Kamis, 09 APRIL 2026 • 09:20 WIB

7 Dampak Sering Mengunyah Es Batu yang Sering Diabaikan, Stop Sekarang!

Author

ilustrasi es batu (freepik)

INDOZONE.ID - Tahukah kamu, sering mengunyah es batu sering dianggap kebiasaan kecil yang nggak berbahaya. 

Padahal, di balik sensasi dingin dan segarnya, ada dampak yang bisa merusak kesehatan mulut tanpa disadari.

Mulai dari gigi retak sampai gangguan rahang, semuanya bisa terjadi kalau kebiasaan ini dibiarkan.

Biar nggak menyesal di kemudian hari, penting banget untuk tahu risiko yang mungkin muncul sejak sekarang.

Nah berikut beberapa dampak sering mengunyah es batu yang sering diabaikan: 

1. Gigi Mudah Retak Dan Sensitif

Sering mengunyah es batu bisa memberi tekanan besar pada gigi yang sebenarnya tidak dirancang untuk menggigit benda sekeras itu.

Lama-kelamaan, enamel yang ada di gigi bisa mengalami retakan halus yang sering tidak terasa di awal.

Dampaknya baru muncul ketika gigi jadi lebih sensitif terhadap makanan panas atau dingin. Jika terus dibiarkan, risiko gigi patah pun bisa meningkat.

2. Luka Dan Iritasi di Dalam Mulut

Tekstur es yang keras dan kadang tajam bisa melukai bagian dalam mulut seperti gusi, lidah, atau pipi.

Luka kecil yang terjadi berulang sering dianggap sepele, padahal bisa memicu iritasi hingga infeksi.

Apalagi jika kebersihan mulut kurang terjaga, proses penyembuhannya bisa lebih lama.

Kebiasaan mengunyah es batu ini juga membuat jaringan mulut jadi lebih rentan dan sensitif.

3. Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi

Sering mengunyah es batu ternyata bisa jadi sinyal dari tubuh, bukan sekadar kebiasaan iseng.

Kondisi ini dikenal sebagai pagofagia dan sering dikaitkan dengan anemia defisiensi besi.

Baca juga: Mengenal Pagophagia: Kebiasaan Mengunyah Es Batu, Penyebab, Gejala yang Timbul, serta Cara Mengatasinya

Meski terasa menyegarkan, kebiasaan ini bukan solusi untuk mengatasi lemas atau kurang fokus. Justru, ini bisa jadi tanda bahwa tubuh sedang butuh asupan zat besi lebih.

4. Memicu Nyeri Pada Sendi Rahang

Setiap gigitan es batu memberi tekanan ekstra pada sendi rahang atau TMJ. Jika dilakukan terus-menerus, otot dan sendi di area ini bisa mengalami ketegangan.

Akibatnya, muncul rasa nyeri, bunyi “klik”, atau bahkan sulit membuka mulut dengan nyaman. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa berkembang jadi gangguan rahang yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

5. Risiko Tersedak dan Melukai Tenggorokan

Potongan es yang licin bisa saja tertelan tanpa sengaja, terutama saat kamu mengunyah dengan cepat. Hal ini meningkatkan risiko tersedak atau rasa tidak nyaman di tenggorokan.

Dalam beberapa kasus, es juga bisa melukai bagian dalam tenggorokan. Meski jarang, risiko ini tetap perlu diwaspadai.

6. Merusak Tambalan dan Perawatan Gigi

Buat kamu yang punya tambalan gigi, crown, atau veneer, kebiasaan mengunyah es batu bisa jadi masalah besar. Tekanan dari es bisa membuat tambalan retak atau bahkan lepas tanpa disadari.

Perawatan gigi yang seharusnya tahan lama jadi lebih cepat rusak.

Baca juga: Benarkah Es Batu Dapat Meredakan Kecemasan? Ini Penjelasannya

Akhirnya, kamu harus bolak-balik ke dokter gigi hanya karena kebiasaan kecil ini.

7. Memicu Kebiasaan Buruk Pada Gigi (Oral Habit)

Mengunyah es batu bisa berubah jadi kebiasaan yang sulit dihentikan tanpa disadari.

Lama-kelamaan, ini mirip dengan kebiasaan menggigit kuku atau menggemeretakkan gigi.

Jika terus berlanjut, tekanan berulang bisa memengaruhi posisi gigi dan kesehatan mulut secara keseluruhan. Kebiasaan kecil ini pun bisa berdampak lebih besar dari yang kamu kira.

Meski terlihat sepele, kebiasaan mengunyah es batu bisa berdampak besar pada kesehatan gigi dan mulut jika terus dibiarkan. Mulai sekarang, coba kurangi kebiasaan ini ya! 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: WebMD

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU