Minggu, 25 JANUARI 2026 • 17:15 WIB

Batuk Gak Kunjung Sembuh? Waspada 5 Tanda Awal Kanker Paru yang Jarang Disadari

Author

Ilustrasi kanker paru-paru (freepik)

INDOZONE.ID - Nyatanya, kanker paru masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia. 

Berdasarkan data Program Registri Kanker Nasional serta studi yang didukung Indian Council of Medical Research, penyakit ini menyumbang sekitar 9,3 persen dari seluruh kasus kanker di India.

Kanker paru juga tercatat sebagai jenis kanker yang paling umum, terutama pada kelompok usia lanjut.

Masalah utama kanker paru adalah, gejalanya kerap samar pada tahap awal. Sehingga, banyak kasus baru terdeteksi ketika penyakit sudah berkembang. 

Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan penanganan, dan menurunkan peluang hidup pasien.

Baca juga: Penelitian: Polusi Udara Picu Kanker Paru-Paru pada Non-Perokok di Indonesia

Padahal, deteksi dini memegang peran krusial dalam keberhasilan pengobatan kanker paru.

Jika kanker paru ditemukan lebih awal, pengobatan menjadi lebih efektif, dan gejala dapat dikendalikan dengan dampak yang lebih minimal terhadap kesehatan secara keseluruhan,” ujar Dokter Spesialis Onkologi Medis Senior, Indoo Ammbulkar, dikutip dari Hindustan Times.

Bahkan gejala yang tampak ringan sekalipun tidak boleh diabaikan karena dapat membantu mencegah perkembangan kanker dan mempercepat dimulainya pengobatan,” sambungnya.

Lima Gejala Awal Kanker Paru yang Perlu Diwaspadai

Berhenti merokok atau kanker paru. (Freepik).

Para dokter mengingatkan, beberapa gejala kanker paru dapat menyerupai gangguan kesehatan ringan. Namun, bila berlangsung terus-menerus, kondisi ini perlu mendapat perhatian medis segera, termasuk pada orang yang tidak merokok.

1. Batuk berkepanjangan atau perubahan pola batuk

Batuk adalah keluhan umum, tetapi batuk yang tidak kunjung sembuh atau mengalami perubahan karakter, dapat menjadi sinyal bahaya.

Jika batuk berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu tanpa sebab yang jelas, kondisi ini perlu diperiksa,” kata Ammbulkar.

Studi dari Cancer Research UK dan National Health Service (NHS) menunjukkan, batuk kronis merupakan salah satu gejala kanker paru yang sering ditemukan. 

Data dari CHEST Journal mencatat, sekitar 0,2 persen orang dengan batuk lebih dari tiga minggu, terdiagnosis kanker paru.

Batuk yang disertai dahak, nyeri dada, atau semakin berat, juga perlu segera dievaluasi oleh tenaga kesehatan.

2. Suara serak berkepanjangan

Perubahan suara yang terjadi tanpa sebab jelas, seperti flu atau penggunaan suara berlebihan, dapat menjadi tanda gangguan serius.

Suara serak yang tidak membaik perlu dievaluasi,” ujar Ammbulkar.

Tumor paru dapat memengaruhi saraf yang mengontrol pita suara, sehingga menyebabkan perubahan suara. Konsultasi medis dianjurkan, jika kondisi ini berlangsung lebih dari beberapa minggu.

Baca juga: Penyakit Mematikan, Ini Cara Mengurangi Risiko Kanker Paru

3. Penurunan berat badan tanpa sebab jelas

Penurunan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba, juga patut dicurigai.

Sel kanker dapat mengubah metabolisme tubuh dan cara tubuh menggunakan energi,” tutur Ammbulkar.

Jika berat badan turun lebih dari 5 persen dalam waktu singkat, tanpa perubahan pola makan atau aktivitas, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.

4. Sesak napas atau napas berbunyi (mengi)

Ilustrasi orang yang sesak napas akibat kanker paru. (Photo/Ilustrasi/frepiik)

Di sisi lain, merasa cepat kehabisan napas saat melakukan aktivitas ringan, seperti menaiki tangga, tidak boleh dianggap sepele. Tumor paru dapat menghambat saluran napas, atau memicu peradangan pada jaringan paru.

Perubahan pola pernapasan harus selalu diperiksakan,” kata dokter umum, Rashmi Tarachandani. 

Ia menjelaskan, kondisi ini bisa menandakan paru-paru mengalami penyumbatan atau peradangan. Meski tidak selalu kanker, pemeriksaan dini penting untuk memastikan penyebabnya.

5. Nyeri pada tubuh

Nyeri yang menetap di dada, punggung, atau bahu, tidak selalu berkaitan dengan kelelahan atau proses penuaan.

Nyeri yang berlangsung lama, terutama jika memburuk pada malam hari, perlu diwaspadai,” ujar Tarachandani.

Kanker paru dapat menimbulkan nyeri akibat pembesaran kelenjar getah bening, atau penyebaran tumor ke jaringan di sekitarnya. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti keluhan ini.

Siapa yang Berisiko Lebih Tinggi?

Meski kanker paru dapat terjadi pada siapa saja, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi. American Cancer Society merekomendasikan skrining kanker paru untuk usia 55–74 tahun dengan risiko tinggi.

Terlebih, bagi perokok aktif, mantan perokok yang berhenti dalam 15 tahun terakhir, atau mereka dengan riwayat merokok berat.

Namun, para ahli menekankan, nonperokok juga tidak kebal terhadap kanker paru. Paparan polusi udara, asap rokok, dan faktor lingkungan lainnya, tetap dapat meningkatkan risiko.

Kesadaran dan kewaspadaan terhadap gejala awal sangat penting. Deteksi dini dapat memperluas pilihan pengobatan dan meningkatkan hasil klinis,” ucap Tarachandani. 

Deteksi Dini Selamatkan Nyawa

Mengenali perbedaan antara keluhan ringan dan tanda peringatan kanker paru, dapat membantu mencegah keterlambatan diagnosis. 

Batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri yang tidak biasa, suara serak, serta penurunan berat badan tanpa sebab, jelas merupakan sinyal tubuh yang tidak boleh diabaikan.

Dengan pemeriksaan medis yang tepat dan penanganan sejak dini, peluang hidup pasien kanker paru dapat meningkat secara signifikan. 

Oleh karena itu, kesadaran masyarakat menjadi langkah awal yang krusial, dalam menekan angka kematian akibat penyakit ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU