INDOZONE.ID - Banyak orang masih bingung, sebenarnya lebih baik sahur lebih awal atau mendekati waktu Subuh? Ternyata, jawabannya ada di penelitian terbaru.
Sebuah studi tahun 2024 yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Frontiers in Nutrition menemukan bahwa makan sahur lebih dekat ke waktu imsak atau menjelang Subuh (late suhoor) terbukti lebih efektif dalam menjaga performa otak dan energi sepanjang hari.
Artinya, sahur mepet Subuh bukan cuma soal kebiasaan, tapi memang ada manfaatnya secara ilmiah.
Baca juga: Apakah Aman Tidur Setelah Sahur? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh!
Kenapa Sahur Dekat Subuh Lebih Baik?
Penelitian tersebut menunjukkan beberapa temuan penting:
1. Bantu Jaga Fokus dan Daya Ingat
Saat berpuasa, biasanya konsentrasi mulai menurun di siang hingga sore hari.
Nah, sahur yang dilakukan lebih dekat ke waktu mulai puasa terbukti membantu menjaga performa kognitif, seperti fokus, perhatian, dan daya ingat, terutama di sore hari saat energi mulai turun.
2. Energi Lebih Stabil
Kalau sahur terlalu awal, jeda antara makan terakhir dan waktu berbuka jadi semakin panjang, Akibatnya, tubuh lebih cepat kehabisan energi.
Sebaliknya, makan lebih dekat ke waktu Subuh membantu mengurangi "energy crash" atau rasa lemas berlebihan di siang hari.
3. Performa Fisik Lebih Terjaga
Studi yang dilakukan pada atlet perempuan ini juga menunjukkan bahwa sahur lebih akhir membantu meminimalkan penurunan performa fisik selama berpuasa.
Jadi bukan cuma otak yang lebih stabil, tapi stamina tubuh juga lebih terjaga.
Apa Kata Peneliti?
Penelitian ini menyimpulkan bahwa waktu makan terakhir sebelum puasa punya peran penting dalam menjaga fungsi kognitif dan tingkat energi sepanjang hari.
Dengan kata lain, kalau ingin tetap produktif, fokus kerja terjaga, dan tidak mudah lemas saat puasa, cobalah mengatur sahur lebih mendekati waktu Subuh dibanding terlalu awal.
Tetap Perhatikan Kualitas Makanan
Meski waktu sahur penting, kualitas makanan juga tidak kalah krusial. Pastikan sahur mengandung:
- Karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal, roti gandum)
- Protein (telur, ayam, tahu, tempe)
- Serat (sayur dan buah)
- Cukup cairan
Jadi, bukan cuma soal jam sahurnya, tapi juga apa yang kamu makan.
Baca juga: Tips Supaya Tidak Mengantuk Setelah Sahur dan Tetap Produktif
Sahur mendekati waktu Subuh ternyata bukan sekadar anjuran tradisi, tapi juga didukung penelitian ilmiah.
Studi di Frontiers in Nutrition membuktikan bahwa sahur lebih akhir membantu menjaga fokus, energi, dan stamina lebih stabil selama puasa.
Kalau selama ini kamu sering sahur terlalu awal lalu merasa lemas di siang hari, mungkin sudah waktunya coba strategi baru: sahur lebih dekat ke azan Subuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Frontiersin.org