INDOZONE.ID - Fujifilm Indonesia bersama Siloam International Hospitals resmi menjalin kemitraan strategis guna mempercepat transformasi layanan kesehatan di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi medis dan kecerdasan artifisial (AI).
Kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada penyediaan teknologi kesehatan, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak menggabungkan keunggulan Fujifilm dalam teknologi imaging, AI klinis, dan pelatihan medis dengan pengalaman klinis Siloam Hospitals dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional.
Kemitraan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas diagnosis, memperluas akses layanan kesehatan, serta mendukung pengembangan tenaga medis yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi kesehatan.
Fokus pada Teknologi AI dan Penguatan Layanan Klinis
Kolaborasi Fujifilm Indonesia dan Siloam dibangun di atas tiga fokus utama, yakni penguatan layanan kesehatan, pengembangan pendidikan tenaga medis, serta dukungan terhadap penanganan isu kesehatan prioritas nasional.
Baca juga: Prihatin Banyak Masyarakat Berobat Keluar Negeri, RS JIH Yogya Luncurkan Layanan Wisata Medis
Sebagai langkah awal, kedua institusi akan menghadirkan solusi AI klinis yang dirancang untuk membantu proses skrining, meningkatkan akurasi diagnosis, serta mengoptimalkan efisiensi alur kerja tenaga medis.
Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu dokter mengambil keputusan klinis secara lebih cepat dan berbasis data.
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pembentukan Endoscopy Training Center yang akan difokuskan pada pengembangan kemampuan tenaga medis di bidang gastroenterologi tingkat lanjut.
Pusat pelatihan tersebut akan mendukung pengembangan prosedur medis seperti Endoscopic Ultrasound (EUS), Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP), dan colonoscopy melalui program pelatihan terstruktur.
Program tersebut juga akan diperkuat dengan pertukaran pengetahuan internasional bersama Jepang dan mitra regional, termasuk kolaborasi pendidikan bersama Universitas Pelita Harapan.
Dukung Penanganan Tuberkulosis di Indonesia
Selain pengembangan layanan dan pendidikan medis, Fujifilm Indonesia dan Siloam juga menjajaki berbagai inisiatif untuk mendukung penanganan tuberkulosis (TBC) sebagai salah satu prioritas kesehatan nasional.
Dalam implementasinya, kedua pihak akan memanfaatkan sistem X-ray portabel berbasis AI untuk membantu proses skrining dini di wilayah terpencil dan daerah dengan akses layanan kesehatan yang masih terbatas.
Teknologi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih cepat dan akurat.
Kemitraan strategis ini secara resmi ditandai melalui penandatanganan kerja sama pada 20 Mei 2026 yang turut dihadiri President and CEO Fujifilm Holdings Corporation, Teiichi Goto.
Baca juga: BPOM dan Kemenkes Dorong Inovasi IGRA dan Pengembangan Produk Kesehatan Nasional Deteksi TB
Kehadiran pimpinan tertinggi Fujifilm tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi Indonesia dalam strategi global perusahaan untuk menghadirkan inovasi yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Menurut Teiichi Goto, masa depan layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut terintegrasi dalam sistem layanan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pasien dan tenaga medis.
Sementara itu, CEO Siloam International Hospitals, Caroline Riady, mengatakan kolaborasi ini akan memperkuat transformasi layanan kesehatan melalui pengembangan diagnostik canggih, pelatihan klinis, dan penguatan Gastroenterology Center of Excellence milik Siloam.
Ia menambahkan, kemitraan tersebut juga mendukung visi Siloam untuk menjadi pusat pelatihan dan pembelajaran regional sehingga masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan kesehatan berstandar internasional tanpa harus berobat ke luar negeri.
Melalui kolaborasi ini, Fujifilm Indonesia dan Siloam Hospitals berharap dapat mempercepat adopsi inovasi medis berbasis teknologi, sekaligus menghadirkan sistem layanan kesehatan yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada kualitas hasil klinis pasien di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release