Minggu, 31 MEI 2026 • 11:15 WIB

Tidak Disangka! Obat Asma Ini Berpotensi Hambat Kanker Payudara Triple Negatif

Author

Ilustrasi montelukast, obat asma yang berpotensi bisa mengobati beberapa jenis kanker. (Freepik)

INDOZONE.ID - Suatu obat asma yang telah digunakan selama puluhan tahun, kini menarik perhatian dunia penelitian kanker

Hal itu diketahui setelah ilmuwan menemukan potensinya, dalam membantu sistem imun melawan beberapa jenis kanker yang paling sulit diobati.

Peneliti yang mempelajari montelukast, yakni obat yang umum diresepkan untuk asma dan alergi, melaporkan bahwa, obat tersebut menunjukkan hasil menjanjikan terhadap tumor agresif.

Hal tersebut dihasilkan dalam proses studi awal di laboratorium dan hewan percobaan.

Alasan Mengkaji Obat Asma untuk Pengobatan Kanker

Dikutip dari Medical Daily, montelukast telah lama digunakan untuk mengurangi peradangan pada penderita asma dan alergi.

Obat ini bekerja dengan cara memblokir leukotrien, yaitu zat kimia dalam tubuh yang memicu peradangan dan penyempitan saluran napas.

Baca juga: Penelitian Terbaru Sebut Obat Asma Ampuh Sembuhkan Covid-19

Namun, para peneliti kanker baru-baru ini menemukan, tumor juga dapat memanfaatkan jalur peradangan yang sama, untuk melemahkan respons sistem imun tubuh.

Dalam studi awal yang dikutip Live Science, para ilmuwan menemukan, beberapa sel kanker menggunakan reseptor bernama CysLTR1. 

Reseptor itu untuk menciptakan lingkungan yang melindungi tumor, dari serangan sistem kekebalan tubuh.

Dengan memblokir reseptor tersebut menggunakan montelukast, peneliti melihat tanda-tanda bahwa, sel imun menjadi lebih aktif dalam menyerang tumor. 

Ilustrasi obat asma bernama montelukast. (Freepik)

Temuan ini membuka kemungkinan, obat tersebut dapat membantu meningkatkan respons imun terhadap kanker yang sulit diobati.

Penelitian ini terutama difokuskan pada kanker agresif yang sering kali resisten terhadap terapi standar, termasuk kanker payudara triple-negatif.

Kenapa Kanker Payudara Triple-Negatif Sulit Diobati?

Kanker payudara triple-negatif dianggap sebagai salah satu jenis kanker payudara paling agresif. Sebab, tidak memiliki tiga reseptor utama yang biasanya menjadi target pengobatan, yaitu:

  • Reseptor estrogen
  • Reseptor progesteron
  • Protein HER2

Sebagian besar, terapi kanker payudara bekerja dengan menargetkan salah satu reseptor tersebut. Sebab, kanker payudara triple-negatif tidak memiliki ketiganya, sehingga pilihan pengobatan menjadi lebih terbatas.

Dokter biasanya mengandalkan kemoterapi, operasi, radioterapi, dan imunoterapi. Namun, hasil pengobatan dapat sangat bervariasi, karena beberapa tumor cepat mengembangkan resistensi terhadap terapi.

Beberapa faktor yang membuat kanker payudara triple-negatif sangat menantang antara lain:

  • Pertumbuhan tumor lebih cepat
  • Risiko penyebaran ke organ lain lebih tinggi
  • Tingkat kekambuhan tinggi dalam beberapa tahun pertama
  • Pilihan terapi target sangat terbatas

Para peneliti telah lama mencari cara baru untuk melemahkan tumor jenis ini. Penelitian montelukast terbaru dinilai dapat menjadi strategi alternatif, dengan menargetkan peradangan dan penekanan sistem imun, bukan jalur hormon.

Baca juga: Cara Mendeteksi Dini Asma pada Anak agar Penanganan Lebih Cepat, Orang Tua Wajib Tahu

Proses Kerja Obat Asma Ini dalam Penelitian Kanker?

Dalam studi terbaru, peneliti menguji montelukast pada model kanker praklinis. Hasilnya menunjukkan, pemblokiran sinyal leukotrien tampaknya mampu memperlambat pertumbuhan tumor, dan meningkatkan aktivitas sistem imun di sekitar sel kanker.

Ilmuwan mengamati, tumor sering merekrut sel imun bernama neutrofil untuk membantu kanker bertahan hidup.

Alih-alih menyerang tumor, sel tersebut justru dapat menekan respons imun, dan menciptakan perlindungan bagi sel kanker. Montelukast tampaknya mengganggu proses tersebut.

Peneliti percaya, obat ini dapat membantu ‘memprogram ulang’ lingkungan tumor. Sehingga, sel imun dapat bekerja lebih efektif. 

Hal ini dinilai penting, terutama untuk kanker yang sudah resisten terhadap imunoterapi.

Menurut laporan dari Northwestern University, obat tersebut tampak mengganggu komunikasi antara tumor dan sel imun.

Sehingga, mengurangi kemampuan kanker untuk bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh.

Potensi Kombinasi dengan Imunoterapi

Laporan dari EurekAlert! juga menjabarkan, kombinasi montelukast dengan imunoterapi, berpotensi meningkatkan respons pengobatan pada beberapa jenis kanker.

Meski hasilnya masih bersifat awal, para ilmuwan menilai temuan ini memperlihatkan bagaimana jalur peradangan, dapat memengaruhi kelangsungan hidup tumor.

Penggunaan Ulang Obat Lama, Semakin Populer dalam Penelitian Kanker

Mengembangkan obat kanker baru membutuhkan waktu lebih dari satu dekade, dan biaya miliaran dolar. Oleh karena itu, penggunaan ulang obat lama atau drug repurposing, menjadi alternatif yang lebih cepat.

Peneliti melihat sejumlah keuntungan dari pendekatan ini, antara lain:

  • Data keamanan dan dosis obat sudah tersedia
  • Biaya penelitian lebih rendah
  • Proses menuju uji klinis lebih cepat
  • Potensi akses pasien lebih luas jika disetujui

Pendekatan serupa sebelumnya telah menghasilkan beberapa pengobatan penting dalam dunia medis. Sejumlah obat yang awalnya dikembangkan untuk diabetes, tekanan darah, dan infeksi ternyata juga memiliki potensi antikanker.

Penelitian montelukast menjadi bagian dari upaya yang lebih luas, untuk menemukan obat-obatan lama yang mungkin memiliki efek terhadap biologi kanker.

Peneliti Ingatkan Risiko dan Keterbatasan Penelitian

Meski hasil penelitian terlihat menjanjikan, para ahli menegaskan, studi ini masih berada pada tahap awal.

Sebagian besar data saat ini masih berasal dari penelitian laboratorium dan hewan percobaan, bukan uji klinis besar pada manusia. 

Banyak terapi yang berhasil pada tikus, belum tentu memberikan hasil serupa pada manusia. Peneliti masih perlu memastikan beberapa hal penting, seperti:

  • Jenis kanker apa yang paling responsif
  • Dosis aman untuk terapi kanker
  • Apakah obat efektif digunakan sendiri atau harus dikombinasikan
  • Kelompok pasien yang paling mungkin mendapat manfaat

Baca juga: Waspada! Ada Jenis Pil KB yang Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Asma pada Perempuan Muda

Selain itu, montelukast juga diketahui memiliki efek samping tertentu. U.S. Food and Drug Administration sebelumnya telah mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan efek samping kesehatan mental, termasuk perubahan suasana hati dan gangguan tidur pada sebagian pasien.

Oleh karena itu, para ahli menegaskan, masyarakat tidak boleh menggunakan obat ini untuk pengobatan kanker tanpa pengawasan medis.

Langkah Selanjutnya

Para ilmuwan kini mendorong dilakukannya uji klinis pada manusia, untuk meneliti efektivitas montelukast terhadap kanker agresif.

Penelitian selanjutnya diperkirakan akan difokuskan pada:

  • Kanker payudara triple-negatif
  • Kanker paru-paru
  • Kanker pankreas
  • Kanker lain yang resisten terhadap imunoterapi

Jika studi lanjutan berhasil mengonfirmasi temuan awal ini, pendekatan pengobatan kanker menggunakan obat asma, dapat menjadi strategi baru dalam membantu pasien yang tidak merespons terapi saat ini dengan baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical Daily

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU