Minggu, 21 DESEMBER 2025 • 17:15 WIB

Banyak Atlet Pilih Latihan Tanpa Headphone Nirkabel, Ternyata Ini Alasannya

Author

Ilustrasi atlet pakai headphone nirkabel. (Freepik)

INDOZONE.ID - Atlet, headphone nirkabel, dan latihan olahraga, belakangan menjadi topik perbincangan publik.

Sejumlah atlet profesional dunia, tampak tidak lagi menggunakan earbud Bluetooth saat berlatih maupun menjelang pertandingan. 

Dikutip dari Hindustan Times, fenomena ini sempat dikaitkan dengan kekhawatiran terhadap paparan radiasi atau medan elektromagnetik.

Namun, dokter menyebut alasan lain sebenarnya jauh lebih rasional dan berbasis kesehatan.

Bukan Karena Radiasi, Ini Alasan Medis Atlet Berhenti Pakai Earbud

Dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) menegaskan, keputusan atlet meninggalkan headphone nirkabel bukan didasari teori konspirasi, melainkan risiko kesehatan telinga dan keselamatan saat latihan.

Konsultan THT di Manipal Hospital, Bhubaneswar, Dr. RVS Kumar, menjelaskan, penggunaan earbud dalam durasi lama, dapat memicu berbagai masalah.

Baca juga: Earbud Nempel Pas Tidur? Ini Plus Minusnya Buat Kesehatan Telinga

Atlet berlatih dalam kondisi panas, berkeringat, dan bergerak berulang dalam waktu lama. Earbud nirkabel memerangkap panas dan kelembapan di saluran telinga,” ujarnya.

Kondisi tersebut menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri dan jamur. Sehingga, meningkatkan risiko otitis eksterna atau infeksi telinga luar. 

Kasus tersebut kini tidak hanya dialami perenang, tetapi juga pelari, pesepeda, dan pengguna gym.

Risiko Cedera Saat Latihan di Luar Ruangan

Selain infeksi, keamanan saat olahraga menjadi pertimbangan utama. Headphone nirkabel dapat menghalangi suara sekitar, termasuk kendaraan, peringatan, atau atlet lain.

Kesadaran terhadap lingkungan sangat penting, terutama saat lari atau bersepeda di luar ruangan. Headphone bisa meningkatkan risiko kecelakaan,” kata Dr. Kumar.

Ilustrasi atlet pakai earbud saat olahraga. (Freepik)

Penggunaan Volume Tinggi Picu Gangguan Pendengaran

Masalah lain yang tidak kalah serius adalah, penurunan pendengaran. Atlet kerap menaikkan volume untuk menutupi suara bising di gym atau jalan raya.

Kombinasi durasi panjang dan volume tinggi, dapat merusak sel rambut halus di telinga bagian dalam, yang berperan penting dalam proses mendengar. Kerusakan ini bersifat permanen dan berkembang perlahan.

Dampak Headphone Nirkabel terhadap Kesehatan Mental Atlet

Tidak hanya fisik, aspek kesehatan mental atlet juga menjadi alasan penting. Konsultan psikiatri di Aster CMI Hospital, Bangalore, Dr. Divya Shree KR, menyebutkan, tren ini sebagai perubahan yang sehat.

Menurutnya, stimulasi audio yang terus-menerus, membuat otak berada dalam kondisi siaga tinggi.

Musik memang bisa memotivasi, tetapi suara yang konstan membuat otak sulit tenang sebelum bertanding. Ini meningkatkan kecemasan dan menurunkan kesadaran emosional,” jelasnya.

Banyak atlet kini memilih keheningan sebelum pertandingan untuk meningkatkan fokus, kesadaran tubuh, dan pengaturan napas.

Baca juga: Waspada Gejala Tinnitus Akibat Sering Pakai Headphone Bervolume Keras

Alternatif Headphone yang Lebih Aman untuk Atlet

Sebagai solusi, atlet mulai beralih ke:

  • Headphone open-ear
  • Perangkat bone conduction (konduksi tulang)
  • Atau berlatih tanpa audio sama sekali

Pilihan ini memungkinkan suara sekitar tetap terdengar, mengurangi tekanan di saluran telinga, serta menurunkan risiko infeksi.

Oleh karena itu, para ahli menegaskan, tren atlet meninggalkan headphone nirkabel bukan hanya soal bahaya radiasi atau teori konspirasi teknologi. 

Keputusan ini merupakan langkah strategis untuk:

  • Menjaga kesehatan telinga
  • Mengurangi risiko cedera
  • Melindungi pendengaran jangka panjang
  • Mendukung fokus dan pemulihan mental

Dengan kata lain, langkah tersebut merupakan bentuk kesadaran baru bahwa, performa optimal tidak hanya bergantung pada latihan fisik, tetapi juga pada kesehatan sensorik dan mental.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU