Minggu, 10 MEI 2026 • 17:15 WIB

Jangan Asal Cuci! Begini Cara Bersihkan Pestisida dari Buah dan Sayur dengan Benar

Author

Ilustrasi pemberian pestisida pada buah. (Freepik)

INDOZONE.ID - Pestisida selama ini kerap dikaitkan dengan risiko kanker. Namun, menurut dokter spesialis onkologi asal Raipur, India, Jayesh Sharma, hubungan antara pestisida dan kanker tidak sesederhana yang banyak dibayangkan.

Dokter yang telah berpengalaman lebih dari 25 tahun itu menjelaskan, terdapat dua sisi berbeda dalam persoalan paparan pestisida

Dikutip dari Hindustan Times, Sharma menjelaskan bagimana cara sederhana untuk mengurangi paparan pestisida dari makanan sehari-hari.

Apakah Pestisida Bisa Menyebabkan Kanker?

Menurut Sharma, pestisida memengaruhi dua kelompok orang dengan cara berbeda.

Kelompok pertama adalah para petani atau pekerja pertanian, yang secara langsung menyemprotkan pestisida ke tanaman. Kelompok ini memiliki tingkat paparan jauh lebih tinggi dibanding masyarakat umum.

Baca juga: Awas! Paparan Pestisida Sehari-hari Diduga Turunkan Kualitas Sperma Pria Sehat

Ia menjelaskan, paparan pestisida jangka panjang dalam jumlah besar, menunjukkan hubungan yang jelas dengan beberapa jenis kanker, seperti leukemia dan limfoma.

Namun, kondisi berbeda ditemukan pada masyarakat yang hanya terpapar pestisida melalui makanan.

Perbedaan Pestisida Lama dan Pestisida Modern

Sharma menjelaskan, terdapat dua jenis pestisida utama.

1. Pestisida Organoklorin Generasi Lama

Pestisida jenis lama, seperti DDT, kini telah dilarang di banyak negara. Senyawa ini diketahui dapat bertahan di tanah selama puluhan tahun.

Tanaman dapat menyerap zat tersebut melalui akar, lalu membawanya ke bagian yang dikonsumsi, seperti buah dan sayuran.

ilustrasi pestisida (pinterest.com)

Menurut Sharma, pestisida jenis ini berpotensi mengganggu sistem hormon tubuh, dan meningkatkan risiko kanker payudara, serta beberapa kanker reproduksi.

Kabar baiknya, penggunaan pestisida jenis lama kini sudah jauh berkurang.

2. Pestisida Modern

Pestisida modern memiliki masa aktif lebih singkat, yaitu sekitar tiga hingga 10 hari. Artinya, ketika buah atau sayuran sampai ke rumah konsumen, sebagian zat tersebut biasanya sudah mulai terurai.

Meski hingga saat ini belum ada bukti kuat yang secara langsung menghubungkan pestisida modern dengan kanker, Sharma mengingatkan, paparan kecil dalam jangka panjang tetap dapat menimbulkan risiko tertentu.

Sehingga, ia menyarankan masyarakat tetap berupaya mengurangi paparan pestisida dari makanan.

Cara Kurangi Paparan Pestisida dari Makanan

Sharma membagikan tiga langkah sederhana yang bisa dilakukan, untuk membantu mengurangi paparan pestisida dari buah dan sayuran.

Menurutnya, masyarakat dapat memilih metode yang paling praktis dan sesuai kebutuhan.

Level 1: Langkah Dasar

Cuci dengan air mengalir

Buah dan sayuran sebaiknya dicuci di bawah air mengalir, sambil digosok menggunakan tangan. Ia juga menegaskan, merendam saja tidak seefektif mencuci dengan air mengalir.

Baca juga: Ada Kandungan Pestisida, Mie Instan Indonesia Ditarik Hong Kong, Ini Bahayanya untuk Tubuh

Buang lapisan luar sayuran

Untuk sayuran seperti kubis, lepaskan daun bagian luar sebelum dimasak. Pada sayuran hijau seperti bayam, setiap lembar daun sebaiknya dicuci satu per satu, bukan hanya membilas seluruh ikatan sekaligus.

Masak makanan sebelum dikonsumsi

Metode memasak seperti merebus, menggunakan panci presto, atau menumis dapat membantu memecah molekul pestisida.

Selain itu, mengonsumsi jenis buah dan sayuran yang bervariasi setiap hari, juga dinilai membantu mengurangi paparan berulang dari satu jenis pestisida tertentu.

Level 2: Langkah Lebih Cermat

Gunakan larutan garam

Campurkan satu sendok garam ke dalam setengah liter air, lalu rendam sayuran selama lima menit. Setelah itu, bilas kembali menggunakan air mengalir seperti langkah dasar tadi.

Kupas kulit buah dan sayur

Kulit buah dan sayuran cenderung mengandung lebih banyak residu pestisida. Sehingga, Sharma menyarankan mengupas beberapa jenis buah dan sayur, termasuk apel, mentimun, dan jambu biji.

Pilih makanan musiman

Buah dan sayuran di luar musim, biasanya membutuhkan lebih banyak pestisida selama proses budidaya.

Mengonsumsi makanan sesuai musim, dinilai dapat membantu mengurangi risiko paparan.

Level 3: Langkah Maksimal

Gunakan larutan baking soda

Rendam buah atau sayuran dalam campuran air dan baking soda selama 10–15 menit, lalu cuci kembali dengan air mengalir.

Pilih produk organik bersertifikat

Jika memungkinkan, pilih buah dan sayuran organik bersertifikat, terutama untuk bahan makanan yang paling sering dikonsumsi.

Menanam sendiri di rumah

Sharma juga menyarankan kepada masyarakat, untuk mencoba menanam tanaman sederhana seperti tomat, daun ketumbar, atau daun mint di halaman maupun balkon rumah.

Paparan Kecil Tetap Perlu Diwaspadai

Meski pestisida modern dianggap lebih aman dibanding generasi lama, para ahli tetap mengingatkan pentingnya langkah pencegahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Mencuci bahan makanan dengan benar, memilih produk segar sesuai musim, hingga memasak makanan sebelum dikonsumsi, dapat menjadi langkah praktis untuk membantu mengurangi paparan zat kimia dari pestisida.

Dengan pola hidup yang lebih sadar dan bijak, risiko paparan jangka panjang terhadap bahan berbahaya dapat ditekan seminimal mungkin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU