Ilustrasi sering pegal karena seharian di ruang AC. (Magnific)
INDOZONE.ID - Banyak orang merasa tubuh jadi pegal, leher kaku, atau punggung nyeri setelah seharian kerja di ruangan ber-AC.
Akibatnya, AC sering dituding sebagai penyebab utama masalah sendi dan tulang. Padahal, menurut dokter ortopedi, penyebab sebenarnya bukan AC itu sendiri.
Ketua dan ahli bedah ortopedi di Welcare Hospital, Dr. Bharat S. Mody, menjelaskan bahwa rasa tidak nyaman tersebut lebih sering dipicu oleh kebiasaan duduk terlalu lama dan kurang bergerak selama berada di dalam ruangan.
"AC tidak secara langsung menyebabkan arthritis atau degenerasi tulang. Namun, kebiasaan sedentari di dalam ruangan yang sering menyertai penggunaan AC berlebihan dapat memperburuk kekakuan dan ketidaknyamanan otot," jelas Dr. Mody seperti dilansir Antara, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: Efek Stres Ternyata Bisa Bikin Badan Pegal Terus!
Saat berada di ruangan dingin terlalu lama, otot cenderung menegang sementara. Kondisi ini membuat tubuh terasa lebih kaku, fleksibilitas berkurang, dan aliran darah sedikit melambat
Apalagi kalau posisi duduk kurang ideal dan hampir tidak bergerak selama berjam-jam.
Menurut Dr. Mody, banyak orang menghabiskan waktu 8–10 jam di ruangan ber-AC tanpa cukup peregangan atau aktivitas fisik. Akibatnya, tubuh mulai memberikan sinyal seperti:
"Gejala-gejala ini sering kali berkaitan dengan postur tubuh yang buruk, ketegangan otot, atau kurangnya aktivitas fisik, bukan karena AC merusak tulang," tambahnya.
Efek ruangan dingin biasanya lebih terasa pada orang yang memang sudah punya masalah sendi atau nyeri kronis sebelumnya, seperti:
Lansia juga lebih mudah mengalami nyeri saat berada di ruangan ber-AC karena massa otot berkurang dan sirkulasi darah tidak sebaik saat muda.
Masih banyak yang percaya terlalu lama di ruang AC bisa bikin tulang keropos. Faktanya, Dr. Mody menegaskan belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan AC dapat menyebabkan osteoporosis secara langsung.
Yang justru perlu diperhatikan adalah gaya hidup saat terlalu sering berada di dalam ruangan, seperti:
"Kekurangan vitamin D masih banyak ditemukan pada masyarakat perkotaan yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan dan jarang terpapar sinar matahari," kata Dr. Mody.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara