Kenapa Gen Z Wajib Vaksin HPV Sejak Sekarang? Ini Fakta Kanker Serviks yang Masih Dianggap Tabu
INDOZONE.ID - Isu kesehatan reproduksi sering kali masih dianggap tabu, terutama di kalangan gen z. Padahal, kesadaran sejak dini justru menjadi kunci utama pencegahan berbagai penyakit serius kanker serviks.
Di DKI Jakarta, upaya meningkatkan kesadaran ini kini semakin diperkuat melalui gerakan nasional vaksinasi HPV yang menyasar gen z. Karena kanker serviks hingga saat ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi kedua bagi perempuan di Indonesia.
Data nasional menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan, setiap kurang lebih 25 menit, satu perempuan meninggal dunia akibat kanker serviks. Lebih memprihatinkan lagi, sekitar 90 persen kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi HPV dan skrining kesehatan secara rutin.
Gerakan Nasional SPRIN dan Aksi Nyata di DKI Jakarta
Merespons kondisi tersebut, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) melalui gerakan nasional SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia) menginisiasi aksi percepatan perlindungan perempuan dengan menggelar Vaksinasi HPV Serentak berskala provinsi di DKI Jakarta.
Ketua Umum POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.O.G., menegaskan bahwa program ini merupakan langkah cepat, terstruktur, dan konkret menuju target Eliminasi Kanker Serviks yang dicanangkan oleh WHO. Jakarta dipilih sebagai pilot project nasional sebelum program serupa diperluas ke provinsi lain pada periode 2026–2029.
“Ini adalah aksi nyata, cepat, dan terstruktur menuju target Eliminasi Kanker Serviks WHO, sekaligus menjadi pilot project nasional SPRIN sebelum diperluas ke provinsi lain pada 2026–2029,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (24/12/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Peluncuran SPRIN pada peringatan Hari Ibu Nasional 2025 dan dirancang untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam kategori “Vaksinasi HPV Serentak Terbanyak di DKI Jakarta”.
Pelaksanaannya dilakukan dalam satu hari di enam lokasi yang mencakup lima kota administratif serta Kabupaten Kepulauan Seribu, dengan target lebih dari 500 penerima vaksin.
Baca juga: Pentingnya Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Leher Rahim di Indonesia
Peran Pemerintah Daerah dan Dukungan Nasional
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pencegahan kanker serviks. Gubernur DKI Jakarta, Dr. Ir. H. Pramono Anung Wibowo, M.M., menekankan bahwa pencegahan penyakit merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami telah memiliki berbagai program, seperti cek kesehatan gratis, vaksinasi bagi siswa SD, dan LayanannPasukan Putih untuk kelompok rentan. Kami apresiasi POGI yang menjadikan Jakarta fokus program ini dan berharapkolaborasi ini berlanjut hingga perayaan 500 tahun Jakarta di 2027,” ujarnya.
Baca juga: Apakah Vaksin Penting Bagi Masa Depan Anak Indonesia?
Mengapa Gen Z Perlu Peduli Vaksin HPV?
Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Oktavianus, mengingatkan bahwa infeksi Human Papillomavirus (HPV) merupakan penyebab utama kanker serviks.
Infeksi ini dapat dicegah secara efektif melalui vaksinasi HPV yang lengkap. Karena itu, edukasi kepada Gen Z menjadi sangat penting, karena mereka saat memasuki usia produktif berperan besar dalam membangun kesadaran kesehatan di masyarakat.
“Vaksinasi serentak ini menandai awal komitmen SPRIN untuk menyediakan akses pencegahan yang merata, edukasi berkelanjutan, dan gerakan nasional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, demi melindungi masa depan bangsa,” ucapnya.
Untuk diketahui, sejak 2023 pemerintah telah menjalankan program vaksinasi HPV gratis bagi anak perempuan kelas 5 dan 6 SD sebagai investasi kesehatan jangka panjang. Namun, kesadaran berkelanjutan tetap dibutuhkan, termasuk pemahaman bahwa vaksinasi dan skrining adalah langkah preventif yang menyelamatkan nyawa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan