Minggu, 11 JANUARI 2026 • 11:15 WIB

Memahami Perkembangan Penglihatan Anak Usia 6–18 Tahun: Faktor Penting yang Sering Dianggap Sepele

Author

ilustrasi penglihatan anak yang baik. (Fabmood.com)

INDOZONE.ID - Membaca, menulis, melihat papan tulis, hingga menggunakan komputer, merupakan aktivitas visual yang dilakukan siswa setiap hari. 

Mata anak terus bekerja, baik di ruang kelas maupun saat bermain. Ketika fungsi penglihatan anak tidak optimal, proses belajar dan partisipasi dalam kegiatan olahraga dapat terganggu.

Seiring bertambahnya jenjang pendidikan, tuntutan terhadap kemampuan visual anak juga meningkat. Ukuran huruf dalam buku pelajaran semakin kecil, sementara durasi membaca dan belajar bertambah signifikan. 

Beban tugas sekolah dan pekerjaan rumah yang meningkat, juga membuat mata anak bekerja lebih keras.

Penglihatan yang berfungsi dengan baik, menjadi kunci agar anak dapat belajar secara efisien, dan mencapai prestasi optimal. Baik secara akademik maupun non-akademik.

Baca juga: Anemia dan Gangguan Penglihatan Hambat Fungsi Memori Anak, Studi Ungkap Dampak pada Kemampuan Belajar

Keterampilan Visual yang Dibutuhkan untuk Keberhasilan Belajar

Dikutip dari American Optometric Association, penglihatan tidak hanya soal melihat jelas atau memiliki ketajaman visual 20/20. Penglihatan juga mencakup kemampuan memahami dan merespons apa yang dilihat. 

Terdapat sejumlah keterampilan visual dasar yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan belajar anak.

Berikut keterampilan visual yang perlu dimiliki setiap anak usia sekolah:

  • Ketajaman penglihatan (visual acuity)
    Kemampuan melihat jelas pada jarak jauh (papan tulis), jarak menengah (layar komputer), dan jarak dekat (membaca buku).
  • Fokus mata (eye focusing)
    Kemampuan mempertahankan penglihatan tetap jelas saat jarak pandang berubah, misalnya dari papan tulis ke buku di meja dan sebaliknya.
  • Pelacakan mata (eye tracking)
    Kemampuan mengikuti objek dengan mata, seperti membaca baris demi baris pada teks atau mengikuti bola yang bergerak.
  • Kerja sama kedua mata (eye teaming)
    Kemampuan menggunakan kedua mata secara bersamaan untuk membaca, menilai jarak, dan melihat kedalaman, yang penting dalam pembelajaran dan olahraga.
  • Koordinasi mata dan tangan (eye-hand coordination)
    Kemampuan menggunakan informasi visual untuk mengarahkan gerakan tangan, seperti saat menulis, menggambar, atau menangkap bola.
  • Persepsi visual (visual perception)
    Kemampuan mengenali, mengorganisasi, dan memahami simbol visual seperti huruf, kata, serta makna bacaan.

Ilustrasi anak mengalami gangguan penglihatan. (Freepik)

Keterampilan persepsi visual lainnya, meliputi:

  • Pengenalan (recognition): membedakan huruf yang mirip, seperti 'b' dan 'd'.
  • Pemahaman (comprehension): membayangkan dan memahami isi cerita yang dibaca.
  • Daya ingat (retention): mengingat dan mengulang informasi dari bacaan.

Jika salah satu keterampilan ini tidak berkembang dengan baik, anak akan membutuhkan usaha ekstra untuk belajar, yang dapat memicu sakit kepala, mata lelah, hingga kelelahan fisik dan mental.

Tanda dan Gejala Gangguan Penglihatan pada Anak

Gangguan penglihatan pada anak, sering kali tidak disadari. Sebab, anak menganggap cara melihatnya adalah hal yang normal. Meski tetap berusaha mengerjakan tugas, pemahaman dan efisiensi belajar mereka bisa menurun.

Beberapa tanda yang patut diwaspadai orang tua dan guru antara lain:

  • Keluhan mata tidak nyaman dan mudah lelah
  • Sering mengucek atau berkedip berlebihan
  • Rentang perhatian pendek
  • Menghindari membaca atau aktivitas jarak dekat
  • Sering sakit kepala
  • Menutup salah satu mata
  • Memiringkan kepala saat melihat
  • Membaca dengan jarak sangat dekat
  • Mata juling atau bergerak tidak sejajar
  • Penglihatan ganda
  • Mudah kehilangan baris saat membaca
  • Sulit mengingat apa yang dibaca

Menariknya, gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi, dapat menunjukkan gejala mirip Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), seperti sulit fokus dan hiperaktif.

Oleh karena itu, pemeriksaan mata menyeluruh, sangat penting untuk mencegah salah diagnosis.

Ilustrasi anak yang sedang diperiksa matanya. (Freepik)

Pemeriksaan Mata Rutin Jelang Tahun Ajaran Baru

Pemeriksaan mata komprehensif, sama pentingnya dengan perlengkapan sekolah dalam menunjang keberhasilan belajar anak. 

Lantaran penglihatan dapat berubah dengan cepat selama masa sekolah, anak dianjurkan menjalani pemeriksaan mata. Setidaknya, satu kali setahun, atau lebih sering jika disarankan dokter mata.

Sayangnya, banyak orang tua beranggapan, jika anak lolos skrining mata di sekolah, maka tidak ada masalah penglihatan. Padahal, skrining bukanlah pemeriksaan mata menyeluruh.

Masalah penglihatan paling umum pada anak usia sekolah adalah, gangguan refraksi seperti:

  • Rabun jauh (miopia)
  • Rabun dekat (hipermetropia)
  • Astigmatisme

Namun, anak dengan penglihatan 20/20 pun tetap bisa mengalami gangguan pada fokus mata, pelacakan mata, atau koordinasi kedua mata. 

Inilah sebabnya pemeriksaan mata komprehensif tetap diperlukan.

Deteksi dan penanganan sejak dini, dapat meningkatkan peluang keberhasilan terapi. Baik melalui kacamata, lensa kontak, maupun terapi penglihatan (vision therapy).

Baca juga: Usia 2–5 Tahun Krusial! Ini Cara Orang Tua Jaga Kesehatan Mata Anak

Penglihatan, Olahraga, dan Perlindungan Mata

Aktivitas olahraga, baik di dalam maupun luar ruangan, merupakan bagian penting dari kehidupan anak. Penglihatan memegang peran besar dalam performa olahraga.

Keterampilan visual yang dibutuhkan dalam olahraga meliputi:

  • Penglihatan jarak jauh yang jelas
  • Persepsi kedalaman yang baik
  • Bidang pandang luas
  • Koordinasi mata dan tangan yang efektif

Anak yang sering gagal melakukan gerakan tertentu, seperti selalu terlambat memukul bola atau tidak tepat sasaran, bisa jadi mengalami gangguan penglihatan.

Selain koreksi penglihatan, perlindungan mata juga krusial. Ribuan anak mengalami cedera mata akibat olahraga setiap tahun, dan sebagian besar sebenarnya dapat dicegah dengan penggunaan pelindung mata yang sesuai.

Kacamata biasa atau lensa kontak, tidak menggantikan fungsi kacamata pelindung olahraga. Dokter mata dapat merekomendasikan alat pelindung yang tepat sesuai jenis olahraga. 

Untuk aktivitas luar ruangan, penggunaan kacamata dengan perlindungan UV, juga penting untuk mencegah kerusakan akibat sinar ultraviolet.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: American Optometric Association

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU