Sabtu, 14 MARET 2026 • 14:30 WIB

Gejala dan Cara Mencegah Cacingan pada Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua

Author

Ilustrasi gejala cacingan pada anak. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Banyak orang masih menganggap cacingan sebagai penyakit sepele yang terjadi karena anak kurang menjaga kebersihan.

Padahal, masalah cacingan pada anak bisa lebih serius dari yang dibayangkan, terutama jika tidak ditangani dengan baik.

Infeksi cacing dapat memengaruhi kesehatan anak, mulai dari gangguan pencernaan hingga menghambat tumbuh kembangnya.

Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami gejala cacingan pada anak serta mengetahui cara mencegahnya sejak dini.

Dengan begitu, kesehatan si kecil bisa tetap terjaga dan proses tumbuh kembangnya berjalan optimal.

Baca juga: Menkes Ungkap 700 Ribu Anak Indonesia Alami Gangguan Mental, Kok Bisa?

Gejala Cacingan pada Anak

Pada tahap awal, infeksi cacing sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Meski begitu, ada beberapa tanda yang bisa menjadi indikasi bahwa anak mengalami cacingan.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Gatal di sekitar anus, terutama pada malam hari
  • Anak sulit tidur karena rasa tidak nyaman di area anus
  • Gatal pada area vagina pada anak perempuan
  • Keputihan jika infeksi menyebar ke vagina
  • Iritasi pada anus akibat sering digaruk
  • Nafsu makan menurun
  • Sering mengeluh sakit perut
  • Berat badan sulit naik atau justru menurun

Dalam beberapa kasus, cacing juga bisa terlihat secara langsung saat anak buang air besar. Biasanya bentuknya menyerupai cacing kecil berwarna putih dengan ukuran sekitar 8–13 milimeter.

Jika orang tua menemukan tanda seperti ini, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Baca juga: 5 Panduan Memilih Sufor Tanpa Gula Sukrosa yang Lebih Sehat

Cara Mengobati Cacingan

Cacingan umumnya tidak menimbulkan komplikasi serius jika ditangani dengan cepat dan tepat.

Pengobatannya pun relatif sederhana, biasanya dokter akan memberikan obat cacing yang cukup diminum satu kali untuk membunuh parasit di dalam tubuh.

Dalam beberapa kasus, anak mungkin perlu mengonsumsi dosis kedua setelah dua minggu untuk memastikan seluruh cacing sudah benar-benar hilang. Meski begitu, pemberian obat sebaiknya tetap mengikuti anjuran dokter.

Cara Mencegah Cacingan pada Anak

Cara terbaik untuk mencegah cacingan adalah dengan membiasakan anak menjaga kebersihan diri.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua antara lain:

  • Mengajarkan anak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  • Membiasakan cuci tangan setelah bermain, setelah dari toilet, dan sebelum makan
  • Memotong kuku anak secara rutin
  • Memastikan anak menggunakan alas kaki saat bermain di luar rumah
  • Mengajak anak mandi secara rutin, terutama setelah bermain di luar
  • Mengganti pakaian setiap hari
  • Mencuci pakaian dan seprai dengan air hangat
  • Mengingatkan anak agar tidak menggigit kuku
  • Menghindari kebiasaan menggaruk anus yang gatal
  • Mencuci buah dan sayur hingga bersih sebelum dikonsumsi
  • Memastikan anak minum air yang sudah matang atau air kemasan

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI juga memiliki program pemberian obat cacing gratis melalui puskesmas sebanyak dua kali dalam setahun, terutama untuk anak usia sekolah. Program ini bertujuan untuk membantu mencegah penyebaran infeksi cacing pada anak.

Baca juga: Jenis Terapi untuk Penderita Osteoarthritis yang Perlu Diketahui, Jangan Sampai Salah

Jika anak belum mendapatkan obat cacing dari program tersebut, orang tua bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mengetahui apakah si kecil perlu mengonsumsinya dan seberapa sering harus diberikan.

Cacingan pada anak memang sering dianggap sepele, tetapi jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Orang tua perlu mengenali gejala cacingan sejak dini, menjaga kebersihan anak, serta melakukan pencegahan secara rutin.

Jika anak menunjukkan tanda-tanda cacingan, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eka Hospital

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU