INDOZONE.ID - Ngorok atau mendengkur saat tidur ternyata dialami banyak orang.
Data dari National Sleep Foundation menyebutkan, 90 juta orang dewasa di Amerika Serikat sesekali ngorok, dan 37 juta lainnya melakukannya secara rutin.
Meski umumnya tidak berbahaya, suara bising ini bisa mengganggu pasangan tidur dan kadang menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius.
Ngorok terjadi ketika udara bergetar di saluran pernapasan bagian atas saat seseorang tidur.
Penyebabnya beragam, mulai dari posisi tidur hingga kondisi medis tertentu.
Kabar baiknya, ada banyak cara yang bisa dicoba untuk menguranginya, mulai dari perubahan gaya hidup sederhana hingga prosedur medis.
Baca juga: Apresiasi adalah: Pengertian, Pandangan Para Ahli, serta Fungsi dan Tujuannya
7 Perubahan Gaya Hidup untuk Mengurangi Ngorok
Sebelum mempertimbangkan tindakan medis, ada baiknya mencoba tips sederhana berikut.
Cara-cara ini terbukti efektif membantu banyak orang.
1. Turunkan Berat Badan
Orang dengan kelebihan berat badan lebih berisiko mengalami ngorok.
Menjalani diet sehat terkontrol kalori dan berolahraga teratur adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan dan mengurangi tekanan pada saluran napas.
Baca juga: Tren Lari Meningkat, Kebutuhan Nutrisi Seimbang Jadi Kunci Performa
2. Tidur Miring
Tidur telentang membuat lidah dan langit-langit mulut lebih mudah jatuh ke belakang dan menyumbat jalan napas.
Tidur miring membantu aliran udara lebih lancar dan meredakan getaran penyebab suara dengkuran.
3. Berhenti Merokok
Selain merusak kesehatan secara umum, rokok mengiritasi saluran napas dan memperparah dengkuran.
Berhenti merokok bisa membantu Anda tidur lebih nyenyak dan tenang.
Baca juga: Jangan Salah Langkah, Ini Pertolongan Pertama Luka Bakar Sesuai Anjuran Medis
4. Hindari Alkohol Sebelum Tidur
Minuman beralkohol mengendurkan otot-otot tenggorokan. Saat otot terlalu rileks, getaran penyebab ngorok jadi lebih mudah terjadi.
Usahakan tidak minum alkohol beberapa jam sebelum tidur.
5. Berhenti Merokok
Obat penenang atau pil tidur bisa menyebabkan tidur sangat dalam dan mengendurkan otot tenggorokan.
Jika sulit tidur, konsultasikan dengan dokter untuk cara yang lebih sehat.
6. Tinggikan Posisi Kepala
Menggunakan bantal tambahan untuk meninggikan kepala dapat membantu membuka saluran napas.
Baca juga: 5 Cara Mengatasi Hidung Mampet di Rumah, Auto Lega Tanpa Ribet
Saat ini juga tersedia bantal khusus anti-ngorok yang dirancang untuk menopang tubuh dalam posisi optimal.
7. Atasi Alergi
Reaksi alergi bisa menyebabkan hidung tersumbat dan saluran napas tersumbat, yang memperburuk ngorok.
Mendapatkan pengobatan alergi yang tepat dapat mengatasi penyebab ini.
Alat Bantu yang Bisa Dicoba
Jika perubahan gaya hidup belum cukup, beberapa alat bantu berikut bisa menjadi solusi:
Baca juga: Cara Mencegah Bau Mulut Saat Puasa Ramadan, Dijamin Tetap Percaya Diri
8. Alat Penahan Rahang Bawah (Mandibular Advancement Device)
Alat ini dipasang di dalam mulut saat tidur. Fungsinya untuk menarik lidah ke depan sehingga tidak menghalangi tenggorokan.
9. Pelindung Vestibular (Vestibular Shield)
Alat yang juga dipasang di mulut ini mendorong pengguna untuk bernapas melalui hidung, bukan mulut. Ini berguna jika ngorok disebabkan oleh mulut yang terbuka saat tidur.
10. Pelebar atau Strip Hidung
Ditempelkan di hidung, alat ini dirancang untuk menjaga saluran hidung tetap terbuka lebar sehingga pernapasan lebih lancar.
Baca juga: Kenapa Orang Bule Suka Berjemur di Pantai? Ini 5 Alasan yang Jarang Disadari
11. Semprotan Hidung
Jika penyumbatan disebabkan oleh peradangan, semprotan hidung dapat membantu mengurangi pembengkakan dan membuka saluran napas.
Pilihan Tindakan Medis dan Operasi
Bagi sebagian orang, prosedur medis mungkin menjadi pilihan untuk mendapatkan hasil jangka panjang.
12. Uvulopalatopharyngoplasty (UPPP)
Prosedur bedah dengan anestesi umum ini bertujuan melebarkan bagian tengah tenggorokan dengan mengangkat sebagian atau seluruh jaringan seperti anak lidah (uvula), langit-langit lunak, dan amandel.
Baca juga: 7 Makanan yang Bikin Kenyang Tahan Lama saat Puasa, Auto Kuat Sampai Magrib!
13. Laser-assisted Uvulopalatoplasty (LAUP)
Tindakan ini menggunakan laser untuk memperkecil ukuran langit-langit lunak dan anak lidah. LAUP bisa dilakukan dengan anestesi lokal atau umum.
14. Operasi Pengerasan Langit-langit
Juga disebut electrical cautery, prosedur ini membakar langit-langit lunak agar menjadi lebih kaku.
Ini efektif jika ngorok disebabkan langit-langit lunak yang menghalangi jalan napas.
15. Ablasi Frekuensi Radio (Somnoplasty)
Prosedur ini menggunakan gelombang radio untuk menciptakan luka terkendali pada langit-langit lunak, sehingga jaringan berlebih menyusut.
Baca juga: Apakah Mata Juling Bisa Disembuhkan? Ini Penjelasan Lengkapnya
16. Injection Snoreplasty
Prosedur minimal invasif ini menyuntikkan zat kimia ke langit-langit lunak untuk memecah jaringan dan memperkecil ukurannya.
Sebuah studi tahun 2014 menyebut metode ini aman dan efektif.
17. Septoplasti
Operasi ini khusus dilakukan untuk memperbaiki septum hidung yang bengkok atau deviasi septum. Kelainan struktural ini dapat mengganggu aliran udara dan menyebabkan ngorok.
18. Prosedur Pillar
Operasi kecil ini menanamkan implan kecil ke dalam langit-langit lunak untuk mengeraskannya, sehingga mengurangi getaran penyebab ngorok.
Baca juga: Pasien Kanker Paru di Indonesia 10 Tahun Lebih Muda, Kasus pada Perempuan Nonperokok Meningkat
Perhatian: Kapan Harus ke Dokter?
Meski ngorok umumnya tidak berbahaya, ada kalanya ini menandakan kondisi serius seperti sleep apnea.
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau pasangan mengalami gejala berikut:
- Ngorok keras atau sering terjadi
- Tersedak atau terengah-engah saat tidur
- Ada jeda napas saat tidur
- Sakit kepala di pagi hari
- Rasa kantuk berlebihan di siang hari
Baca juga: 6 Cara Mudah Mengatasi Sembelit, Perut Lega Tanpa Obat Keras!
- Sulit tidur atau bangun dengan mulut kering
- Sering buang air kecil di malam hari
- Mudah lupa, marah, atau depresi
Sleep apnea lebih serius daripada sekadar ngorok karena dapat membebani jantung dan organ lain, sehingga memerlukan penanganan segera.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medicalnewstoday.com