Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 12 APRIL 2026 • 15:15 WIB

Terobosan Baru! Teknologi AI Bisa Bantu Deteksi Kanker Kulit Lebih Akurat

Terobosan Baru! Teknologi AI Bisa Bantu Deteksi Kanker Kulit Lebih AkuratIlustrasi penggunaan teknologi AI dalam dunia Kedokteran. (Freepik)

INDOZONE.ID - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), mulai menunjukkan potensi besar dalam dunia medis. Termasuk dalam membantu dokter mendiagnosis kanker kulit

Studi terbaru mengungkapkan, kombinasi antara keahlian dokter spesialis kulit dan teknologi AI, mampu meningkatkan akurasi diagnosis melanoma secara signifikan.

Melanoma: Kanker Kulit Paling Berbahaya

Dikutip dari Medical News Today, melanoma masih dianggap sebagai salah satu jenis kanker kulit paling serius. Sebab penyakit ini berisiko tinggi menyebar ke organ lain (metastasis). 

Meski hanya sekitar 1 persen dari seluruh kasus kanker kulit, melanoma menyumbang sebagian besar kematian akibat kanker kulit.

Baca juga: Sisi Gelap Penggunaan AI di Dunia Medis: Dari Kasus yang Memicu Stroke hingga Salah Identifikasi Organ Tubuh

Diperkirakan sekitar 112.000 orang di Amerika Serikat didiagnosis melanoma setiap tahun, dengan lebih dari 1,5 juta orang hidup dengan kondisi ini.

Deteksi dini menjadi hal yang sangat penting. Tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk melanoma tahap awal, mencapai 94 persen. Sehingga, diagnosis cepat dapat menyelamatkan nyawa.

Tantangan Diagnosis dan Peran AI

Selama ini, diagnosis melanoma umumnya dilakukan dokter spesialis kulit menggunakan alat seperti dermatoskop, untuk meningkatkan akurasi. 

Namun, keterbatasan jumlah tenaga ahli sering menjadi kendala dalam mendapatkan diagnosis cepat.

Penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA Dermatology menunjukkan, AI berpotensi menjadi alat bantu penting dalam mendeteksi melanoma. 

Terobosan Baru! Teknologi AI Bisa Bantu Deteksi Kanker Kulit Lebih AkuratIlustrasi dokter di rumah sakit. (Freepik)

Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa, teknologi ini masih membutuhkan pengujian lebih lanjut, sebelum digunakan secara luas dalam praktik klinis.

AI Tunjukkan Kinerja Setara Dokter

Dalam analisis terhadap 11 studi yang melibatkan lebih dari 2.500 peserta dan 50 dokter kulit, ditemukan bahwa:

  • Dokter kulit memiliki sensitivitas diagnosis sebesar 78,6 persen dan spesifisitas 75,2 persen;
  • Sistem AI memiliki sensitivitas 80,9 persen dan spesifisitas 75,6 persen.

Hasil itu menunjukkan, kemampuan AI dalam mendeteksi melanoma hampir setara dengan dokter spesialis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Terobosan Baru! Teknologi AI Bisa Bantu Deteksi Kanker Kulit Lebih Akurat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!