INDOZONE.ID - Campak termasuk penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Meski sering dianggap penyakit biasa pada anak, campak bisa menimbulkan komplikasi serius, bahkan berisiko menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.
Belakangan ini, kasus campak di Indonesia juga kembali ramai diperbincangkan. Padahal, penyakit ini bisa dicegah dengan langkah sederhana seperti vaksinasi dan menjaga kebersihan.
Agar lebih paham, yuk kenali penyebab campak dan cara mencegahnya sejak dini.
Baca juga: Bahaya Obesitas bagi Kesehatan, Faktor Penyebab, dan Cara Mencegahnya
Apa Penyebab Campak?
Campak adalah penyakit yang cukup sering menyerang anak-anak. Meski begitu, orang dewasa juga bisa terkena campak, terutama jika belum pernah terinfeksi atau belum mendapatkan vaksin sebelumnya.
Secara medis, campak disebabkan oleh virus dari kelompok Morbillivirus, yang masih satu keluarga dengan Paramyxovirus dan termasuk virus yang sangat mudah menular.
Penularannya biasanya terjadi lewat percikan air liur (droplet) dari orang yang terinfeksi, misalnya saat batuk, bersin, atau berbicara.
Perlu diwaspadai, seseorang yang terinfeksi campak sudah bisa menularkan virus sekitar 4 hari sebelum gejala muncul hingga 4 hari setelah gejalanya mulai mereda.
Jika tidak ditangani dengan baik, campak juga bisa memicu komplikasi serius seperti bronkitis, pneumonia, ensefalitis (radang otak), bahkan kematian.
Baca juga: Kenapa Anak Usia 2 Tahun Tidak Menoleh Saat Dipanggil? Ini Kemungkinannya
Selain itu, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko anak terkena campak, seperti bayi berusia di bawah 1 tahun yang belum mendapatkan imunisasi campak, kekurangan vitamin A, bepergian ke daerah dengan kasus campak tinggi, dan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif.
Cara Mencegah Campak
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah campak pada anak, mulai dari vaksinasi hingga menjaga kebersihan sehari-hari.
1. Melakukan Vaksinasi
Cara paling efektif untuk mencegah campak adalah dengan vaksinasi.
Jenis vaksin yang biasanya diberikan adalah:
- MMR vaccine
- MMRV vaccine
Vaksin MMR berfungsi melindungi tubuh dari campak, rubella, dan gondongan. Sedangkan, vaksin MMRV memberikan perlindungan tambahan terhadap cacar air.
Umumnya, jadwal pemberian vaksin dilakukan dua kali dengan dosis pertama saat anak berusia 12–15 bulan dan dosis kedua saat anak berusia 4–6 tahun.
Vaksin ini juga bisa diberikan kepada orang dewasa yang belum pernah mendapatkannya, terutama jika berencana bepergian ke negara dengan kasus campak tinggi.
2. Menghindari Kontak dengan Penderita
Cara pencegahan lainnya adalah menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi campak. Penularan tidak hanya terjadi saat berbicara atau bersentuhan, tapi juga bisa terjadi saat menyentuh benda yang sudah terkontaminasi virus.
Jika kamu harus merawat anggota keluarga yang terkena campak, sebaiknya lakukan beberapa langkah pencegahan dengan mencuci tangan menggunakan sabun setelah kontak, menggunakan masker, memakai sarung tangan atau pakaian khusus. Langkah sederhana ini bisa membantu menurunkan risiko penularan.
Baca juga: Intervensi Gizi Sejak Dini Dinilai Efektif Mencegah Stunting
3. Membiasakan Pola Hidup Bersih Sejak Dini
Mengajarkan anak menjaga kebersihan juga penting untuk mencegah penyebaran campak.
Beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan antara lain:
- Rutin mencuci tangan dengan sabun
- Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin
- Tidak berbagi barang pribadi dengan teman yang sedang sakit
Kebiasaan kecil seperti ini bisa membantu mengurangi risiko penularan berbagai penyakit menular.
4. Menjaga Daya Tahan Tubuh
Imun tubuh yang kuat juga berperan penting dalam melawan infeksi virus.
Untuk membantu menjaga daya tahan tubuh anak, beberapa hal yang bisa dilakukan adalah memberikan makanan bergizi seimbang, memastikan anak cukup istirahat, rutin berolahraga atau aktif bergerak, dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Jika di daerah tempat tinggal sedang terjadi wabah campak, ada beberapa hal tambahan yang perlu diperhatikan:
- Cek kembali catatan vaksin anak untuk memastikan vaksin MMR sudah lengkap
- Segera lakukan vaksinasi jika anak belum mendapatkannya
- Vaksin masih bisa memberikan perlindungan jika diberikan maksimal 72 jam setelah paparan virus
- Periksa juga catatan vaksinasi pribadi, terutama jika lahir sebelum tahun 1990
- Lakukan karantina mandiri sekitar 21 hari jika anak belum mendapatkan vaksin
Baca juga: Tiba-Tiba Pusing dan Bicara Pelo? Bisa Jadi Gejala Stroke
Vaksinasi tetap menjadi langkah pencegahan campak yang paling efektif. Dengan imunisasi yang lengkap serta kebiasaan hidup bersih, risiko penularan campak bisa ditekan secara signifikan.
Penting bagi orang tua untuk memastikan anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal serta menerapkan pola hidup sehat sejak dini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siloam Hospilats