Rabu, 06 MEI 2026 • 16:25 WIB

Bukan Lagi Penyakit Orang Dewasa, Program CGK Ungkap Anak Sekolah Mulai Alami Hipertensi

Author

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari memaparkan perkembangan terbaru program CKG di sekolah. (INDOZONE/Putri Octavia Saragih)

INDOZONE.ID - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari, memaparkan perkembangan terbaru program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah serta upaya percepatan penanganan tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta pada Rabu (6/5/2026), Qodari menegaskan bahwa kesehatan menjadi pondasi utama bagi kualitas pendidikan di Indonesia. 

"Kami ingin menegaskan satu keyakinan mendasar bahwa pendidikan yang berkualitas hanya dapat terwujud di atas fondasi kesehatan yang kuat. Anak-anak yang sakit tidak dapat belajar secara optimal," ujar Qodari.

Baca juga: Pesan Penting Menkes di Hari Kesehatan Nasional 2025 di Balik Kesuksesan CKG

Program CKG di sekolah disebut sebagai langkah strategis pemerintah untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini pada anak usia sekolah.

"Program CKG di sekolah hadir untuk memastikan anak mendapatkan pemeriksaan kesehatan sejak dini, sehingga potensi masalah dapat dideteksi lebih cepat dan ditangani lebih cepat,” jelas Qodari.

Berdasarkan data terbaru, sepanjang 2025 hingga awal Mei 2026, program CKG telah menjangkau lebih dari 30 juta masyarakat. 

Secara total, sekitar 100 juta penduduk Indonesia telah mengikuti program ini. 

Khusus untuk anak sekolah, hingga awal Mei 2026, sebanyak 4,8 juta anak di lebih dari 48.000 sekolah telah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dari hasil tersebut, ditemukan sejumlah kesehatan yang cukup mengkhawatirkan:

  • 41 persen anak mengalami gangguan kesehatan gigi
  • 22,1 persen mengalami tekanan darah tinggi
  • 8,6 persen mengalami gangguan telinga

Qodari bahkan mengaku terkejut dengan temuan tersebut.

Baca juga: Menkes dan Program Cek Kesehatan Gratis Raih Penghargaan Asia-Pasifik

"Saya pribadi terus terang terkejut, sekarang tekanan darah tinggi sudah melanda anak sekolah. Kalau tidak ada CKG ini, kita tidak akan tahu," ungkapnya. 

Menurutnya, temuan ini menunjukkan pentingnya screening kesehatan secara sistematis di lingkungan sekolah.

Selain itu, program ini juga membantu anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses layanan kesehatan secara gratis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU