Sabtu, 23 MEI 2026 • 14:05 WIB

Hati-hati, Stres Berkepanjangan Bisa Merembet Jadi Masalah Pencernaan!

Author

Ilustrasi sakit perut (Freepik/benzoix)

INDOZONE.ID - Mual, maag, diare sampai susah BAB bisa berasal dari pikiran yang terlalu penuh!

Banyak orang panik saat perut mulai bermasalah. Baru sedikit mual langsung menyalahkan makanan pedas. Begitu asam lambung naik, kopi jadi kambing hitam. 

Padahal kenyataannya, masalah pencernaan nggak selalu berasal dari apa yang dimakan.

Dalam banyak kasus, penyebabnya justru datang dari sesuatu yang tidak terlihat: stres berkepanjangan.

Baca juga: Efek Stres Ternyata Bisa Bikin Badan Pegal Terus!

Ya, tekanan pikiran ternyata bisa berdampak besar pada kondisi lambung dan usus. 

Bahkan, tubuh bisa memberikan “alarm” lewat gangguan pencernaan sebelum seseorang sadar kalau mentalnya sebenarnya sedang kelelahan.

Makanya jangan heran kalau belakangan makin banyak orang mengalami maag kambuh, perut melilit, sampai diare mendadak saat pekerjaan, hubungan, atau hidup sedang terasa berat.

Otak dan Perut Ternyata Punya Hubungan yang Sangat Dekat

Pernah merasa tiba-tiba mual sebelum wawancara kerja? Atau mendadak ingin ke toilet saat sedang gugup? Itu bukan hal aneh! 

Baca juga: Kapan LASIK Bisa Dilakukan? Ini Syarat untuk Calon Pasien

Tubuh manusia memang punya koneksi kuat antara otak dan sistem pencernaan. Saat pikiran sedang kacau, perut biasanya jadi bagian pertama yang ikut bereaksi.

Ketika stres muncul, tubuh otomatis masuk ke mode fight-or-flight alias mode siaga. 

Dalam kondisi ini, tubuh merasa sedang menghadapi ancaman sehingga fokus utama berubah menjadi “bertahan hidup”. Akibatnya, sistem pencernaan tidak bekerja secara normal.

Proses mencerna makanan bisa melambat, produksi asam lambung berubah, dan gerakan usus ikut kacau. Di titik inilah berbagai masalah mulai muncul.

Baca juga: Otot Kaku setelah Aktivitas? Coba Lakukan Cara Ini

Makanan Bisa “Diam” Lebih Lama di Lambung

Saat stres berat, tubuh seolah memberi sinyal bahwa mencerna makanan bukan prioritas utama. Akibatnya, makanan yang sudah masuk ke lambung bisa tertahan lebih lama. 

Kondisi ini sering membuat perut terasa penuh, begah, panas, atau seperti ditusuk-tusuk.

Tidak sedikit orang yang akhirnya mengira dirinya terkena maag parah, padahal pemicunya justru tekanan mental yang terus menumpuk setiap hari. 

Yang bikin makin rumit, stres juga sering mengubah kebiasaan makan. Ada yang jadi kehilangan nafsu makan karena terlalu banyak pikiran. 

Baca juga: Otot Kaku setelah Aktivitas? Coba Lakukan Cara Ini

Tapi ada juga yang malah stres eating dan terus ngemil tanpa kontrol. Dua-duanya sama-sama bisa memperburuk kondisi pencernaan.

Kenapa Stres Sering Bikin Asam Lambung Naik?

Ini yang jarang disadari banyak orang.

Saat seseorang berada dalam tekanan terus-menerus, tubuh bisa memproduksi lebih banyak asam lambung. Di saat bersamaan, area lambung juga menjadi lebih sensitif dibanding biasanya. 

Karena itu, gejala seperti dada terasa panas, tenggorokan perih, mulut terasa asam, sering sendawa, hingga nyeri ulu hati bisa lebih mudah muncul ketika seseorang sedang stres berat.

Baca juga: Waspada, Duduk Terlalu Lama Bisa Ganggu Kesehatan Mental!

Bahkan ada orang yang asam lambungnya kambuh bukan karena makanan, tapi setelah overthinking semalaman.

Diare dan Sembelit Bisa Sama-Sama Dipicu Stres

Menariknya, efek stres pada tubuh tiap orang bisa berbeda.

Sebagian orang langsung bolak-balik ke toilet saat cemas. Tapi ada juga yang justru susah BAB selama berhari-hari ketika pikirannya sedang penuh. 

Hal ini terjadi karena stres mempengaruhi gerakan alami usus. Sistem pencernaan menjadi tidak stabil, sehingga ritme BAB ikut berubah.

Baca juga: Makan Daging Kurban Tetap Aman, Ini Tips Jaga Kolesterol saat Idul Adha

Ditambah lagi, saat stres banyak orang mulai menjalani pola hidup yang berantakan seperti tidur makin larut, minum kopi berlebihan, kurang gerak, sering makan instan, hingga lupa minum air putih. 

Semua kebiasaan tersebut diam-diam memperparah kondisi lambung dan usus.

“Nervous Stomach” Itu Nyata, Bukan Drama

Istilah nervous stomach ternyata bukan sekadar ungkapan biasa. Dunia medis memang mengenal kondisi ketika stres dan kecemasan memicu gangguan nyata pada sistem pencernaan. Gejalanya bisa berupa:

  • Mual tiba-tiba
  • Perut melilit
  • Kembung
  • BAB tidak lancar
  • Heartburn
  • Rasa tidak nyaman di perut tanpa sebab jelas

Baca juga: Dianggap Bikin Tenang, Faktanya Rokok Justru Bisa Berdampak ke Kesehatan Mental!

Masalahnya, banyak orang cuma fokus minum obat tanpa pernah benar-benar mengatasi sumber stresnya. Dan akibatnya, keluhan terus datang berulang.

Jangan Abaikan Kalau Perut Mulai Sering “Protes”

Meski stres bisa menjadi salah satu penyebab gangguan pencernaan, pemeriksaan medis tetap penting dilakukan. 

Apalagi kalau gejalanya sering muncul atau semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena pada beberapa kondisi, masalah lambung dan usus juga bisa berkaitan dengan penyakit tertentu.

Namun kalau hasil pemeriksaan menunjukkan tubuh dalam kondisi normal, mungkin ini saatnya melihat kondisi mentalmu sendiri. Bisa jadi tubuhmu sebenarnya sudah lelah terlalu lama.

Baca juga: Perbedaan Rasa Mulas Kontraksi dan Ingin BAB, Jangan sampai Keliru

Kadang yang Sakit Bukan Lambungnya, Tapi Pikirannya

Di zaman sekarang, banyak orang terlihat baik-baik saja dari luar, padahal kepalanya penuh tekanan setiap hari. 

Tuntutan kerja, masalah keuangan, hubungan, overthinking, sampai kebiasaan memendam semuanya sendirian bisa membuat tubuh perlahan tumbang.

Dan uniknya, salah satu bagian tubuh yang paling cepat terkena dampaknya justru sistem pencernaan. 

Karena itu, menjaga kesehatan lambung bukan cuma soal menghindari makanan pedas atau kopi. Pikiran yang terlalu lelah juga perlu diberi waktu istirahat. 

Baca juga: Kenapa Perut Terasa Panas setelah Makan Pedas? Ini Cara Mengatasinya

Mulai dari tidur cukup, makan teratur, olahraga ringan, sampai belajar menenangkan diri bisa membantu tubuh kembali lebih stabil.

Sebab terkadang, perut yang terus bermasalah sebenarnya bukan sedang “salah makan”, tapi sedang kelelahan menanggung stres yang nggak pernah selesai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychologytoday.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU