INDOZONE.ID - Di zaman sekarang, HP sudah jadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua aktivitas seperti chat, nonton video, sampai scroll media sosial dilakukan lewat layar HP, bahkan sering sebelum tidur.
Banyak orang punya kebiasaan main HP di tempat gelap atau minim cahaya. Rasanya memang lebih nyaman dan santai, apalagi saat rebahan di malam hari. Tapi tanpa sadar, mata jadi bekerja lebih keras karena cahaya layar terasa lebih terang.
Kalau kebiasaan ini dilakukan terus, mata bisa jadi cepat lelah, perih, dan kurang nyaman. Jadi meskipun terlihat sepele, tetap penting buat pakai HP dengan cara yang lebih bijak supaya kesehatan mata tetap terjaga.
Dampak Sering Main HP di Tempat Gelap
Berikut ini, beberapa dampak sering main HP di tempat gelap bagi kesehatan mata yang perlu kamu ketahui:
1. Mata Cepat Lelah
Saat berada di ruangan gelap, pupil mata akan melebar untuk menangkap lebih banyak cahaya. Ketika tiba-tiba terpapar cahaya terang dari layar HP, mata harus beradaptasi secara cepat.
Proses ini membuat mata menjadi tegang dan cepat lelah.
2. Mata Kering dan Perih
Fokus terlalu lama pada layar HP dapat membuat frekuensi berkedip berkurang. Akibatnya, mata menjadi kering, terasa perih, bahkan bisa memerah.
Kondisi ini akan semakin parah, jika dilakukan di tempat gelap karena kontras cahaya lebih tinggi.
3. Memicu Sakit Kepala
Perbedaan cahaya yang terlalu kontras antara layar HP dan kondisi ruangan gelap dapat membuat mata tegang. Ketegangan pada mata ini lama-kelamaan bisa memicu sakit kepala, terutama di bagian dahi dan sekitar mata.
4. Paparan Blue Light dan Gangguan Tidur
Layar smartphone memancarkan sinar biru (blue light) yang tinggi. Sinar ini dapat menekan produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang mengatur siklus tidur manusia.
5. Penglihatan Bisa Terganggu
Meski tidak langsung merusak mata, kebiasaan ini tetap bisa membuat penglihatan menjadi kurang nyaman. Mata jadi lebih mudah lelah, sensitif terhadap cahaya, dan sulit fokus melihat dalam waktu lama.
6. Risiko Degenerasi Makula
Paparan sinar biru dari layar HP secara berlebihan dapat memengaruhi kesehatan retina mata. Jika terus dibiarkan, kondisi ini bisa meningkatkan risiko gangguan penglihatan pada bagian tengah mata.
Baca juga: 9 Cara Ampuh Mengurangi Kebiasaan Scroll HP Agar Hidup Lebih Seimbang
Cara Mengurangi Dampaknya
Agar kesehatan mata tetap terjaga, beberapa kebiasaan berikut bisa mulai diterapkan:
1. Gunakan Lampu Saat Bermain HP
Hindari menggunakan HP di ruangan yang benar-benar gelap. Sebaiknya nyalakan lampu atau gunakan pencahayaan redup agar mata tidak terlalu tegang saat melihat layar HP.
2. Kurangi Kecerahan Layar
Atur tingkat kecerahan layar sesuai kondisi ruangan. Jangan gunakan cahaya layar yang terlalu terang karena bisa membuat mata lebih cepat lelah dan terasa tidak nyaman.
3. Aktifkan Mode Malam
Gunakan fitur mode malam atau blue light filter di HP untuk membantu mengurangi paparan cahaya biru yang bisa membuat mata cepat lelah, terutama saat digunakan di malam hari.
4. Istirahatkan Mata Secara Rutin
Jika bermain HP dalam waktu lama, cobalah istirahatkan mata setiap beberapa menit. Kamu bisa melihat benda yang jauh sejenak agar mata menjadi lebih rileks dan tidak tegang.
5. Hindari Bermain HP Terlalu Lama Sebelum Tidur
Menggunakan HP sebelum tidur dapat membuat mata terus bekerja dan mengganggu waktu istirahat. Karena itu, sebaiknya kurangi penggunaan HP menjelang tidur agar mata dan tubuh bisa lebih rileks.
6. Terapkan Aturan 20-20-20
Agar mata tidak cepat lelah, coba terapkan aturan 20-20-20 saat bermain HP. Caranya, setiap 20 menit melihat layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat benda yang berjarak sekitar 20 kaki atau sekitar 6 meter.
Baca juga: Peneliti Ungkap Main HP Sebelum Tidur Bisa Kurangi 24 Menit Tidurmu
Itulah dampak dan cara mengurangi kebiasaan sering main HP di tempat gelap bagi kesehatan mata. Sebaiknya mulai kurangi kebiasaan ini dan gunakan HP di tempat dengan pencahayaan yang cukup agar mata tetap sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline