Cara Membedakan Sesak Napas Gejala Serangan Jantung dan Gerd, Biar Nggak Bingung Walaupun Mirip!
INDOZONE.ID - Cara membedakan gejala serangan jantung dan GERD penting untuk dipahami karena keduanya sama-sama bisa menimbulkan nyeri dada dan sesak napas.
Sekilas keluhannya terasa mirip, sehingga tidak jarang membuat seseorang bingung dan panik. Padahal, penyebab serta tingkat bahayanya sangat berbeda dan membutuhkan penanganan yang tidak sama.
Dengan mengenali gejala khas masing-masing kondisi, kamu bisa lebih cepat mengambil langkah yang tepat dan tidak terlambat mencari bantuan medis, berikut penjelasannya.
Perbedaan Gejala Serangan Jantung dan Gerd
Memang pada dasarnya gejala kedua penyakit ini (serangan jantung dan gerd ) sekilas terasa mirip. Nah, kedua penyakit ini punya gejala yang sama yaitu napas terasa berat, tetapi penyebab dan tanda penyertanya berbeda.
Nah, berikut perbedaannya.
Sesak Napas Akibat Penyakit Jantung
Sesak napas yang berkaitan dengan gangguan jantung umumnya terasa berat dan datang bersamaan dengan nyeri dada seperti ditekan atau dihimpit.
Rasa nyeri ini sering menjalar ke bagian tubuh lainnya, seperti lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.
Baca juga: Serangan Jantung Mengintai Gen Z, Ini 9 Kebiasaan yang Harus Diubah
Selain itu, sesak napas akibat jantung biasanya disertai gejala sistemik seperti keringat dingin, mual atau muntah. Bahkan tandanya bisa disertai pusing hingga hampir pingsan, kelelahan ekstrim, serta detak jantung yang cepat atau tidak teratur.
Pada sebagian orang, keluhannya juga memburuk saat berbaring atau tidur karena adanya penumpukan cairan di paru-paru, terutama pada kondisi gagal jantung yang sering disertai pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki.
Dari segi waktu, sesak napas akibat jantung cenderung muncul mendadak, bisa saat beraktivitas, stres, atau di malam hari, dan tidak selalu membaik hanya dengan istirahat.
Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat menandakan keadaan darurat medis.
Sesak Napas Akibat Asam Lambung (GERD)
Berbeda dengan penyakit jantung, sesak napas akibat GERD biasanya berkaitan erat dengan gangguan pencernaan.
Keluhan ini sering muncul bersama rasa panas atau terbakar di dada (heartburn), perut kembung, sering bersendawa, serta rasa asam atau pahit di mulut.
Baca juga: Jangan Remehkan! Kenali 13 Makanan Pilihan untuk Penderita GERD, Ampuh Redakan Asam Lambung Naik
Selain itu, tidak ada sensasi dada tertekan atau nyeri menjalar seperti pada serangan jantung.
Sesak napas pada GERD juga umumnya timbul setelah makan berat atau mengonsumsi makanan pemicu seperti pedas, asam, atau berlemak, dan terasa lebih jelas saat berbaring atau menjelang malam.
Lebih dari itu, gejalanya berkembang perlahan, bukan muncul tiba-tiba.
Nah, GERD juga dapat memicu batuk kering kronis, napas berbunyi, atau napas terasa pendek, terutama di malam hari, tanpa disertai keringat dingin atau pusing berat.
Ciri pembeda lainnya, sesak napas akibat asam lambung sering membaik saat duduk tegak, beristirahat, atau setelah mengonsumsi obat antasida.
Mengapa Penting untuk Dapat Membedakan Keduanya?
Membedakan sesak napas akibat penyakit jantung dan asam lambung sangat penting karena keduanya membutuhkan penanganan yang berbeda secara mendasar.
Jika sesak napas disebabkan oleh gangguan jantung, seperti serangan jantung atau gagal jantung, penanganan medis darurat harus segera dilakukan untuk mencegah kondisi yang mengancam nyawa.
Sebaliknya, apabila gejala berasal dari asam lambung (GERD), perubahan pola makan, pengelolaan stres, serta penggunaan obat antasida dapat menjadi langkah awal yang efektif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Heartology.id