INDOZONE.ID - Tubuh sebenarnya punya cara sendiri untuk “berbicara” saat ada yang tidak beres, hanya saja, kita sering terlalu sibuk untuk benar-benar mendengarkan.
Salah satu contohnya adalah rasa lelah yang dianggap sepele yang kerap diabaikan begitu saja.
Padahal, bisa jadi itu adalah sinyal awal dari masalah yang lebih serius, termasuk gangguan pada ginjal.
Sayangnya, banyak orang baru menyadari saat kondisinya sudah cukup parah.
Tanda Awal Sakit Ginjal yang Sering Diabaikan
Sebelum terlambat, ada baiknya kamu mulai lebih peka untuk kenali tanda-tanda awal sakit ginjal yang sering dianggap sepele berikut ini:
1. Kaki Tiba-Tiba Bengkak
Pernah merasa kaki atau pergelangan tiba-tiba membengkak tanpa sebab yang jelas? Hal ini bisa jadi tanda awal masalah pada ginjal.
Pembengkakan ini dikenal sebagai edema, dan biasanya terasa lembek saat ditekan, bahkan meninggalkan cekungan yang butuh waktu untuk kembali seperti semula.
Kondisi ini terjadi karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan natrium dengan baik, sehingga cairan menumpuk di tubuh.
Meski begitu, pembengkakan juga bisa berkaitan dengan masalah lain seperti jantung atau hati.
Kalau kamu mengalaminya secara tiba-tiba, sebaiknya jangan diabaikan dan segera periksakan diri ke dokter.
2. Perubahan Pada Urine
Ginjal punya peran penting dalam memproduksi urine, jadi perubahan sekecil apa pun bisa jadi sinyal yang perlu diperhatikan.
Saat fungsi ginjal mulai terganggu, kamu mungkin akan melihat perubahan seperti warnah urine yang keruh, berbusa, bahkan bercampur darah.
Baca juga: Apakah Bisa Hidup dengan Satu Ginjal? Ini Penjelasannya
Frekuensi buang air kecil juga bisa meningkat, terutama di malam hari. Meski terlihat sepele, perubahan ini bisa jadi “alarm awal” dari tubuh bahwa ada yang tidak beres.
3. Tubuh Terasa Cepat Lelah
Kalau kamu sering merasa lelah padahal tidak melakukan aktivitas berat, bisa jadi itu bukan sekadar capek biasa.
Saat ginjal tidak bekerja optimal, racun dalam darah akan menumpuk dan membuat tubuh terasa lemas.
Tak hanya itu, ginjal juga berperan dalam produksi hormon pembentuk sel darah merah.
Jika produksinya menurun, suplai oksigen ke tubuh ikut terganggu, itulah yang membuat kamu jadi mudah lelah, sulit fokus, dan terasa tidak bertenaga.
4. Mual, Terutama di Pagi Hari
Rasa mual di pagi hari sering dianggap hal biasa, tapi ternyata bisa jadi tanda awal gangguan ginjal.
Bahkan, beberapa orang merasakannya saat menyikat gigi.
Baca juga: Peluang Sembuh Kanker Ginjal pada Anak Bisa Capai 90 Persen, Ini Caranya!
Kondisi ini terjadi karena penumpukan racun dalam tubuh yang memengaruhi sistem pencernaan.
Lama-kelamaan, mual ini bisa membuat nafsu makan menurun.
Pada kondisi yang lebih serius, muntah bisa terjadi secara terus-menerus.
5. Tekanan Darah Mulai Naik
Tekanan darah tinggi bukan hanya masalah jantung, tapi juga bisa berkaitan dengan ginjal.
Saat ginjal tidak mampu mengatur keseimbangan cairan dan natrium, tekanan darah bisa ikut meningkat.
Gejalanya bisa berupa sakit kepala, pusing, hingga rasa tidak nyaman di perut.
Oleh karena itu, orang dengan hipertensi sangat disarankan untuk memeriksa kondisi ginjalnya secara rutin.
6. Kulit Terasa Gatal tanpa Sebab
Gatal yang muncul tanpa alasan jelas juga bisa jadi tanda ginjal bermasalah.
Saat racun menumpuk dalam darah, kulit bisa bereaksi dengan rasa gatal atau bahkan ruam.
Selain itu, gangguan keseimbangan mineral dalam tubuh juga bisa membuat kulit menjadi lebih kering.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa semakin mengganggu kenyamanan sehari-hari.
7. Mulut Terasa Pahit seperti Logam
Pernah merasa makanan favorit tiba-tiba terasa aneh? Atau muncul rasa pahit seperti logam di mulut? Ini bisa terjadi akibat penumpukan limbah dalam darah.
Selain mengubah rasa makanan, kondisi ini juga sering disertai bau mulut yang tidak sedap.
Dampaknya, nafsu makan pun bisa menurun karena semua terasa berbeda dari biasanya.
Gejala awal penyakit ginjal sering kali terlihat ringan dan mudah diabaikan. Padahal, mengenali tanda-tandanya sejak dini bisa membantu mencegah kondisi yang lebih serius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: National Kidney Foundation