Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 12:15 WIB

MyINDAH Diet: Solusi Digital untuk Pola Makan Sehat dan Berkelanjutan Kolaborasi Indonesia-Australia

Author

Sesi Diskusi Panel bersama Ketua Tim Kerja Gizi Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Yuni Zahraini; Product Health Solution Manager Sirka Anita Khairani Tarigan; dan Peneliti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Dr Zuhud Rozak. (Dok. Istimewa)

INDOZONE.ID - Transformasi digital ternyata nggak cuma soal aplikasi belanja atau ojek online. Di sektor pangan, teknologi juga mulai dimanfaatkan untuk mendorong pola makan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Salah satu contohnya adalah riset kolaboratif Indonesia–Australia bertajuk MyINDAH Diet.

Riset ini didukung oleh KONEKSI, kemitraan pengetahuan Australia–Indonesia, dan hasilnya dipaparkan dalam diskusi Connect! #10 bertema "Powering Healthy and Sustainable Diets Through Inclusive Digital Transformation" yang digelar di Hotel Mercure Gatsu.

Baca juga: Protein atau Serat Saat Sarapan? Ini yang Lebih Ampuh Buat Diet!

MyINDAH Diet: Solusi Digital yang Dekat dengan Masyarakat

MyINDAH Diet (Solusi Digital yang Inklusif untuk Pola Makan Sehat dan Berkelanjutan serta Ketahanan Pangan dalam Sistem Pangan Perkotaan dan Peri-Perkotaan di Pulau Jawa) bukan sekadar aplikasi biasa. Platform ini berbasis komunitas dan dirancang untuk:

  • Mengembangkan profil gizi masyarakat
  • Menganalisis rantai pasok pangan
  • Mendukung pilihan makanan sehat sesuai kebutuhan lokal
  • Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pola makan sehat, khususnya bagi kelompok rentan

Platform ini memanfaatkan data, cerita dari masyarakat, hingga pemodelan untuk memastikan solusi yang dihasilkan benar-benar relevan dengan kondisi di lapangan.

Tantangan Gizi Indonesia: Stunting sampai Obesitas

Dalam sambutannya, perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas menegaskan bahwa transformasi sistem pangan harus dilakukan secara menyeluruh dan inklusif. 

Indonesia saat ini menghadapi tantangan ganda, yakni masih tingginya angka malnutrisi dan stunting serta meningkatnya obesitas dan konsumsi pangan olahan berlebih.

"Kegiatan Connect! #10 ini menjadi contoh nyata dari model kemitraan pengetahuan yang diharapkan dapat memperkuat siklus knowledge-to-policy dan knowledge-to-innovation, agar hasil riset tidak berhenti di laporan, tetapi benar-benar berkontribusi pada kebijakan publik dan kesejahteraan masyarakat," ujar Perencana Ahli Pertama Direktorat Pendidikan Tinggi dan IPTEK Wening Aulia Zulkarnain.

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan bahwa 1 dari 5 balita masih mengalami stunting, sementara 37,8 persen orang dewasa mengalami kelebihan berat badan. Artinya, masalah gizi kita bukan cuma kekurangan makan, tapi juga salah pola makan.

Sesi Diskusi Interaktif World Cafe bersama Peserta terkait Empat (4) Topik (Diet Challenge, Digital Tool (MyINDAH Diet), Inclusion (GEDSI), dan Policy Action (K2P vs K2I) (Dok. Istimewa)

Kolaborasi 9 Institusi Ternama

Sejak dimulai pada 2024, MyINDAH Diet berkembang menjadi gerakan kolaboratif lintas bidang, mulai dari nutrisi, pertanian, teknologi, kebijakan, hingga ilmu sosial. Inisiatif ini melibatkan sembilan lembaga ternama, yaitu:

  1. The University of Queensland
  2. Monash University
  3. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
  4. Institut Pertanian Bogor (IPB)
  5. Universitas Gadjah Mada (UGM)
  6. Universitas Negeri Malang (UM)
  7. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
  8. Center for Indonesian Policy Studies (CIPS)
  9. Parti Gastronomi (PG)

Program ini sudah dijalankan di berbagai wilayah perkotaan dan peri-perkotaan di Pulau Jawa, seperti Jabodetabek, Bandung Raya, D.I. Yogyakarta, hingga kawasan Gerbangkertosusilo.

Baca juga: 5 Minuman Pagi yang Bikin Badan Langsing, Siap Dukung Diet Kamu!

Bukan Sekadar Teknologi, tapi Ekosistem yang Adil

Menurut A/Prof Risti Permani dari The University of Queensland, MyINDAH Diet lahir bukan cuma untuk menghadirkan teknologi canggih, tapi juga membangun ekosistem pangan yang adil dan partisipatif.

Artinya, petani lokal, perempuan, dan kelompok marjinal ikut dilibatkan dalam prosesnya. Pendekatan ini memastikan solusi tidak bersifat top-down, melainkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Riset ini juga menemukan sejumlah tantangan besar, seperti:

  • Dampak perubahan iklim terhadap produksi pangan
  • Tingginya angka kehilangan dan pemborosan makanan (food loss and waste)

Karena itu, proyek ini turut menggandeng pemerintah daerah dan pembuat kebijakan agar hasil riset bisa langsung diterjemahkan menjadi program nyata.

Dorong Konsumsi Pangan Lokal Bergizi

Kementerian Kesehatan juga menyoroti pentingnya kembali ke pola makan gizi seimbang dan memanfaatkan pangan lokal. Selama ini, tren konsumsi masyarakat cenderung bergeser ke makanan siap saji, yang berdampak pada kualitas gizi dan pengeluaran rumah tangga.

Harapannya, MyINDAH Diet bisa menjadi salah satu solusi menjanjikan agar masyarakat sadar bahwa makanan lokal bergizi sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan harian—asal diimbangi dengan aktivitas fisik dan gaya hidup sehat.

Foto bersama Pembicara, Periset, Tim KONEKSI, dan Peserta (Dok. Istimewa)

Baca juga: Manfaat Terong yang Tak Banyak Orang Tahu, Baik untuk Jantung dan Diet

Peran Teknologi Kesehatan

Dalam diskusi tersebut, perusahaan solusi digital kesehatan SIRKA juga turut berbagi pengalaman. Mereka memanfaatkan teknologi untuk menyediakan panduan meal plan sesuai pedoman ahli gizi Kementerian Kesehatan, sehingga pengguna bisa lebih mudah menerapkan pola makan seimbang.

Ke depan, hasil riset MyINDAH Diet diharapkan bisa:

  • Memperkuat kebijakan berbasis bukti
  • Meningkatkan kualitas program pemerintah
  • Mendorong implementasi pola makan sehat di tingkat nasional maupun daerah

Pada akhirnya, transformasi digital di sektor pangan bukan hanya soal aplikasi atau data, tapi tentang bagaimana teknologi bisa membantu masyarakat hidup lebih sehat, sekaligus menjaga keberlanjutan sistem pangan kita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU