Senin, 30 MARET 2026 • 13:00 WIB

5 Jenis Infeksi Jamur Kulit yang Sering Dianggap Sepele, Lengkap dengan Cara Mengatasinya

Author

salah satu infeksi jamur di kulit (freepik)

INDOZONE.ID - Tahukah kamu, infeksi jamur kulit sering dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal kalau dibiarkan, kondisi ini bisa makin parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan pada penampilan diri.

Mulai dari panu hingga kurap, tiap jenis punya ciri dan penanganan yang berbeda. Yuk, kenali lima jenis infeksi jamur kulit yang sering terjadi, agar kamu bisa mengatasinya dengan tepat. Berikut infomarsinya: 

Jenis-Jenis Infeksi Jamur 

Adapun beberapa jenis infeksi jamur dan gejalanya berikut ini.

1. Panu (Tinea Versicolor)

Panu atau tinea versicolor, disebabkan oleh jamur Malassezia yang memang secara alami ada di kulit. Biasanya masalah muncul ketika jamur ini berkembang berlebihan, apalagi di kulit yang hangat dan lembap.

Gejalanya biasa berupa bercak kulit yang berubah warna putih, merah, atau coklat sehingga kulit terlihat belang.

Panu juga cenderung semakin memburuk saat cuaca panas dan lembap, tapi dengan perawatan yang tepat, kondisinya bisa dikendalikan.

2. Kurap Kaki (Tinea Pedis)

Kurap kaki adalah infeksi jamur yang sering muncul di area antara jari-jari kaki. Jamur ini senang dengan kondisi lembap, misalnya di dalam sepatu tertutup atau kaus kaki yang lembap.

Baca juga: Hati-hati Bestie! Sering Berbagi Skincare Bisa Picu Jerawat dan Infeksi Kulit, Lho

Tanda-tandanya bisa berupa kulit bersisik, gatal, kemerahan, bahkan lecet atau kulit pecah-pecah. Infeksi ini juga bisa menular lewat kontak langsung atau penggunaan barang pribadi yang sama, jadi kebersihan kaki sangat penting.

3. Kurap Tubuh (Tinea Corporis)

Kurap tubuh bisa muncul di berbagai area kulit dengan ciri khas ruam berbentuk cincin. Bagian tengah ruam biasanya lebih cerah, sedangkan tepinya kemerahan dan kadang bersisik.

Infeksi ini juga dapat menular melalui kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi, serta benda-benda yang terkontaminasi.

4. Dermatofitosis (Ringworm)

Dermatofitosis, atau ringworm, sebenarnya bukan cacing, tapi infeksi jamur jenis dermatofita. Jamur ini bisa menyerang kulit, kuku, dan rambut.

Baca juga: 7 Infeksi Kulit yang Disebabkan Karena Virus, Jangan Dianggap Sepele!

Gejalanya berupa ruam bulat yang bersisik dan gatal. Ringworm juga bisa menyebar melalui kontak langsung atau benda terkontaminasi, sehingga menjaga kebersihan  sangatlah penting.

5. Kandidiasis Kulit

Kandidiasis kulit disebabkan oleh jamur Candida yang biasanya muncul di lipatan kulit seperti selangkangan, bawah payudara, atau area lembap lainnya. Gejalanya berupa ruam merah, gatal, dan kadang lecet kecil.

Infeksi ini lebih rentan terjadi pada orang dengan sistem kekebalan lemah, wanita hamil, atau kulit yang sering lembap.

Penanganannya meliputi antijamur topikal dan menjaga area tetap kering. Jika infeksi tidak membaik, konsultasi ke dokter sangat dianjurkan.

Cara Mengatasi Infeksi Jamur pada Kulit

Adapun beberapa cara mengatasi infeksi jamur berikut ini:

  • Oleskan krim atau salep antijamur seperti clotrimazole atau miconazole secara rutin untuk membantu menghentikan pertumbuhan jamur dan meredakan gejala.
  • Mandi secara teratur dan pastikan kulit selalu kering, terutama setelah berkeringat, agar jamur tidak mudah berkembang.
  • Gunakan pakaian longgar berbahan katun supaya kulit tetap kering dan tidak lembap.
  •  Hindari penggunaan bersama handuk, pakaian, atau perlengkapan mandi untuk mencegah penularan jamur.

Nah itu dia beberapa jenis infeksi jamur dan cara mengatasinya. Jika cara di atas sudah dilakukan tapi infeksi tidak kunjung membaik, segera konsultasi ke diokter spesialist ya! 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cleveland Clinic

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU