Ilustrasi skincare (Pexels/Madison Inouye)
INDOZONE.ID - Berbagi produk perawatan kulit, kerap dianggap hal sepele. Misal, meminjam pelembap milik teman sekamar, atau mencoba maskara baru dari sahabat, sering dilakukan tanpa pikir panjang.
Namun, salah satu pendiri sekaligus dokter kulit utama di Skin Beyond Borders (SkinBB), Dr Pravin Banodkar, menegaskan, produk kecantikan tidak diperuntukan sebagai ‘satu untuk semua’.
Dikutip dari Hindustan Times, ia bilang, berbagi produk perawatan kulit dapat menimbulkan risiko. Mulai dari iritasi ringan hingga infeksi bakteri yang serius.
Menurut Banodkar, alasan utama mengapa produk kecantikan dan skincare sebaiknya tidak dipakai bersama adalah, karena setiap orang punya karakteristik kulit yang berbeda.
Ada kulit normal, kering, berminyak, kombinasi, hingga sensitif, dan masing-masing membutuhkan formulasi yang berbeda.
Baca juga: Urutan Skincare Pagi Remaja Simple agar Wajah Fresh dan Terlindungi Seharian
“Orang dengan kulit berminyak biasanya menggunakan produk yang dirancang untuk mengurangi produksi minyak,” ujar Dr Banodkar.
“Produk tersebut belum tentu cocok untuk seseorang yang memiliki kulit sangat kering dan sensitif,” tambahnya.
Penggunaan produk yang tidak sesuai dengan jenis kulit, dapat merusak lapisan pelindung alami kulit. Akibatnya, berbagai masalah kulit bisa muncul, seperti:
Ilustrasi pakai skincare (Pexels/Andrea Piacquadio)
Selain soal kecocokan kulit, Banodkar juga menyoroti risiko kontaminasi akibat kebiasaan berbagi produk. Produk skincare yang dikemas dalam bentuk jar, dinilai memiliki risiko paling tinggi.
Sebab, pengguna harus mencelupkan jari langsung ke dalam wadah.
“Kuman dari tangan seseorang bisa mencemari seluruh isi produk dan memicu pertumbuhan bakteri yang dapat merusak kulit,” jelasnya.
Risiko tersebut semakin meningkat, jika produk bersentuhan langsung dengan cairan tubuh, seperti:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times