INDOZONE.ID - Tumor ginjal dapat saja dialami orang berusia muda walau kasusnya jarang di Indonesia. Begitu juga dengan penanganan tumor ginjal di Tanah Air saat ini sudah jauh lebih baik lho.
Konsultan Urologi Onkologi Eka Hospital MT Haryono Prof. Dr. dr. Agus Rizal A.H. Hamid, Sp.U (K) Onk, FICRS menyebut, tumor ginjal banyak ditemukan pada orang-orang di atas usia 40 tahun. Tumor ginjal ini dipicu oleh banyak faktor seperti hipertensi, hiperkolesterol, hingga asam urat tinggi .
“Tapi sebenarnya sampai sekarang semua penyebabnya tidak bisa diketahui secara pasti. Ditambah lagi dengan kanker ginjal, memang ada beberapa genetik yang bisa menimbulkan risiko peningkatan kanker ginjal. Nah, gejalannya yang paling penting adalah kalau kecil kayak tadi tuh nggak ada gejalannya,” ungkap Prof Agus dalam acara Media Meet Up Eka Hospital MT Haryono Jakarta, baru-baru ini.
Baca juga: Waspadai 9 Gejala Kanker Ginjal: Kenali Tanda-tandanya yang Bisa Menyerang Anak Muda
Cara Mencegah Tumor Ginjal
Paling penting untuk mencegah tumor ginjal adalah dengan melakukan medical check up dan harus ditambahkan dengan USG.
“Karena medical check-upnya dikombinasi dengan USG, ketemu tuh tumor yang kecil-kecil. Karena kecil, dia nggak ada gejala sama sekali,” papar Prof Agus.
Perkembangan Robotik untuk Angkat Tumor Ginjal
Di Indonesia perkembangan teknologi di dunia medis saat ini sangat meningkat. Salah satu yang diunggulkan di rumah sakit swasta adalah teknologi robotik.
Robot yang paling terkenal adalah Da Vinci XI yang menjadi perpanjangan tangan dokter saat mengoperasi pasien. Untuk mengatasi tumor ginjal ini, Prof Agus memakai teknologi ini.
“Teknologinya dari 20 tahun lalu, ini bukan baru tapi tidak semua ahli bedah melakukan ini, karena risiko perdarahan, tim saya sebulan sekali pasti ada. Dengan meningkatnya masyarakat tahu tentang tumor, banyak pasien yang ingin ginjalnya dipertahankan dan selama saya coba ini belum ada yang gagal,” paparnya.
Prof Agus mengakui bahwa sampai saat ini, robot Da Vinci XI yang dibeli ini sudah diakui setelah seluruh dunia. Jadi dengan robot, dokter bisa melihat organ itu lebih fix. Sehingga bisa lebih fokus operasi dan dikendalikan sepenuhnya oleh sang dokter.
“Dan perkembangan robot, ujung tangan robot, semua pergerakan tangan kita seperti ini, itu benar-benar ditransfer ke tangan robot tersebut. Dan dia (red-robot) bisa memotong jaringan itu millimeter demi millimeter,” imbuhnya.
Baca juga: Batu Ginjal Bisa Bikin Gagal Ginjal Kronis, Ini Temuan Terbaru dan Solusi Alaminya
Hasilnya, menurut sang dokter, akan lebih stabil. Sekarang ini datanya sudah menunjukkan bahwa metode robotik ini bisa mempreservasi organ itu menjadi lebih bagus.
“Contoh yang kemarin, ini ginjalnya, ada tumor sekitar 4-5 cm di samping. Dengan teknologi robotik, saya bisa memotong, bisa melihat dengan jelas, memotong tumornya, terus kemudian kita angkat, dan ginjalnya yang masih normal ini saya tinggal jahit. Jadi kalau dibilang, pasiennya masih punya dua ginjal, walaupun pasti sudah terpotong, tapi kan tidak sampai 75 persen,” terangnya.
Keuntungannya lagi, pasien pun gak perlu jauh-jauh berobat ke luar negeri untuk mendapatkan hasil efektif. Sebab robot Da Vinci XI ini saat digunakan hasilnya efisien, minimal invasif, serta masa pemulihannya sangat cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan