INDOZONE.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menargetkan sebanyak 130 juta warga mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 2026. Target tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan sasaran tahun 2025 yang ditetapkan sebanyak 70 juta peserta.
Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan, Asnawi Abdullah, menyebut target tahun 2025 telah tercapai. Ia mengatakan program prioritas nasional tersebut berhasil menjangkau 70 juta masyarakat dalam satu tahun pelaksanaannya.
“Alhamdulillah di tahun 2025, kami berhasil mencapai target sebanyak 70 juta orang memanfaatkan program prioritas Presiden Prabowo ini,” kata Asnawi di Jakarta, dikutip Rabu (11/2/2026).
Asnawi menjelaskan, program CKG kini genap berusia satu tahun. Dari hasil evaluasi, sebanyak 25 juta peserta di antaranya berasal dari kalangan pelajar, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Baca juga: Kemenkes: 95,8 Persen Peserta Cek Kesehatan Gratis Kurang Aktivitas Fisik
“Kami bersyukur 70 juta warga Indonesia memanfaatkan program ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, fokus pelaksanaan CKG ke depan tidak hanya pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga pada tindak lanjut atas temuan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil skrining.
Berdasarkan evaluasi di kelompok pelajar, masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah gangguan kesehatan gigi serta hipertensi. Ke depan, Kementerian Kesehatan akan memperkuat upaya penanganan terhadap temuan tersebut.
“Kalau hipertensi bagaimana cara pengendalian tekanan darah dan apa yang harus dilakukan. Ini yang akan kami giatkan,” kata Asnawi.
Sementara itu, untuk kelompok masyarakat secara umum, terdapat tiga persoalan kesehatan utama yang paling sering ditemukan, yakni hipertensi, kadar gula darah, dan berat badan. Menurut Asnawi, pengendalian tiga faktor tersebut dapat menekan risiko munculnya penyakit katastropik.
Baca juga: Lebih dari 52 Juta Warga Ikuti Cek Kesehatan Gratis, Skrining Tuberkulosis Meningkat Tajam
Penyakit katastropik merupakan kondisi medis serius yang membutuhkan perawatan jangka panjang, dengan biaya tinggi serta berpotensi mengancam jiwa atau menyebabkan kecacatan. Jenis penyakit tersebut antara lain penyakit jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, sirosis hati, thalasemia, hemofilia, dan leukemia.
Asnawi menyebutkan, beban pembiayaan terbesar BPJS Kesehatan saat ini berasal dari penyakit kardiovaskular, khususnya penyakit jantung. Oleh karena itu, ia berharap program CKG dapat mendorong masyarakat membangun pola hidup sehat sejak dini.
“Kami dorong masyarakat dapat ambil bagian setiap tahun ikut program CKG agar menekan penyakit tersebut,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA