demi menjaga tekstur, rasa, dan daya simpan daging, produsen kerap menggunakan zat aditif. Beberapa zat tambahan yang umum ditemukan meliputi:
Baca juga: Mudah dan Alami! 5 Makanan Sehat untuk Jantung Lebih Kuat
- Natrium Fosfat dan Nitrat: Meskipun aman dalam batas wajar, konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat menimbulkan potensi risiko kesehatan.
- Amonia: Sebagian daging olahan mungkin menggunakan amonia dalam prosesnya untuk mengurangi bakteri, yang dikhawatirkan dapat mengurangi kualitas gizi keseluruhan.
Penggunaan zat-zat ini, meskipun diizinkan, menjadikan daging burger kurang ideal sebagai sumber protein murni.
Roti Burger: Bukan Hanya Karbohidrat Biasa, Ada Bahan Kimia Tambahan
Roti burger yang lembut dan mengembang sering kali tidak luput dari bahan tambahan yang tidak perlu. Beberapa produsen menggunakan bahan kimia seperti amonium sulfat dan azodikarbonamida dalam proses pengembangan adonan.
Meskipun tujuannya adalah menghasilkan tekstur yang lembut, konsumsi roti yang mengandung bahan tambahan kimia menjadi faktor burger tidak sehat jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang.
Beban Kalori Berlebihan: Risiko Obesitas dan Penyakit Kronis
Baca juga: 10 Makanan yang Dapat Membantu Mengurangi Rambut Rontok, Cobain Deh!
Faktor utama lain mengapa burger tidak sehat adalah jumlah kalori yang berlebihan. Satu porsi burger, terutama yang lengkap dengan kentang goreng dan minuman manis, dapat mengandung lebih dari seribu kalori.
Angka ini hampir setara dengan dua porsi makan besar yang direkomendasikan dalam sekali konsumsi. Bila asupan kalori yang sangat tinggi ini tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang memadai, risiko yang mengintai adalah obesitas, diabetes, jantung, dan penyakit kronis lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Klik Dokter