Minggu, 25 JANUARI 2026 • 15:15 WIB

Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Merusak Kesehatan Tiroid

Author

Ilustrasi gangguan pada tiroid atau hipotiroidisme (Pixabay/Anastasia Gepp)

INDOZONE.ID - Kebiasaan sehari-hari yang kerap dianggap sepele, mulai dari pola makan hingga jam tidur, ternyata dapat berdampak besar pada keseimbangan hormon tubuh, termasuk kesehatan kelenjar tiroid

Jika dilakukan terus-menerus, gaya hidup yang tidak sehat berpotensi memicu gangguan metabolisme, dan masalah hormonal jangka panjang. Kelenjar tiroid punya peran penting dalam tubuh. 

Menurut Johns Hopkins Medicine, organ ini berfungsi mengatur tekanan darah, suhu tubuh, denyut jantung, metabolisme, serta respons tubuh terhadap hormon lain. 

Gangguan pada tiroid, dapat muncul dalam berbagai bentuk. Mulai dari hipertiroidisme, hipotiroidisme, tiroiditis Hashimoto, nodul atau tumor tiroid, hingga kanker tiroid.

Untuk memahami kebiasaan apa saja yang dapat meningkatkan risiko gangguan tiroid, Konsultan Diabetes dan Endokrinologi di Manipal Hospital, Bhubaneshwar, Dr. Ankita Tiwari, memberikan penjelasannya.

Baca juga: Awas! Gangguan Tiroid pada Wanita Bisa Pengaruhi Kesuburan dan Kehamilan

5 Kebiasaan Harian yang Bisa Merusak Kesehatan Tiroid

Tiwari mengungkapkan, ada lima kebiasaan harian yang sebaiknya dihindari, karena dapat berdampak buruk pada kesehatan tiroid.

1. Tidur Kurang dari Tujuh Jam

Kurang tidur menjadi kebiasaan pertama yang disoroti. Tubuh memerlukan waktu istirahat yang cukup, agar sistem hormonal dapat melakukan pemulihan dan penyesuaian secara optimal.

Jika seseorang tidak memiliki jadwal tidur yang teratur atau secara konsisten tidur kurang dari tujuh jam setiap malam, ritme alami produksi hormon tiroid dapat terganggu,” ucap Tiwari, dikutip dari Hindustan Times.

Akibatnya, tubuh akan kesulitan menjaga keseimbangan hormon tiroid dan memanfaatkannya dengan baik,” sambungnya.

Ilustrasi stres kerja. (freepik)

2. Stres Berkepanjangan

Stres sering kali dianggap sebagai bagian tidak terpisahkan dari kehidupan modern. Namun, stres yang berlangsung dalam jangka panjang, dapat mengganggu sistem pengaturan hormon dalam tubuh.

Menurut Tiwari, stres kronis memberikan tekanan berlebih pada sistem regulasi tubuh. Sehingga, hal itu dapat mengubah sinyal yang dikirim ke kelenjar tiroid terkait produksi hormon. 

Kondisi inilah yang berisiko memicu gangguan fungsi tiroid secara bertahap.

3. Sering Melewatkan Waktu Makan

Tren diet yang mendorong kebiasaan melewatkan makan, baik melalui puasa ekstrem maupun pembatasan kalori berlebihan, juga dapat berdampak negatif pada kesehatan hormonal.

Menjalani diet ekstrem, atau mengonsumsi kurang dari 1.000 kalori per hari, tubuh akan menganggap kondisi tersebut sebagai sinyal untuk menghemat energi. Hal ini dapat memperlambat fungsi metabolisme yang berkaitan dengan kinerja tiroid,” ujar Tiwari.

Ia mengingatkan, konsumsi makanan olahan, gula tambahan, dan lemak tidak sehat, dapat memicu peradangan ringan dalam tubuh. Hal itu nantinya akan mengganggu keseimbangan hormon. 

Selain itu, kekurangan nutrisi penting juga dapat membuat fungsi tiroid tidak berjalan optimal.

Baca juga: Waspada! Gangguan Tiroid Saat Hamil, Bisa Berdampak pada Ibu dan Bayi

4. Mengonsumsi Suplemen Tanpa Pengawasan Medis

Suplemen kesehatan kini semakin populer dan sering diklaim mampu meningkatkan energi atau menurunkan berat badan. Namun, konsumsi tanpa panduan medis, justru dapat menimbulkan risiko.

Suplemen bisa berbahaya jika dikonsumsi tanpa pengawasan yang tepat. Dalam banyak kasus, dampak negatifnya bisa lebih besar dibandingkan manfaatnya, terutama jika digunakan untuk tujuan penurunan berat badan atau peningkatan energi,” kata Tiwari.

Ia menegaskan, suplemen sebaiknya hanya dikonsumsi berdasarkan anjuran tenaga medis. Hal ini agar tidak memicu efek samping atau gangguan hormonal, termasuk pada kelenjar tiroid.

Ilustrasi pemeriksaan tiroid (freepik)

5. Kurang Aktivitas Fisik

Kebiasaan terakhir yang disoroti adalah kurangnya aktivitas fisik. Minim bergerak dapat memicu gangguan metabolisme dan peradangan dalam tubuh, yang secara tidak langsung turut memengaruhi kesehatan tiroid.

Tiwari menekankan, olahraga teratur berperan penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme dan fungsi hormonal secara keseluruhan.

Pentingnya Perubahan Gaya Hidup

Gangguan tiroid tidak selalu muncul secara tiba-tiba, melainkan sering kali merupakan hasil dari akumulasi kebiasaan tidak sehat dalam jangka panjang. 

Oleh karena itu, memperbaiki pola tidur, mengelola stres, menjaga asupan nutrisi seimbang, berhati-hati dalam mengonsumsi suplemen, serta rutin beraktivitas fisik, menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tiroid.

Para ahli mengingatkan, perubahan gaya hidup sederhana namun konsisten, dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan hormonal dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU