Kamis, 30 APRIL 2026 • 15:00 WIB

Pecinta Teh dan Kopi Wajib Tahu! Ini Dampak Kafein yang Bisa Bikin Asam Lambung Kambuh

Author

Kopi dan teh hijau (Pexels/Rodolfo Quirós/Pixabay/Gadost0)

INDOZONE.ID - Banyak orang memulai hari dengan kopi, lalu lanjut teh di sore hari. Kedengarannya biasa saja, bahkan menyehatkan. Tapi, buat sebagian orang, kebiasaan ini justru jadi pemicu rasa nggak nyaman yang sering diabaikan: dada panas, perut begah, sampai sensasi asam naik ke tenggorokan.

Kalau kamu sering merasakannya, mungkin masalahnya bukan di jadwal makanmu tapi di apa yang kamu minum setiap hari.

Kafein: Si Kecil yang Punya Dampak Besar

Kafein memang identik dengan energi dan fokus. Tapi di balik itu, ada efek lain yang jarang disadari terutama buat penderita asam lambung.

Zat ini bisa membuat katup di bagian bawah kerongkongan melemah. Padahal, katup tersebut berfungsi menahan asam lambung agar tetap di tempatnya. Saat fungsinya terganggu, asam lebih mudah naik dan memicu rasa panas di dada atau yang dikenal sebagai heartburn.

Menariknya, efek ini nggak selalu terasa instan. Kadang muncul perlahan, setelah konsumsi berulang dalam sehari.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Minum Teh dan Kopi saat Puasa? Ini Saran Dokter Gizi

Fakta Medis: Masih Pro dan Kontra

Dunia medis sendiri belum sepenuhnya satu suara soal ini. Ada penelitian yang menemukan bahwa konsumsi kopi, teh, dan minuman bersoda berkaitan dengan peningkatan risiko asam lambung, terutama pada perempuan. Bahkan, mengganti minuman tersebut dengan air putih disebut bisa membantu menurunkan risikonya.

Namun, di sisi lain, ada juga studi yang tidak menemukan hubungan kuat antara kopi atau teh dengan gejala refluks pada laki-laki.

Meski hasilnya berbeda, lembaga seperti American College of Gastroenterology tetap menyarankan untuk membatasi asupan kafein, terutama bagi yang sudah merasakan gejalanya.

Kopi Bukan Sekadar “Kafein Tinggi”

Kopi sering jadi tersangka utama, tapi ternyata bukan cuma soal kadar kafein. Jenis biji, tingkat roasting, hingga tingkat keasaman juga ikut berperan.

Beberapa orang justru lebih sensitif terhadap rasa asam kopi dibanding kafeinnya. Ada juga yang merasa jenis kopi tertentu lebih “ramah” di lambung, misalnya kopi dengan roasting lebih gelap atau metode cold brew yang cenderung lebih rendah kafein dan tidak terlalu asam.

Artinya, reaksi tubuh terhadap kopi bisa sangat personal nggak bisa disamaratakan.

Teh yang Terlihat “Aman” Ternyata Belum Tentu

Ilustrasi minum teh. (Dok. Freepik.)

Teh sering dianggap alternatif yang lebih ringan. Tapi kenyataannya, teh juga mengandung kafein, dan efeknya bisa mirip.

Bahkan yang lebih mengejutkan, beberapa teh herbal tanpa kafein justru bisa memperparah gejala pada sebagian orang. Kandungan seperti peppermint atau spearmint, yang sering dianggap menenangkan, ternyata bisa memicu heartburn.

Selain itu, cara penyeduhan juga berpengaruh. Semakin lama teh diseduh, semakin tinggi kadar kafein yang larut di dalamnya dan semakin besar potensi memicu gejala.

Baca juga: Minum Kopi dan Teh Bisa Bikin Lemes Pada Saat Berpuasa, Begini Penjelasannya

Haruskah Berhenti Total?

Tidak selalu, menghindari sepenuhnya bukan satu-satunya solusi. Yang lebih penting adalah memahami bagaimana tubuhmu merespons. Mengurangi konsumsi, memilih jenis minuman yang lebih ringan, dan memperhatikan pola minum bisa jadi langkah awal yang lebih realistis.

Bagi sebagian orang, mengganti kopi atau teh dengan air putih saja sudah cukup membantu meredakan gejala.

Saatnya Lebih Peka Sama Tubuh Sendiri

Kopi dan teh memang bukan musuh. Tapi kalau tubuhmu mulai memberi “sinyal” seperti dada panas atau asam lambung naik, mungkin ini saatnya berhenti mengabaikannya.

Karena kadang, yang kamu anggap kebiasaan kecil ternyata punya dampak besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU