Minggu, 25 JANUARI 2026 • 12:30 WIB

MCU Aja Gak Cukup, Tes Genomik Jadi Kunci Deteksi Risiko Penyakit Sejak Dini

Author

CEO Eka Hospital drg Rina Setiawati dan Hospital Director Eka Hospital MT Haryono dr Sheirly Novan Indra bicara soal pentingnya tes genomik dan habit masyarakat cegah penyakit. (Dewi Kania/Z Creators)

INDOZONE.ID - Akibat lifestyle, banyak masyarakat yang akan mengidap suatu penyakit serius di masa mendatang. Karena itu, betapa pentingnya Medical Check Up (MCU) rutin dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah beragam penyakit. 

Tapi lebih akurat lagi kalau kamu melakukan tes genomik dibarengi dengan MCU. Pernahkah kamu mencobanya?

Manfaat Tes Genomik

Pemeriksaan genomik merupakan salah satu metode terkini untuk tes kesehatan guna mendeteksi suatu penyakit. Mulanya genomik identik dengan penyakit kanker, tapi karena berkembangnya teknologi, tes genomik kini punya banyak manfaat.

Dikutip dari Hindustan Times, tes genomik membantu menentukan keterkaitan antara gen, nutrisi, dan kesehatan. Atau juga memberikan gambaran dasar untuk mencapai kesehatan dan kebugaran yang optimal, serta mengungkap mengapa nutrisi atau pola diet tertentu cocok untuk seseorang, tetapi tidak efektif bagi orang lain.

Genomik merupakan ilmu yang mempelajari genom (informasi genetik yang tersimpan dalam DNA). Pada setiap manusia terjadi perbedaan DNA sebesar 0,1%. 

Perbedaan itulah yang menimbulkan adanya perbedaan seperti warna rambut, warna kulit, bentuk mata, metabolisme tubuh termasuk kecenderungan risiko penyakit.

Sementara itu, Hospital Director Eka Hospital MT Haryono dr Sheirly Novan Indra mengatakan, tes genomik ini bisa disebut juga skrining dan diagnosis penyakit kompleks. Manfaatnya mengetahui risiko dan kecenderungan terhadap penyakit tertentu, mengidentifikasi pola penyakit turunan, hingga membantu menyusun rencana perawatan yang lebih tepat.

“Layanan genomic bisa memetakan risiko penyakit di masa yang akan datang dan itu jadi salah satu teknologi yang kami unggulkan,” ujarnya dalam Press Conference Grand Opening Eka Hospital MT Haryono di Jakarta, baru-baru ini.

Baca juga: Medical Check Up Gak Cukup Cegah Penyakit, Cobalah Deteksi Kesehatan Lewat Tes Genomik

Tes Genomik yang Canggih di Masa Kini

Ia menambahkan, bahwa RS terbaru Eka Hospital di MT Haryono ini dilengkapi dengan laboratorium genomik pertama di Indonesia. Dilengkapi juga dengan perangkat diagnostik, terapi mutakhir, serta dokter yang handal.

“Kehadiran rumah sakit ini akan memberikan nilai tambah bagi pasien dari sisi kualitas klinis dan kolaborasi antar spesialis. Dengan dukungan teknologi medis terkini dan kolaborasi lintas disiplin, kami dapat memberikan penanganan yang lebih akurat, cepat,” kata dr Sheirly.

Lebih lanjut, tambah dr Sheirly, tes ini juga dapat mengungkap kecenderungan kekurangan atau kelebihan nutrisi, sensitivitas terhadap makanan tertentu, serta risiko penyakit yang berkaitan dengan nutrisi.

“Saat ini berkembang tes genomik jadi kita bisa melihat kapan ada risiko. Genomik kita bisa melihat peluang risiko penyakit, ketepatan nutrisi, dan banyak lagi. Mengingat teknologi kedokteran sangat dinamis dan genomik mampu untuk bantu seseorang cegah penyakit,” ujarnya lagi.

Baca juga: Mengintip Laboratorium Genomik yang Bisa Mendeteksi Lebih dari 100 Jenis Tes Kesehatan

Habit Masyarakat untuk Cegah Penyakit

Bicara soal habit masyarakat, ketika datang ke rumah sakit kini bukan hanya kuratif atau berobat saja. Khususnya di kalangan generasi muda yang banyak ingin tahu tentang kondisi tubuhnya, sehingga mereka datang untuk MCU. 

Tak sedikit orang yang datang untuk melakukan MCU berbasis teknologi. Bahkan berdasarkan data dari Eka Hospital Group, yang telah melayani lebih dari 75.000 pasien MCU per tahun.

“Kita sama-sama melihat bahwa generasi muda ini sekarang perlu dikuatkan promotif dan preventif, khususnya Eka Hospital akan mengambil peran. Kami di sini memiliki layanan langsung untuk kita bisa memprediksi dan mencoba penyakit-penyakit yang akan muncul di zaman-zaman lain,” ujar CEO Eka Hospital drg Rina Setiawati. 

Menurut drg Rina, dengan promotif dan preventif yang baik, awareness masyarakat untuk mencegah suatu penyakit akan meningkat. Edukasi pun terus digencarkan agar generasi muda semakin memahami betapa pentingnya mencegah penyakit yang bisa menurunkan kualitas hidupnya. 

“Kita seharusnya edukasi untuk terus meningkatkan awareness terhadap kesehatan dan ini penting untuk masa yang akan datang,” tutup drg Rina.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU