Kamis, 04 JUNI 2026 • 08:15 WIB

dr. Tirta Ceritakan Pengalaman Berhenti Merokok: Niat Aja Gak Cukup

Author

dr. Tirta Bagikan Pengalaman Berhenti Merokok. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Ketergantungan nikotin membuat sebagian perokok kesulitan lepas dari kebiasaan, meski sudah berkali-kali mencoba. Hal itu juga pernah dirasakan oleh dokter sekaligus mantan perokok, dr. Tirta Mandira Hudhi.

Dalam kampanye nasional #SehatTanpaRokok di Jakarta, (3/6), ia membagikan pengalamannya saat memutuskan berhenti merokok yang telah dijalani selama bertahun-tahun.

Baca juga: Kenapa Makin Umur Bertambah Berat Badan Susah Turun? Ternyata Ini Alasannya

Pernah Menjadi Perokok Berat

dr. Tirta mengaku pernah menjadi perokok berat selama belasan tahun. Menurutnya, salah satu alasan terbesar yang membuat dirinya akhirnya memutuskan berhenti adalah kondisi kesehatan yang mulai menurun.

"Sebagai seorang dokter dan mantan perokok berat selama belasan tahun, saya merasakan langsung betapa nyatanya jerat adiksi nikotin. Titik balik saya untuk berhenti adalah ketika saya menyadari penurunan kualitas kesehatan fisik secara drastis, sekaligus kesadaran akan tanggung jawab moral saya sebagai tenaga medis," ujarnya.

Niat Penting tapi Gak Selalu Cukup

Menurut dr. Tirta, banyak perokok sebenarnya sudah memiliki keinginan untuk berhenti. Namun dalam praktiknya, proses tersebut sering kali terhambat oleh gejala putus nikotin atau withdrawal syndrome.

Baca juga: Sama-Sama Baik untuk Pencernaan, Apa Bedanya Prebiotik dan Probiotik?

"Berhenti merokok memang butuh tekad, tetapi sering kali niat saja kalah oleh withdrawal syndrome. Karena itu, saya sangat mengapresiasi kampanye #SehatTanpaRokok ini. Perokok butuh solusi terukur, bukan sekadar imbauan," tegas dr. Tirta.

Ia menilai bahwa dukungan yang tepat sangat dibutuhkan agar seseorang bisa lebih mudah melewati masa-masa sulit saat berhenti merokok.

Perlu Dukungan dan Pendampingan

Lebih lanjut, dr. Tirta menjelaskan bahwa saat ini sudah tersedia berbagai metode yang dapat membantu perokok yang ingin berhenti. Salah satunya adalah terapi pengganti nikotin atau Nicotine Replacement Therapy (NRT).

Menurutnya, kombinasi antara niat yang kuat, pendampingan tenaga kesehatan, dan metode yang tepat dapat meningkatkan peluang seseorang untuk berhasil berhenti merokok.

Berhenti Merokok Demi Kesehatan Jangka Panjang

Merokok diketahui berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari penyakit paru-paru, gangguan jantung, hingga stroke.

Semakin cepat seseorang berhenti merokok, semakin besar pula manfaat kesehatan yang bisa dirasakan. Pengalaman dr. Tirta menjadi pengingat bahwa berhenti merokok adalah hal yang bisa dilakukan.

Baca juga: 7 Manfaat Daun Singkong untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui

Dengan tekad, dukungan yang tepat, dan bantuan profesional jika diperlukan, peluang untuk lepas dari ketergantungan nikotin tetap terbuka lebar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU