Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 18:30 WIB

Sering Nyeri Haid Hebat? Hati-hati Tanda Endometriosis yang Bisa Menjalar Kemana-mana

Author

dr. Hardi Susanto,Sp.OG (Indozone/Salsabila Az Zahra)

INDOZONE.ID - Endometriosis adalah penyakit wanita yang sering kali disalahpahami. Hal ini ditandai dengan gejala yang beragam, mulai dari nyeri haid parah hingga komplikasi infertilitas.   

Pada media meet up Eka Hospital PIK dan Eka Hospital Pluit, Spesialis Kandungan dan Kebidanan, dr. Hardi Susanto,Sp.OG, menyoroti tentang Endometriosis.

Baca juga: Waspadai! 7 Gejala Diabetes Ini yang Sering Diabaikan

Menurut dr. Hardi, endometriosis merupakan pertumbuhan jaringan dari selaput dalam rahim (endometrium) di luar tempat seharusnya.

Selaput endometrium ini secara normal tumbuh menebal karena hormon saat masa subur, dan akan luruh keluar sebagai darah haid saat menstruasi.

Namun, pada penderita endometriosis, selaput tersebut dapat tumbuh di luar rahim, menjalar ke organ di sekitarnya seperti dinding rahim, kandung kemih, atau indung telur (ovarium).

Pertumbuhan di ovarium sering menimbulkan kista yang disebut kista endometrium atau kista cokelat. 

Baca juga: Penyebab Kista yang Wajib Diwaspadai: Jenis, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Mudah Menjalar

Bahkan, dalam kasus yang jarang terjadi, jaringan tersebut bisa saja menjalar lebih jauh ke pusar, paru-paru (menyebabkan batuk berdarah saat haid), hingga ke otak.

“Dia bisa menjalar ke mana-mana di seluruh tubuh. Tapi, endrometriosis itu, walaupun dia menjalar seperti sel kanker, dia tidak ganas,” ujar dr. Hardi kepada wartawan.

Gejala Endometriosis

Gejala yang paling menonjol dan hampir dialami semua penderita endometriosis adalah nyeri haid yang sangat sakit.

“Sakitnya tuh sampai kadang guling-guling di tempat tidur, tidak bisa bangun, tidak bisa sekolah atau bekerja, nah itu salah satu gejalanya,” paparnya. 

Baca juga: Mengatasi Nyeri Haid: Dari Metode Alami hingga Teknologi Modern Pereda Kram Menstruasi

Keluhan lain termasuk nyeri ketika buang air besar atau buang air kecil, saat berhubungan, serta perdarahan haid yang sangat banyak, dan siklus haid yang pendek.

Penyebab Endometriosis

Endometriosis erat kaitannya dengan hormon estrogen. Salah satu teori penyebab yang paling diakui di dunia medis adalah menstruasi retrograde, di mana darah haid meluber kembali melalui saluran telur dan menempel di organ-organ dalam perut.

Penyakit ini juga dapat menyebabkan infertilitas (ketidaksuburan) karena peradangan kronis yang memicu perlengketan pada saluran telur, sehingga sulit terjadi pembuahan.

“Kadang-kadang, seorang wanita baru tahu kalau dia mengidap endometriosis saat baru menikah, terus mencoba untuk hamil, ternyata tidak hamil, dan ketika diperiksa ternyata terkena endometriosis,” tuturnya. 

Baca juga:  Dokter Ungkap Vitamin D Tingkatkan Peluang Berhasil Hamil, Asmirandah Merasakan Manfaatnya

Dr. Hardi menjelaskan laparoskopi diagnostik (Indozone/Salsabila Az Zahra)

Waspadai Nyeri Haid Hebat

dr. Hardi menjelaskan, diagnosis pasti sering dilakukan melalui laparoskopi diagnostik, di mana dokter memasukkan kamera kecil untuk melihat di mana jaringan endometriosis menempel.

Pengobatan yang dilakukan dapat berupa obat-obatan hormonal (seperti progestin) yang harus dikonsumsi berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, atau tindakan bedah (laparoskopi atau open surgery) jika kasusnya parah.

Di Asia sendiri, diperkirakan 10% wanita usia produktif sudah terpapar penyakit endometriosis.

Penting bagi wanita, bahkan sejak usia remaja, yang mengalami nyeri haid hebat untuk segera dibawa ke dokter. Karena semakin cepat dideteksi dan diobati, hasilnya akan semakin baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU