INDOZONE.ID - Kolonoskopi adalah prosedur medis yang digunakan untuk memeriksa kondisi usus besar secara langsung dengan bantuan selang berkamera.
Meski sering terdengar menakutkan, pemeriksaan ini justru berperan penting dalam mendeteksi berbagai masalah pencernaan sejak dini, termasuk kanker usus besar.
Melalui kolonoskopi, dokter dapat melihat, mendiagnosis, bahkan menangani kelainan pada usus dalam satu tindakan.
Pemeriksaan ini biasanya dianjurkan bagi orang dengan keluhan tertentu atau mereka yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit usus.
Nah, penting bagi kamu untuk memahami prosedur dan manfaat kolonoskopi agar bisa membantu penderita lebih tenang dan siap menjaga kesehatan. Berikut informasi lengkapnya.
Manfaat Kolonoskopi
Nah, sebelum kamu mengetahui prosedur apa saja untuk menjalankan operasi kolonoskopi ini, berikut manfaatnya.
1. Mengangkat polip sebelum jadi masalah
Saat pemeriksaan, dokter bisa langsung mengangkat polip yang ditemukan. Langkah ini penting karena polip yang awalnya jinak bisa berkembang menjadi kanker jika dibiarkan terlalu lama.
2. Mengetahui dan menangani penyakit usus
Kolonoskopi membantu mendiagnosis berbagai kondisi seperti kolitis, penyakit Crohn, atau divertikulosis. Dalam proses yang sama, dokter juga bisa melakukan tindakan medis, seperti biopsi atau menghentikan perdarahan.
4. Mencari penyebab keluhan pencernaan
Baca juga: 5 Penyakit Sistem Pencernaan yang Muncul Akibat Banjir, Lengkap dengan Gejalanya
Jika kamu mengalami perdarahan dari anus, nyeri perut, perubahan pola buang air besar, atau berat badan turun tanpa sebab jelas, kolonoskopi membantu dokter menemukan sumber masalah dengan lebih akurat.
5. Memantau kondisi usus secara berkala
Bagi orang dengan riwayat penyakit usus, pemeriksaan rutin berguna untuk melihat perkembangan kondisi, tingkat peradangan, serta efektivitas pengobatan yang sedang dijalani.
6. Mencegah kanker usus besar
Kolonoskopi bukan hanya untuk diagnosis, tetapi juga pencegahan. Dengan skrining rutin, polip berisiko bisa ditemukan dan diangkat sebelum berubah menjadi kanker.
7. Mengatasi masalah langsung di usus besar
Dalam kondisi tertentu, kolonoskopi juga digunakan untuk tindakan medis, seperti memasang stent atau mengeluarkan benda asing, tanpa perlu operasi besar.
Prosedur Kolonoskopi
Bagi kamu yang harus melakukan operasi ini, berikut beberapa prosedurnya.
Baca juga: Tanda-tanda Kanker Usus Besar, Jangan Anggap Remeh karena Bisa Muncul di Usia Muda!
- Kamu akan diminta mengganti pakaian dengan pakaian khusus rumah sakit. Dokter atau perawat akan menjelaskan prosedur secara singkat dan memberi kesempatan untuk bertanya jika ada hal yang membuatmu khawatir.
- Sebelum pemeriksaan dimulai, kamu akan diberi obat penenang melalui suntikan atau infus agar tubuh lebih rileks dan tetap nyaman selama prosedur berlangsung.
- Kamu akan diminta berbaring miring ke sisi kiri dengan lutut ditekuk ke arah dada untuk memudahkan dokter melakukan pemeriksaan.
- Dokter memasukkan kolonoskop, yaitu selang fleksibel berkamera, melalui rektum menuju usus besar untuk melihat kondisi saluran pencernaan bagian bawah secara langsung.
- Selama alat bergerak, dokter akan memeriksa adanya polip, peradangan, atau kelainan lain. Jika diperlukan, dokter bisa mengambil sampel jaringan (biopsi) atau langsung mengangkat polip kecil saat itu juga.
Selama prosedur, kamu mungkin merasakan sedikit kram atau tekanan di perut. Namun, efek obat penenang biasanya membuat rasa tidak nyaman ini tetap ringan dan bisa ditoleransi.
Itu dia informasi mengenai kolonoskopi, semoga bermanfaat ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eka Hospital, Cleveland Clinic