Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 10:20 WIB

Daddy Issues Itu Apa, Sih? Ini Penyebab dan Dampaknya ke Hubungan yang Jarang Disadari

Author

ilsutrasi anak tidak dekat dnegan ayah (freepik)

INDOZONE.ID - Pernah dengar istilah daddy issues, tapi masih bingung apa sebenarnya maknanya? 

Istilah ini sering muncul di percakapan sehari-hari, terutama saat membahas pola hubungan dan luka emosional masa lalu.

Meski bukan istilah klinis, dalam psikologi daddy issues merujuk pada dampak emosional dari hubungan yang kurang sehat dengan figur ayah di masa kecil.

Pengalaman tersebut dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri, membangun kedekatan, hingga menjalani hubungan romantis saat dewasa.

Tanpa disadari, luka emosional yang belum pulih bisa membentuk pola hubungan yang tidak sehat.

Oleh karena itu, penting memahami penyebab dan dampaknya agar hubungan yang dijalani lebih sehat dan sadar, berikut penjelasannya 

Pengertian Dady Issue 

Daddy issues bukan istilah klinis resmi, tetapi dalam psikologi sering dipakai untuk menggambarkan dampak emosional dari hubungan yang kurang sehat atau traumatis dengan figur ayah.

Istilah ini merujuk pada kondisi ketika kebutuhan emosional di masa kecil, seperti rasa aman, perhatian, dan dukungan tidak terpenuhi secara memadai. Nah, pengalaman tersebut dapat membentuk pola emosi dan cara seseorang membangun hubungan saat dewasa.

Baca juga: Situationship Diam-Diam Merusak Kesehatan Mental: Ini Dampak dan Cara Mengatasinya

Akibatnya, sebagian orang cenderung mencari rasa aman berlebihan pada pasangan atau memiliki ketakutan kuat akan penolakan dan ditinggalkan.

Dalam psikologi, pola ini sering dikaitkan dengan attachment injury, yaitu luka emosional yang muncul ketika anak merasa tidak memiliki keterikatan yang aman dengan orang tua.

Penyebab Punya Dady Issue

Salah satu penyebab yang sering dikaitkan dengan munculnya daddy issues adalah minimnya keterlibatan ayah, baik secara fisik maupun emosional.

Ketika anak tumbuh tanpa kehadiran, perhatian, atau dukungan emosional yang cukup, rasa aman bisa sulit terbentuk. 

Selain itu, pengalaman masa kecil yang penuh konflik, pengabaian, atau perlakuan menyakitkan juga dapat meninggalkan jejak emosional jangka panjang.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa anak yang mengalami neglect berisiko lebih tinggi mengalami kesulitan mengelola emosi dan membangun hubungan interpersonal ketika dewasa.

Pengalaman-pengalaman ini tidak selalu terlihat di permukaan, tetapi dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri, rasa aman, dan hubungan dengan orang lain.
 

Dampaknya pada Sebuah Hubungan

1. Ketergantungan Emosional yang Berlebihan

Sebagian orang dengan luka emosional terkait figur ayah cenderung menggantungkan rasa aman pada pasangan. Kondisi ini juga bisa membuat seseorang terus mencari validasi dan reassurance oleh orang lain agar merasa dicintai. 

2. Mencari Figur Ayah dalam Pasangan

Baca juga: Bukan Healing Saja, Self Esteem adalah Pondasi Kesehatan Mental yang Kuat

Sebagian orang tanpa sadar mencari sosok pelindung atau figur ayah dalam pasangan. Hal ini bisa terlihat dari ketertarikan pada pasangan yang lebih dominan, lebih tua, atau terasa “mengayomi.” Keinginan tersebut sering muncul dari kebutuhan emosional yang belum terpenuhi di masa lalu.

3. Sulit Mempercayai Pasangan

Pengalaman diabaikan atau ditinggalkan oleh figur ayah juga dapat meninggalkan luka kepercayaan. Biasanya kondisi ini sering membuat seseorang sulit membuka diri sepenuhnya dalam hubungan.

4. Takut Ditolak dan Bertahan dalam Hubungan Tidak Sehat

Luka emosional masa kecil bisa membuat seseorang sangat takut ditinggalkan. Rasa takut ini terkadang membuat seseorang bertahan dalam hubungan yang sebenarnya tidak sehat. Bahkan, ada yang tanpa sadar terbiasa dengan rasa sakit emosional karena terasa “familiar.” 

5. Sulit Menetapkan Batasan Pribadi

Trauma emosional di masa kecil juga dapat memengaruhi kemampuan menetapkan batasan dalam hubungan.  Akibatnya, mereka cenderung terlalu mengalah, permisif, atau mudah dimanfaatkan.

Dalam jangka panjang, hal ini bisa menguras energi emosional dan menurunkan rasa harga diri. Belajar menetapkan batasan sehat menjadi kunci membangun hubungan yang lebih seimbang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Siloam Hospitals

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU