INDOZONE.ID - Tendinitis Achilles merupakan cedera akibat peradangan pada tendon Achilles. Itu merupakan jaringan kuat yang menghubungkan otot betis di bagian belakang tungkai bawah, dengan tulang tumit.
Cedera ini umumnya terjadi karena pergerakan berlebihan (overuse) tanpa waktu istirahat yang cukup. Meskipun, pada beberapa kasus penyebab pastinya tidak selalu jelas.
Tendon Achilles berperan penting dalam berbagai aktivitas seperti berjalan, berlari, melompat, menaiki tangga, hingga berdiri dengan ujung kaki.
Karena fungsinya yang vital, tendon ini rentan mengalami gangguan apabila menerima tekanan berulang atau intensitas tinggi secara terus-menerus.
Dalam istilah medis, kondisi ini juga dikenal sebagai tendinopati Achilles, yakni istilah umum untuk berbagai gangguan pada tendon tersebut.
Baca juga: 7 Minuman Herbal untuk Nyeri Kaki Biar Kamu Makin Ringan Jalanin Hari!.
Siapa yang Berisiko Mengalami Tendinitis Achilles?
Tendinitis Achilles sering terjadi pada pelari yang tiba-tiba meningkatkan jarak atau intensitas latihan.
Selain itu, kondisi ini juga umum dialami oleh orang paruh baya yang hanya berolahraga pada akhir pekan. Misal, bermain tenis atau bola basket, tanpa persiapan fisik yang memadai.
Seiring bertambahnya usia, tendon Achilles cenderung melemah sehingga lebih mudah mengalami cedera. Risiko juga meningkat pada individu yang:
- Memiliki lengkung kaki terlalu datar atau terlalu tinggi
- Mengalami obesitas
- Memiliki otot betis yang kaku
- Memiliki panjang kaki yang berbeda
- Pernah mengalami tendinitis Achilles sebelumnya
- Menggunakan sepatu olahraga yang sudah aus
- Berlari dengan teknik yang kurang tepat
- Sering berlari di tanjakan
- Berolahraga dalam cuaca dingin
Beberapa kondisi medis seperti psoriasis, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi juga dapat meningkatkan risiko.
Selain itu, penggunaan antibiotik jenis fluoroquinolone dikaitkan dengan meningkatnya kasus tendinitis Achilles.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala tendinitis Achilles biasanya diawali dengan nyeri ringan di bagian belakang kaki, atau tepat di atas tumit setelah berlari atau melakukan aktivitas fisik lainnya.
Nyeri dapat terasa lebih hebat setelah aktivitas berat, seperti lari jarak jauh, sprint, atau naik tangga.
Seiring waktu, penderita dapat merasakan:
- Rasa terbakar atau nyeri hebat di sekitar tendon
- Kekakuan dan nyeri pada pagi hari
- Area sekitar tendon terasa sensitif saat disentuh
- Kesulitan menggerakkan kaki yang terdampak
Pada kondisi yang lebih berat, nyeri bahkan dapat muncul saat istirahat.
Kapan Harus ke Dokter?
Apabila nyeri di sekitar tendon Achilles tidak kunjung membaik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Jika nyeri muncul secara tiba-tiba, terasa sangat hebat, atau menyebabkan kesulitan bergerak, kondisi tersebut bisa menandakan robekan tendon (ruptur Achilles).
Robekan tendon merupakan cedera serius yang sering kali memerlukan tindakan operasi.
Baca juga: 7 Cara Mengatasi Kaki Keseleo dengan Mudah, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah
Penyebab dan Komplikasi
Penyebab utama tendinitis Achilles adalah, tekanan berulang atau intensitas berlebihan pada tendon. Aktivitas seperti berlari, melompat, dan menaiki tangga memberi beban besar pada tendon ini.
Jika tidak ditangani dengan baik, tendinitis Achilles dapat melemahkan tendon dan meningkatkan risiko robekan. Ruptur tendon Achilles merupakan kondisi serius yang sering membutuhkan pembedahan untuk memperbaikinya.
Cara Mengatasi dan Mencegah Tendinitis Achilles
Sebagian besar kasus tendinitis Achilles dapat ditangani dengan perawatan mandiri di rumah, tentu dengan arahan tenaga kesehatan.
Langkah-langkah berikut, dapat membantu mengurangi risiko sekaligus mencegah kekambuhan:
1. Tingkatkan Aktivitas Secara Bertahap
Jika memulai olahraga baru, lakukan secara perlahan. Tingkatkan durasi dan intensitas latihan secara bertahap.
2. Hindari Aktivitas Berat Mendadak
Jangan langsung melakukan aktivitas berintensitas tinggi seperti lari di tanjakan tanpa pemanasan. Jika terasa nyeri, segera hentikan dan istirahat.
3. Gunakan Sepatu yang Tepat
Pilih sepatu olahraga dengan bantalan tumit yang baik serta penopang lengkung kaki yang memadai. Ganti sepatu yang sudah aus.
4. Lakukan Peregangan Rutin
Peregangan otot betis dan tendon Achilles setiap pagi, sebelum dan sesudah berolahraga, dapat menjaga fleksibilitas serta mencegah cedera berulang.
5. Perkuat Otot Betis
Otot betis yang kuat, membantu tendon Achilles menahan tekanan selama aktivitas fisik.
6. Lakukan Cross-Training
Hindari aktivitas berdampak tinggi setiap hari. Selang-seling dengan olahraga berdampak rendah seperti bersepeda atau berenang.
Oleh karena itu, meski sering dialami pelari dan atlet, kondisi ini juga dapat menyerang siapa saja, terutama mereka yang meningkatkan intensitas olahraga secara tiba-tiba.
Mengenali gejala sejak dini, melakukan peregangan, menggunakan sepatu yang tepat, serta berlatih secara bertahap, merupakan langkah penting untuk mencegah cedera lebih serius seperti robekan tendon.
Menjaga kesehatan tendon, berarti menjaga mobilitas dan kualitas hidup dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic