Minggu, 05 APRIL 2026 • 11:15 WIB

Jangan Asal Minum! Ini Efek Samping Aspirin yang Bisa Fatal

Author

Ilustrasi aspirin (Pexels/JESHOOTS.com)

INDOZONE.ID - Aspirin telah lama dikenal sebagai obat pereda nyeri dan penurun peradangan. Namun, di balik fungsi tersebut, aspirin juga digunakan dalam terapi medis untuk membantu menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

Sebagai obat yang bekerja seperti pengencer darah, aspirin dapat mencegah pembentukan bekuan darah yang berpotensi menyumbat pembuluh arteri. 

Meski demikian, penggunaan aspirin harian juga memiliki risiko, terutama terkait pendarahan. Sehingga, penting memahami kapan dan bagaimana obat ini digunakan secara aman.

Apa Itu Aspirin dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Dikutip dari Medical Daily, aspirin, atau asam asetilsalisilat, termasuk dalam kelompok obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). 

Obat ini bekerja dengan menghambat zat kimia dalam tubuh yang disebut prostaglandin, yang memicu peradangan, nyeri, dan demam.

Baca juga: Aspirin dan Kapsul Minyak Ikan Dapat Membantu Memerangi Depresi

Dalam dosis rendah, aspirin mencegah trombosit (keping darah) saling menempel dan membentuk gumpalan. Efek inilah yang membuat aspirin sering disebut sebagai pengencer darah.

Dengan mengurangi pembentukan bekuan darah, aspirin dapat membantu melindungi jantung dan otak dari kejadian kardiovaskular. Misal, serangan jantung dan stroke iskemik.

Manfaat Aspirin untuk Kesehatan Jantung

Terapi aspirin dosis rendah, umumnya diresepkan untuk individu yang memiliki riwayat penyakit jantung atau stroke.

Kemampuannya dalam mencegah penyumbatan arteri, menjadikan aspirin bagian penting dalam penanganan penyakit kardiovaskular.

Pada pasien yang pernah mengalami serangan jantung, operasi bypass, atau pemasangan ring jantung, konsumsi aspirin harian terbukti dapat menurunkan risiko kejadian serangan ulang.

Ilustrasi kesehatan jantung. (Eliani Kusnedi)

Penelitian menunjukkan, dosis rendah sekitar 75–100 mg per hari, efektif membantu menjaga kesehatan jantung pada pasien dengan riwayat penyakit kardiovaskular.

Namun, manfaat ini tidak selalu berlaku bagi orang sehat tanpa riwayat penyakit jantung. Sejumlah studi terbaru menunjukkan, pada kelompok ini, manfaat aspirin tidak selalu lebih besar dibandingkan risikonya.

Apakah Aman Mengonsumsi Aspirin Setiap Hari?

Keamanan penggunaan aspirin harian sangat bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing individu.

Dokter biasanya mempertimbangkan faktor seperti usia, tekanan darah, serta risiko perdarahan sebelum merekomendasikan terapi ini.

Pada orang dewasa yang lebih muda dengan risiko sedang terhadap penyakit jantung, aspirin dosis rendah mungkin memberikan manfaat terbatas, jika digunakan di bawah pengawasan medis.

Sebaliknya, pada usia 60 tahun ke atas, risiko perdarahan cenderung lebih tinggi sehingga penggunaan aspirin rutin sering kali tidak disarankan.

Penting untuk diingat, mengonsumsi aspirin tanpa rekomendasi dokter tidak dianjurkan. Bahkan dalam dosis rendah, aspirin dapat mengiritasi lambung dan berinteraksi dengan obat lain seperti antikoagulan atau kortikosteroid.

Baca juga: 5 Jenis Obat Sehari-hari yang Bisa Merusak Jantung, Waspada!

Risiko dan Efek Samping Terapi Aspirin

Meski mudah didapat tanpa resep, penggunaan aspirin tetap perlu kehati-hatian. Efek samping yang umum meliputi:

  • Gangguan lambung
  • Mual
  • Rasa panas di dada (heartburn)
  • Tukak lambung

Karena memengaruhi fungsi trombosit, aspirin juga dapat memperlambat proses pembekuan darah saat terjadi luka.

Penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna, terutama pada individu dengan riwayat tukak lambung atau yang sering mengonsumsi alkohol.

Gejala seperti tinja berwarna gelap, muntah darah, atau kelelahan tanpa sebab harus segera diperiksakan ke dokter.

Kapan Aspirin Direkomendasikan atau Dihindari?

Panduan medis terkait penggunaan aspirin telah mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Dahulu, aspirin dosis rendah sering dianjurkan sebagai pencegahan bagi banyak orang dewasa di atas 50 tahun.

Namun kini, penggunaan aspirin lebih difokuskan pada pencegahan sekunder, yaitu bagi individu yang sudah pernah mengalami serangan jantung, stroke, atau penyakit kardiovaskular lainnya.

Untuk pencegahan primer (pada orang tanpa riwayat penyakit), penggunaan aspirin rutin umumnya tidak disarankan. Sebab, risiko efek samping bisa lebih besar daripada manfaatnya.

Jika dokter menyarankan untuk menghentikan aspirin, biasanya dilakukan secara bertahap. Menghentikan secara mendadak, dapat meningkatkan risiko pembentukan bekuan darah.

Cara Lain Menjaga Kesehatan Jantung

Selain aspirin, ada banyak cara alami yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung, antara lain:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang (buah, sayur, biji-bijian, dan protein rendah lemak)
  • Rutin berolahraga
  • Mengelola stres dan menjaga berat badan ideal
  • Menghindari rokok dan membatasi konsumsi alkohol

Bagi yang tidak cocok dengan aspirin, dokter dapat memberikan alternatif obat lain seperti antiplatelet atau penurun kolesterol.

Oleh karena itu, keputusan menggunakan aspirin harus didasarkan pada evaluasi medis yang tepat. Konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat penting untuk memastikan, terapi ini benar-benar memberikan manfaat tanpa membahayakan kesehatan secara keseluruhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical Daily

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU