Jus jeruk (Pexels/Breakingpic)
INDOZONE.ID - Menjaga kesehatan jantung tidak selalu harus rumit. Salah satu cara sederhana yang kini menarik perhatian peneliti adalah, dengan rutin mengonsumsi jus jeruk.
Minuman populer ini ternyata menyimpan beragam manfaat bagi jantung, jika dilihat dari sudut pandang molekuler.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Molecular Nutrition & Food Research menemukan, jus jeruk memengaruhi ekspresi gen yang berkaitan dengan kesehatan jantung.
Penelitian ini menunjukkan, jus jeruk mampu menekan proses-proses yang merugikan, sekaligus mendorong aktivitas biologis yang bermanfaat bagi sistem kardiovaskular.
Dalam studi tersebut yang dikutip dari Medical News Today, jus jeruk terbukti menurunkan aktivitas gen yang berhubungan dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Kondisi ini diketahui meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan gagal jantung.
Baca juga: 4 Manfaat Jus Jeruk untuk Sistem Imun
Tidak hanya itu, jus jeruk juga menekan ekspresi gen inflamasi. Peradangan kronis dapat memicu kejadian kardiovaskular.
Cara kerjanya, dengan menyempitkan dan merusak pembuluh darah, serta mempercepat pembentukan plak berbahaya.
Di sisi lain, jus jeruk justru meningkatkan aktivitas gen yang berperan dalam metabolisme lemak. Artinya, tubuh menjadi lebih efisien dalam memproses dan menyimpan lemak.
Penelitian ini juga menemukan, manfaat jus jeruk dapat berbeda tergantung tipe tubuh. Pada individu dengan kelebihan berat badan, jus jeruk lebih optimal dalam meningkatkan metabolisme lemak.
Ilustrasi jus jeruk. (freepik.com) (freepik/zerbaijan-stockers)
Sementara itu, pada individu dengan berat badan normal, efek penurunan peradangan sistemik terlihat lebih signifikan.
Penulis utama studi, Layanne Nascimento Fraga, PhD, dari Food Research Center dan School of Pharmaceutical Sciences, University of Sao Paulo, Brasil, menjelaskan, keunikan penelitian ini terletak pada pendekatan transkriptomik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today