Rabu, 28 JANUARI 2026 • 11:15 WIB

Sistem Peredaran Darah Manusia: Pengertian, Fungsi, Jenis, Organ, dan Gangguan yang Perlu Dipahami

Author

Ilustrasi sistem peredaran darah. (Healthshots)

INDOZONE.ID - Sistem peredaran darah manusia merupakan salah satu sistem paling penting dalam tubuh yang bekerja tanpa henti sepanjang hidup. 

Tanpa sistem peredaran darah yang sehat, berbagai organ tubuh tidak akan mampu menjalankan fungsinya secara optimal.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang belum sepenuhnya memahami bagaimana cara kerja sistem peredaran darah manusia, dan mengapa sistem ini sangat menentukan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Berikut penjelasannya.

Baca juga: Cara Membedakan Sesak Napas Gejala Serangan Jantung dan Gerd, Biar Nggak Bingung Walaupun Mirip!

Pengertian Sistem Peredaran Darah Manusia

Ilustrasi peredaran darah. (Healthshots)

Sistem peredaran darah manusia adalah, sistem transportasi internal yang berfungsi mengedarkan darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh, dan kembali lagi ke jantung. 

Sistem ini dikenal juga sebagai sistem kardiovaskular karena melibatkan dua komponen utama, yaitu jantung sebagai pemompa darah dan pembuluh darah sebagai saluran peredaran.

Melalui sistem peredaran darah, tubuh memperoleh suplai oksigen dari paru-paru dan nutrisi dari sistem pencernaan. 

Selain itu, sistem ini juga bertugas mengangkut hormon dari kelenjar endokrin ke organ target, serta membawa sisa metabolisme, seperti karbon dioksida dan urea, untuk dikeluarkan dari tubuh. 

Dengan kata lain, sistem peredaran darah berperan sebagai jalur distribusi utama yang menjaga keseimbangan, dan keberlangsungan proses kehidupan di dalam tubuh manusia.

Baca juga: Penyebab dan Gejala Henti Jantung yang Sering Diremehkan, Jangan Sampai Telat Sadar!

Fungsi Sistem Peredaran Darah Manusia

Secara umum, fungsi sistem peredaran darah manusia tidak hanya sebatas mengalirkan darah, tetapi juga mendukung berbagai proses penting dalam tubuh. Berikut beberapa fungsi utama sistem peredaran darah:

1. Mengedarkan oksigen ke seluruh sel tubuh

Oksigen yang dihirup melalui paru-paru akan diikat oleh sel darah merah dan diedarkan ke seluruh jaringan tubuh untuk menunjang proses metabolisme.

2. Mengangkut nutrisi hasil pencernaan

Zat gizi yang diserap oleh usus, seperti glukosa, asam amino, dan lemak, akan dibawa oleh darah menuju sel-sel tubuh sebagai sumber energi dan bahan pembangun.

3. Menyalurkan hormon

Hormon yang diproduksi oleh kelenjar endokrin diedarkan melalui darah untuk mengatur berbagai fungsi tubuh, seperti pertumbuhan, metabolisme, dan reproduksi.

4. Membawa sisa metabolisme

Darah mengangkut sisa metabolisme, termasuk karbon dioksida dan zat beracun, menuju organ ekskresi seperti paru-paru dan ginjal.

5. Menjaga kestabilan suhu tubuh

Sistem peredaran darah membantu mendistribusikan panas ke seluruh tubuh sehingga suhu tubuh tetap stabil.

6. Mendukung sistem kekebalan tubuh

Sel darah putih dan antibodi yang beredar dalam darah berperan penting dalam melawan infeksi dan penyakit.

Melalui fungsi-fungsi tersebut, sistem peredaran darah menjadi fondasi utama bagi kesehatan dan kelangsungan hidup manusia.

Jenis Peredaran Darah Besar dan Kecil

Berdasarkan jalur peredarannya, sistem peredaran darah manusia dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu jenis peredaran darah besar dan kecil.

Kedua jenis peredaran darah ini saling berkaitan dan bekerja secara berkesinambungan.

Peredaran darah besar merupakan aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung. Proses ini dimulai ketika darah yang kaya oksigen dari paru-paru masuk ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis.

Dari serambi kiri, darah diteruskan ke bilik kiri jantung. Selanjutnya, bilik kiri memompa darah melalui pembuluh darah utama, yaitu aorta, menuju seluruh jaringan dan organ tubuh. 

Di jaringan tubuh, darah melepaskan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk menjalankan aktivitasnya.

Setelah oksigen dan nutrisi digunakan, darah yang mengandung karbon dioksida dan sisa metabolisme akan kembali ke jantung melalui pembuluh vena. 

Darah tersebut masuk ke serambi kanan jantung untuk selanjutnya menjalani proses peredaran darah kecil.
Peredaran Darah Kecil (Sirkulasi Pulmonal)

Peredaran darah kecil adalah aliran darah dari jantung menuju paru-paru dan kembali lagi ke jantung.

Proses ini dimulai ketika darah dari seluruh tubuh, yang mengandung karbon dioksida masuk ke serambi kanan jantung melalui vena cava.

Dari serambi kanan, darah diteruskan ke bilik kanan dan dipompa menuju paru-paru melalui arteri pulmonalis. Di paru-paru terjadi pertukaran gas, yaitu pelepasan karbon dioksida dan pengambilan oksigen. 

Darah yang sudah kaya oksigen kemudian kembali ke jantung melalui vena pulmonalis dan masuk ke serambi kiri untuk diedarkan kembali ke seluruh tubuh.

Organ Penyusun Sistem Peredaran Darah

Agar sistem peredaran darah dapat bekerja secara optimal, terdapat beberapa organ penyusun sistem peredaran darah yang saling bekerja sama dan tidak dapat dipisahkan.

Jantung

Jantung merupakan organ vital yang berfungsi sebagai pompa utama darah. Organ ini terletak di rongga dada sebelah kiri dan berukuran kira-kira sebesar kepalan tangan orang dewasa.

Jantung memiliki empat ruang, yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel). Serambi berfungsi menerima darah, sedangkan bilik bertugas memompa darah keluar dari jantung. 

Jantung juga dilengkapi dengan katup yang berfungsi mencegah aliran balik darah sehingga peredaran darah tetap satu arah.

Pembuluh Darah

Pembuluh darah berfungsi sebagai saluran tempat darah mengalir. Pembuluh darah terbagi menjadi tiga jenis utama:

- Arteri, yaitu pembuluh darah yang membawa darah keluar dari jantung menuju jaringan tubuh
- Vena, yaitu pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung
- Kapiler, yaitu pembuluh darah halus tempat terjadinya pertukaran oksigen, nutrisi, dan zat sisa antara darah dan sel tubuh

Darah

Darah adalah komponen utama sistem peredaran darah yang berfungsi sebagai media pengangkut. Darah terdiri atas plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. 

Setiap komponen memiliki peran penting, mulai dari mengangkut oksigen, menjaga kekebalan tubuh, hingga membantu proses pembekuan darah.

Cara Kerja Sistem Peredaran Darah Manusia

Secara umum, cara kerja sistem peredaran darah manusia bergantung pada irama detak jantung. Setiap detakan jantung menyebabkan darah dipompa ke pembuluh darah dan mengalir ke seluruh tubuh.

Saat tubuh melakukan aktivitas fisik, jantung akan berdetak lebih cepat dan kuat untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi yang meningkat. Sebaliknya, ketika tubuh beristirahat, denyut jantung akan melambat. 

Mekanisme ini menunjukkan, sistem peredaran darah bersifat dinamis dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan tubuh.

Gangguan dan Penyakit Sistem Peredaran Darah

Meskipun memiliki peran vital, sistem peredaran darah tidak luput dari berbagai gangguan. Gangguan dan penyakit sistem peredaran darah dapat disebabkan oleh faktor genetik, pola hidup tidak sehat, hingga penyakit tertentu.

Beberapa gangguan yang umum terjadi antara lain:

- Hipertensi atau tekanan darah tinggi
- Aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak)
- Penyakit jantung koroner
- Gagal jantung
- Stroke
- Aritmia atau gangguan irama jantung
- Anemia
- Trombosis dan emboli

Gangguan tersebut dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik, bahkan berisiko mengancam nyawa.

Sistem peredaran darah manusia memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup. 

Menjalani pola hidup sehat, mengatur pola makan, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, merupakan langkah penting untuk menjaga sistem peredaran darah tetap bekerja secara optimal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthshots.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU