INDOZONE.ID - Tak sedikit orang tua yang mengira masalah kekurangan zat besi hanya berdampak pada kondisi ringan kesehatan anak.
Padahal, efeknya bisa jauh lebih dalam dan sering kali tidak langsung terlihat.
Dari kemampuan berpikir hingga risiko stunting, kekurangan nutrisi ini diam-diam memengaruhi tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Lantas apa hubungannya dengan kemampuan berpikir dan stunting pada anak? Berikut penjelasannya.
Tak Hanya Fisik, Kekurangan Zat Besi Juga Turunkan Kecerdasan
Banyak orang tua masih menganggap kekurangan zat besi hanya sebatas anemia. Padahal, dampaknya bisa jauh lebih dalam dari itu.
Kekurangan zat besi juga berpengaruh langsung pada kemampuan belajar, daya ingat, hingga perkembangan kecerdasan anak secara keseluruhan.
Hal ini terjadi karena zat besi berperan penting dalam mendukung kerja sistem saraf yang sedang berkembang pesat di usia dini.
Baca juga: Intervensi Gizi Sejak Dini Dinilai Efektif Mencegah Stunting
“Kalau anak kekurangan zat besi, maka selubung mielinnya tidak optimal, neurotransmitternya juga tidak bagus. Akibatnya, fungsi kognitif bisa menurun,' Jelas Dr Lucky Yogasatria Sp.A dalam konfersi pers acara Maltofer di Jakarta Selata pada (14/04/26)
Jadi letika kebutuhan zat besi tidak terpenuhi, perkembangan otak tidak berjalan optimal. Akibatnya, fungsi kognitif anak bisa menurun secara perlahan.
Jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan, dampaknya bisa berlanjut dalam jangka panjang dan memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak di masa depan.
Stunting dan Kekurangan Zat Besi Saling Berkaitan
Masalah lain yang tak kalah serius adalah kaitan antara kekurangan zat besi dan stunting. Dalam banyak kasus, anak yang mengalami stunting juga kekurangan berbagai nutrisi penting, termasuk zat besi.
Kondisi ini bahkan bisa bermula sejak dalam kandungan, ketika ibu mengalami anemia atau kekurangan zat besi, sehingga memengaruhi tumbuh kembang janin sejak awal.
Baca juga: Pantangan Makanan Penderita Anemia: Daftar Lengkap Penghambat Zat Besi
Stunting sendiri bukan sekadar soal tinggi badan yang lebih pendek, tetapi menjadi tanda bahwa anak mengalami kekurangan nutrisi dalam jangka panjang yang berdampak pada tubuh sekaligus perkembangan otaknya
“Jadi ketika anak stunting, bukan hanya tinggi badannya yang terganggu, tapi otaknya juga kekurangan nutrisi, termasuk zat besi,” jelasnya
Lebih jelasnya, kondisi ini terjadi karena stunting biasanya dipicu oleh kekurangan asupan nutrisi secara menyeluruh, baik makronutrisi seperti protein dan energi, maupun mikronutrisi seperti zat besi, vitamin, dan mineral lainnya.
Ketika tubuh kekurangan zat besi, distribusi oksigen ke seluruh jaringan, termasuk otak, menjadi tidak optimal. Akibatnya, proses pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak ikut terhambat.
Selain itu, kekurangan zat besi juga dapat mengganggu pembentukan sel saraf dan fungsi otak, yang pada akhirnya memperburuk kondisi stunting itu sendiri. Inilah mengapa kedua kondisi ini sering berjalan beriringan dan saling memperparah.
Dari sini bisa disimpulkan bahwa zat besi punya peran penting dalam tumbuh kembang si kecil, bahkan sejak masih dalam kandungan.
Nah, untuk membantu memenuhi kebutuhannya, suplemen seperti Maltofer Fol tablet bisa menjadi salah satu pilihan.
Namun, sebelum mengonsumsinya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan agar sesuai dengan kondisi ibu dan kebutuhan janin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan