INDOZONE.ID - Kejang pada anak sering kali jadi momen yang membuat orang tua panik, apalagi kalau terjadi tiba-tiba dan untuk pertama kalinya. Dalam situasi seperti ini, tetap tenang dan tahu langkah yang tepat bisa membantu mencegah risiko yang lebih serius.
Agar tidak salah penanganan, penting untuk memahami apa itu kejang, gejalanya, serta langkah pertolongan pertama yang benar.
Baca juga: Hitung Kalori Tak Lagi Cukup, Kunci Berat Badan Ideal Ada di Cara Makan
Apa Itu Kejang pada Anak?
Kejang adalah kondisi ketika terjadi aktivitas listrik yang tidak normal di otak, sehingga memicu gerakan tubuh yang tidak terkendali. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti:
- Demam tinggi (kejang demam)
- Infeksi pada otak
- Gangguan metabolik
- Riwayat epilepsi
Dari beberapa penyebab tersebut, kejang demam adalah yang paling sering terjadi, terutama pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun.
Gejala Kejang yang Perlu Dikenali
Saat anak mengalami kejang, ada beberapa tanda yang biasanya muncul dan perlu diwaspadai,antara lain:
- Tubuh kaku lalu kejang-kejang
- Bola mata berputar ke atas
- Tidak merespons atau tidak sadar
- Kadang disertai mulut berbusa atau buang air tanpa sadar
Gejala ini bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga beberapa menit.
Baca juga: Mulai Sekarang Hindari! 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Picu Kanker Paru
Langkah Pertolongan Pertama Saat Anak Kejang
Ketika anak kejang, fokus utama adalah menjaga keselamatan dan memastikan jalan napas tetap aman. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan.
1. Tetap Tenang dan Catat Durasi Kejang
Usahakan untuk tidak panik agar bisa berpikir jernih. Perhatikan waktu mulai kejang dan berapa lama berlangsung, jika kejang demam umumnya berhenti dalam waktu kurang dari 5 menit.
2. Pindahkan Anak ke Tempat Aman
Jauhkan anak dari benda keras atau tajam seperti meja, kursi, atau mainan yang bisa melukai tubuhnya saat kejang.
3. Miringkan Posisi Tubuh Anak
Posisikan anak dalam posisi menyamping untuk menjaga jalan napas tetap terbuka dan mencegah cairan masuk ke saluran pernapasan.
4. Longgarkan Pakaian
Buka atau longgarkan pakaian di sekitar leher agar anak bisa bernapas lebih lega.
5. Jangan Memasukkan Benda ke Dalam Mulut
Hal ini adalah kesalahan yang sering terjadi. Faktanya, anak tidak akan menelan lidahnya sendiri. Memasukkan benda ke mulut justru bisa menyebabkan cedera atau menyumbat jalan napas.
6. Pantau Suhu Tubuh Anak
Jika kejang dipicu oleh demam, turunkan suhu tubuh setelah kejang berhenti dengan kompres hangat dan obat penurun panas sesuai anjuran dokter.
7. Segera Cari Bantuan Medis Jika Perlu
Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, terjadi berulang dalam sehari, atau anak tidak sadar setelah kejang, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Baca juga: Jangan Anggap Sepele! Ini Gejala Herpes Mata yang Perlu Diwaspadai dan Cara Mengobatinya
Kapan Harus ke Dokter?
Meski kejang sudah berhenti, pemeriksaan tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya, terutama jika faktor seperti:
- Kejang pertama pada anak
- Anak masih lemas atau tidak sadar cukup lama setelah kejang
- Kejang disertai demam tinggi, muntah, atau muncul ruam
Pemeriksaan dokter penting untuk memastikan kondisi anak dan mencegah risiko kejang berulang.
Kejang pada anak memang terlihat menakutkan, tetapi dengan penanganan yang tepat, risiko komplikasi bisa diminimalkan. Kunci utamanya adalah tetap tenang, tidak panik, dan melakukan langkah pertolongan pertama dengan benar.
Baca juga: Obat Alami untuk Herpes yang Aman dan Mudah Digunakan, Bisa Bantu Redakan Gejalanya
Dengan pemahaman yang baik, orang tua bisa lebih siap menghadapi situasi darurat dan memberikan perlindungan terbaik untuk anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rsiabinamedika.com