Senin, 18 MEI 2026 • 13:00 WIB

WHO Ungkap Bahaya Daging Olahan, Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Author

Ilustrasi daging olahan seperti sosis. (freepik.com) (freepik)

INDOZONE.ID - Makanan olahan berbahan daging memang sulit ditolak. Rasanya gurih, praktis dimasak, dan sering jadi penyelamat saat lapar melanda. Mulai dari sosis untuk sarapan, daging patty di burger, sosis di sandwich, sampai nugget yang selalu tersedia di freezer semuanya terasa simpel dan enak.

Tapi siapa sangka, kebiasaan terlalu sering mengonsumsi makanan ini ternyata bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Daging Olahan Masuk Daftar Makanan Berisiko

World Health Organization sempat membuat banyak orang terkejut setelah mengungkap bahwa daging olahan termasuk makanan yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker.

Yang dimaksud daging olahan adalah produk daging yang telah diawetkan melalui proses pengasapan, penggaraman, fermentasi, atau penambahan bahan pengawet agar lebih tahan lama. Contohnya cukup familiar di kehidupan sehari-hari, seperti bacon, sosis, ham, kornet, hingga beberapa jenis nugget olahan.

Menurut laporan tersebut, konsumsi berlebihan makanan jenis ini dapat meningkatkan paparan zat karsinogenik, yaitu zat yang berpotensi memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

Fakta ini cukup mengkhawatirkan karena makanan praktis seperti ini justru semakin sering dikonsumsi, terutama oleh orang-orang dengan gaya hidup sibuk yang lebih memilih makanan cepat saji.

Baca juga: Studi: Konsumsi Daging Olahan Bisa Tingkatkan Risiko Demensia!

Kenapa Banyak Orang Tetap Sulit Menghindarinya?

Jawabannya sederhana: praktis, murah, dan rasanya enak.

Di tengah rutinitas yang padat, banyak orang lebih memilih makanan instan yang bisa dimasak dalam hitungan menit. Apalagi, produk daging olahan sangat mudah ditemukan di supermarket hingga minimarket.

Belum lagi promosi makanan cepat saji yang terus bermunculan membuat konsumsi daging olahan semakin sulit dikontrol. Jika sudah menjadi kebiasaan harian, risiko kesehatan bisa meningkat tanpa disadari.

Pola Makan yang Lebih Sehat Bisa Jadi Solusi

Mengonsumsi makanan sehat akan mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan untuk rambut tumbuh panjang dan kuat. (freepik.com)

Bukan berarti kamu harus langsung berhenti makan daging selamanya atau mendadak menjadi vegetarian.

Kalau terasa berat, kamu bisa mulai dengan mengurangi porsinya secara perlahan.

Banyak penelitian juga menemukan bahwa pola makan seperti Mediterranean diet cenderung lebih baik untuk kesehatan karena fokus pada konsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan ikan.

Pola makan ini juga dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk Alzheimer's disease dan beberapa jenis kanker.

Baca juga: Kebanyakan Makan Daging Olahan Berisiko Rusak Kesehatan Mata

Mulai dari Langkah Kecil

Jika belum siap meninggalkan makanan favorit, kamu bisa memulai dengan kebiasaan sederhana seperti:

  • Mengurangi konsumsi daging olahan atau daging siap saji setiap minggu
  • Memperbanyak sayur saat makan
  • Memilih protein alternatif seperti ikan, tahu, tempe, atau telur
  • Mengurangi makanan cepat saji
  • Menjaga pola hidup aktif dengan olahraga rutin

Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten bisa memberikan dampak besar untuk kesehatan tubuh di masa depan. Karena makanan yang terasa praktis hari ini belum tentu baik jika dikonsumsi terus-menerus tanpa batas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychologytoday.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU