INDOZONE.ID - Nyeri kronis bukan hanya berdampak pada kondisi fisik, tapi juga berkaitan dengan kesehatan otak.
Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan, orang yang hidup dengan nyeri berkepanjangan, cenderung mengalami penuaan otak yang lebih cepat.
Namun, temuan terbaru mengungkapkan, kebiasaan hidup sehat dapat membantu memperlambat proses tersebut.
Suatu studi yang dipublikasikan dalam jurnal Brain Communications menemukan, individu dengan nyeri kronis yang menerapkan gaya hidup sehat, memiliki usia otak yang lebih muda dibandingkan usia kronologis mereka.
Dalam beberapa kasus, perbedaan usia otak bahkan mencapai hingga delapan tahun lebih muda.
Baca juga: Dua Porsi Kacang Tanah per Hari Ternyata Bisa Tingkatkan Kesehatan Otak Lansia
Hubungan Nyeri Kronis dan Penuaan Otak
Seiring bertambahnya usia, risiko nyeri kronis meningkat akibat perubahan alami pada sendi, otot, dan jaringan ikat. Kondisi seperti osteoartritis dan degenerasi tulang belakang, sering menjadi pemicu utama.
Meski tersedia berbagai pilihan terapi, proses pemulihan pada usia lanjut umumnya lebih lambat dan nyeri kerap menetap.
Dikutip dari Medical News Today, data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tahun 2023 mencatat, ada sekitar 24,3 persen orang dewasa di Amerika Serikat mengalami nyeri kronis.
Sekitar 8,5 persen di antaranya melaporkan nyeri yang berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari dan produktivitas kerja.
Selain memengaruhi kualitas hidup, nyeri kronis juga berkaitan dengan gangguan tidur, stres, hingga depresi. Pada saat yang sama, proses penuaan otak ditandai dengan perubahan struktur.
Terlebih, adanya penyusutan area tertentu, serta perubahan materi abu-abu dan putih yang berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif.
Studi Menilai Gaya Hidup dan Usia Otak
Penelitian ini melibatkan lebih dari 100 orang dewasa berusia 45–85 tahun, yang dipantau selama dua tahun.
Para peserta dinilai tingkat nyeri kronisnya menggunakan skala 1 hingga 5, berdasarkan frekuensi, intensitas, durasi nyeri, serta jumlah area tubuh yang terdampak.
Peneliti juga mengevaluasi kebiasaan hidup dan kondisi psikososial, seperti kualitas tidur, penggunaan tembakau, ukuran lingkar pinggang, tingkat stres, serta hubungan sosial.
Dari penilaian tersebut, dibuat skor perlindungan (protective score). Skor yang lebih tinggi menunjukkan, gaya hidup yang lebih sehat dan kesejahteraan emosional yang lebih baik.
Hasilnya, peserta dengan skor perlindungan tinggi memiliki usia otak yang lebih muda, bahkan jika mereka mengalami nyeri kronis.
Sebaliknya, peserta dengan gaya hidup kurang sehat, menunjukkan usia otak yang lebih tua dari usia sebenarnya.
Baca juga: Perhatian! Cukup 5 Menit Aktivitas Fisik Setiap Hari, Bisa Menjaga Kesehatan Otak
Lima Kebiasaan Sehat yang Dapat Menjaga Otak Tetap Muda
Peneliti mengidentifikasi lima faktor utama, yang paling berperan dalam menjaga usia otak tetap muda pada orang dengan nyeri kronis, yaitu:
- Menjaga kualitas tidur yang baik
Tidur yang cukup dan teratur berperan penting dalam pemulihan fungsi otak dan pengelolaan nyeri. - Mempertahankan berat badan sehat
Berat badan ideal berkaitan dengan peradangan yang lebih rendah dan kesehatan metabolik yang lebih baik. - Menghindari rokok dan produk tembakau
Nikotin dan zat berbahaya lainnya dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah otak. - Mengelola stres secara efektif
Stres kronis dapat memperburuk nyeri dan berdampak negatif pada fungsi kognitif. - Menjaga hubungan sosial yang positif
Interaksi sosial yang baik terbukti mendukung kesehatan mental dan ketahanan otak
Menariknya, hasil penelitian menunjukkan, kebiasaan hidup ini memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kesehatan otak, dibandingkan tingkat keparahan nyeri itu sendiri.
Pandangan Ahli: Otak Bisa Dilindungi dengan Kebiasaan Sehari-hari
Para ahli menilai, temuan ini menegaskan, perubahan kecil dalam gaya hidup sehari-hari, dapat memberikan dampak besar bagi kualitas hidup
Faktor-faktor yang dapat diubah, seperti tidur, stres, kebiasaan merokok, dan dukungan sosial, berperan besar dalam menjaga kesehatan otak jangka panjang.
Meski usia dan genetika tidak dapat diubah, kebiasaan sehari-hari dinilai mampu memberikan efek perlindungan yang signifikan.
Oleh karena itu, penderita nyeri kronis disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, guna menyusun strategi gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today