INDOZONE.ID - Kadang tubuh itu punya cara “berbisik” sebelum akhirnya benar-benar berteriak. Dan salah satu sinyal yang sering banget nggak disadari orang adalah: rambut yang tiba-tiba jadi lebih gampang rontok.
Awalnya kelihatan sepele — paling cuma beberapa helai di sisir atau di bantal. Tapi lama-lama, kamu mulai sadar: jumlahnya makin banyak, dan itu terjadi tanpa alasan yang jelas.
Padahal kamu ngerasa nggak ngapa-ngapain yang beda.
Di titik ini, mungkin masalahnya bukan cuma soal rambut — tapi soal kondisi pikiran yang lagi diam-diam kelelahan.
Baca juga: Efek Stres Ternyata Bisa Bikin Badan Pegal Terus!
Saat Stres, Tubuh Punya “Mode Darurat” yang Mempengaruhi Rambut
Begini cara kerja tubuh kita saat stres berkepanjangan: tubuh akan otomatis masuk ke mode bertahan hidup. Fokusnya cuma satu, yaitu menjaga organ vital tetap jalan.
Nah, dalam kondisi ini, hal-hal yang dianggap “bukan prioritas” seperti pertumbuhan rambut akan diturunkan performanya. Akibatnya, banyak folikel rambut yang biasanya tumbuh normal jadi masuk ke fase istirahat secara bersamaan.
Hasilnya?
Rambut yang rontok jadi lebih banyak dari biasanya, bisa terlihat menipis dalam waktu relatif singkat, bahkan bisa rontok saat keramas atau disisir dalam jumlah yang bikin kaget.
Baca juga: Kapan LASIK Bisa Dilakukan? Ini Syarat untuk Calon Pasien
Bukan Cuma Hormon, Tapi Juga Kebiasaan yang Tanpa Sadar
Yang bikin kondisi ini makin parah, stres nggak cuma bekerja dari dalam tubuh — tapi juga dari perilaku kita sehari-hari.
Saat pikiran lagi penuh, tanpa sadar kita bisa memainkan rambut terus-menerus saat cemas, menarik atau memutar rambut tanpa sadar, dan akhirnya jadi lebih malas merawat diri karena energi mental habis.
Kelihatannya sepele, tapi kebiasaan kecil ini bisa memberi tekanan tambahan pada akar rambut dan mempercepat kerontokan.
Rambut “Terabaikan” Saat Stres = Risiko Rontok Lebih Banyak
Ketika mental lagi drop, rutinitas harian juga sering ikut berantakan. Termasuk hal sederhana seperti menyisir rambut atau menjaga kebersihannya.
Baca juga: Otot Kaku setelah Aktivitas? Coba Lakukan Cara Ini
Rambut yang jarang dirawat bisa jadi kusut, menggumpal, serta sulit diurai. Dan saat akhirnya disisir, rambut yang sudah saling mengikat bisa ikut tercabut dalam jumlah besar sekaligus.
Makanya, tiba-tiba terlihat seperti “rontok parah” dalam satu waktu.
Jadi Ini Harus Panik atau Nggak?
Tenang, rambut rontok memang nggak selalu berarti hal berbahaya. Tapi kalau terjadi barengan dengan fase stres panjang, ini bisa jadi alarm dari tubuh kamu sendiri.
Langkah bijak yang bisa dilakukan:
Baca juga: Waspada, Duduk Terlalu Lama Bisa Ganggu Kesehatan Mental!
- Cek ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan secara menyeluruh
- Mulai kelola stres lebih serius
- Perbaiki pola istirahat dan makan
- Tetap rawat rambut walau merasa lelah secara mental
Rambut Rontok Bisa Jadi “Bahasa Tubuh” yang Kamu Abaikan
Intinya, rambut rontok bukan cuma soal luar — tapi seringkali jadi cerminan kondisi dari dalam diri. Saat stres menumpuk, tubuh bisa bereaksi dengan cara yang nggak kita sadari, termasuk lewat rambut yang makin mudah rontok.
Baca juga: Makan Daging Kurban Tetap Aman, Ini Tips Jaga Kolesterol saat Idul Adha
Jadi kalau akhir-akhir ini kamu ngerasa rambut makin tipis atau gampang rontok, mungkin ini bukan cuma soal produk perawatan baru — tapi sinyal kalau pikiran kamu juga butuh istirahat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com