Ilustrasi sakit gigi (Pexels/Andrea Piacquadio)
INDOZONE.ID - Penyakit sakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi secara global, dan di Indonesia, angkanya terus meningkat.
Selain faktor gaya hidup klasik, kini dunia medis menyoroti peradangan kronis sebagai ancaman senyap. Lalu, benarkah pertanyaan bahwa sakit gigi bisa sebabkan sakit jantung?
Infeksi kronis pada gigi dan mulut telah terbukti berkontribusi terhadap risiko sakit jantung melalui mekanisme inflamasi sistemik.
Infeksi kronis yang terjadi pada gigi, seperti abses atau radang gusi, dapat memicu reaksi peradangan menyeluruh dalam tubuh.
Reaksi inflamasi ini kemudian berdampak buruk pada pembuluh darah dan jaringan jantung.
Baca juga: Kenapa Bau Mulut Tetap Muncul Setelah Sikat Gigi? Kenali 7 Penyebab Bau Mulut yang Sering Terabaikan
Bakteri penyebab sakit gigi dapat dengan mudah masuk ke aliran darah (bakteremia). Kondisi inilah yang membuka peluang terjadinya penyakit sakit jantung koroner serta peradangan pada katup jantung.
Peradangan sistemik yang dipicu oleh infeksi gigi dapat mempercepat proses aterosklerosis (penumpukan plak di pembuluh darah), yang merupakan akar dari banyak kasus sakit jantung. Dengan mengendalikan infeksi gigi, risiko peradangan ini dapat ditekan.
Endokarditis adalah infeksi serius yang menyerang lapisan dalam jantung atau endokardium, seringkali menargetkan katup jantung yang sudah rusak.
Ilustrasi Sakit Gigi (Photo/istock/AndreyPopov)
Mikroorganisme utama penyebab endokarditis adalah bakteri, meski jamur dan virus juga dapat menjadi pemicu pada kondisi tertentu.
Ini adalah kondisi serius yang menjadi alasan mengapa sakit gigi bisa sebabkan sakit jantung.
Endokarditis menyebabkan terbentuknya vegetasi pada katup jantung. Vegetasi ini adalah gumpalan yang berisi bakteri dan sisa pembekuan darah.
Kerusakan katup jantung akibat vegetasi dapat mengganggu aliran darah normal, dan yang lebih berbahaya, vegetasi dapat terlepas menjadi emboli ke organ lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline