INDOZONE.ID - Olahraga diketahui memberikan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Mulai dari menjaga berat badan, menurunkan tekanan darah, hingga mengurangi risiko serangan jantung.
Namun rupanya, banyak juga orang yang mempertanyakan, apakah waktu berolahraga juga memengaruhi manfaat tersebut?
Dikutip dari Medical News Today, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Open Heart menemukan, menyesuaikan waktu olahraga dengan jam biologis alami tubuh, dapat memberikan hasil yang lebih optimal. Khususnya, bagi kesehatan jantung dan metabolisme.
Studi: Olahraga Sesuai Ritme Tubuh Beri Hasil Lebih Baik
Penelitian ini melibatkan 150 peserta dewasa berusia 40–60 tahun di Lahore, Pakistan, dengan 134 orang menyelesaikan studi.
Seluruh peserta merupakan individu yang jarang berolahraga (sedentari), dan memiliki setidaknya satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. Misal, tekanan darah tinggi atau riwayat keluarga penyakit jantung.
Baca juga: 9 Olahraga untuk Turunkan Kolesterol yang Ampuh dan Nggak Ribet!
Peneliti membagi peserta berdasarkan kronotipe, yaitu kecenderungan alami seseorang menjadi ‘morning person’ (aktif di pagi hari) atau ‘evening person’ (lebih aktif di malam hari).
Selama 12 minggu, peserta menjalani latihan aerobik intensitas sedang, seperti berjalan cepat atau treadmill selama 30 menit, lima kali seminggu.
Mereka kemudian dibagi menjadi dua kelompok:
- Kelompok yang berolahraga sesuai kronotipe
- Kelompok yang berolahraga di waktu yang berlawanan dengan kronotipe
Hasil: Tekanan Darah dan Kolesterol Lebih Baik
Hasil penelitian menunjukkan, peserta yang berolahraga sesuai dengan jam biologisnya, mengalami perbaikan kesehatan yang lebih signifikan, antara lain:
- Penurunan tekanan darah lebih besar
- Variabilitas detak jantung lebih baik
- Kadar kolesterol “jahat” (LDL) menurun lebih banyak
- Kadar gula darah puasa lebih stabil
- Kualitas tidur meningkat
Sebagai contoh:
- Tekanan darah sistolik turun hampir 11 mmHg pada kelompok yang sinkron
- Sementara kelompok tidak sinkron hanya turun sekitar 5,5 mmHg
Penurunan kolesterol juga lebih signifikan:
- 13,7 mg/dL pada kelompok sinkron
- 7,6 mg/dL pada kelompok tidak sinkron
Menariknya, peserta dengan tekanan darah tinggi sejak awal, mendapatkan manfaat paling besar ketika waktu olahraga disesuaikan dengan ritme tubuh mereka.
Kenapa Waktu Olahraga Penting?
Para ahli menjelaskan, setiap orang memiliki ritme sirkadian, yakni jam internal tubuh yang mengatur tidur, energi, hormon, dan respons fisik.
Olahraga yang dilakukan saat tubuh berada pada kondisi paling ‘siap’ secara alami, akan dapat:
- Meningkatkan performa fisik
- Mengoptimalkan respons jantung dan metabolisme
- Membantu tubuh beradaptasi lebih efektif
Baca juga: Pagi atau Malam: Kapan Waktu Terbaik untuk Berolahraga?
Tidak Semua Kebutuhan Olahraga Tiap Orang Sama
Meski hasil penelitian cukup menjanjikan, para peneliti mengingatkan, studi ini memiliki beberapa keterbatasan:
- Jumlah peserta relatif kecil
- Durasi penelitian hanya 12 minggu
- Fokus pada kelompok usia dan populasi tertentu
- Tidak mencakup efek jangka panjang
Selain itu, faktor seperti kepatuhan peserta, akurasi laporan pribadi, serta penggunaan obat juga bisa memengaruhi hasil.
Pendekatan Individu dalam Olahraga
Temuan ini membuka peluang baru dalam pendekatan kesehatan berbasis personal. Artinya, rekomendasi olahraga tidak hanya soal jenis, durasi, dan intensitas, tetapi juga waktu terbaik sesuai tubuh masing-masing.
Para ahli menyarankan, agar kamu berdiskusi dengan tenaga medis, untuk menentukan jadwal olahraga yang paling sesuai dengan kondisi dan gaya hidup mereka.
Seiring berkembangnya penelitian, memahami ritme tubuh sendiri bisa menjadi kunci mendapatkan hasil olahraga yang lebih maksimal, dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today