Minggu, 14 JUNI 2026 • 19:40 WIB

Sering Pusing saat Berbaring? Ini Posisi Tidur Terbaik dan Tips Ampuh Cegah Vertigo Kambuh

Author

Ilustrasi vertigo saat tidur (siloamhospitals.com)

INDOZONE.ID - Bagi para penderita vertigo, malam hari sering kali menjadi waktu yang penuh dengan kecemasan akibat munculnya sensasi pusing berputar yang ekstrem.

Gangguan ini tidak hanya memicu rasa mual dan hilangnya keseimbangan tubuh, tetapi juga merusak kualitas tidur secara drastis karena rasa tidak nyaman saat berbaring.

Serangan vertigo bahkan kerap terjadi secara mendadak di tengah tidur, hingga membuat penderitanya terbangun dalam kondisi panik dan linglung.

Fenomena ini biasanya melanda penderita penyakit meniere serta gangguan benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) akibat pergerakan kepala yang salah.

Baca juga: Berat Badan Enggak Kunjung Turun Meski Pakai Wegovy? Ini Kemungkinan Penyebabnya

Untuk meminimalkan risiko kambuh dan menurunkan intensitas pusing, pemilihan posisi tubuh saat berbaring memegang peranan yang sangat krusial.

Rekomendasi Posisi Tidur yang Aman bagi Penderita Vertigo

Tidurlah dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi

Mengatur posisi kepala setidaknya membentuk sudut 45 derajat lebih tinggi menggunakan bantal penyangga khusus, sangat efektif untuk meredakan pusing.

Kamu juga bisa memanfaatkan bantal leher travel guna mencegah ketegangan otot leher, atau menggunakan kasur adjustable yang dapat diangkat bagian ujungnya.

Penyesuaian ketinggian ini terbukti ampuh mencegah penumpukan cairan telinga dalam sekaligus mengurangi gejala mual, muntah, serta refluks asam lambung.

Baca juga: Panduan Perkenalan Diri dalam Bahasa Jepang (Jikoshoukai) untuk Pemula

Tidurlah dengan Posisi Telentang

Posisi telentang sangat direkomendasikan karena mampu menjaga keseimbangan alami dari deposit kalsium pada saluran telinga bagian dalam secara optimal.

Posisi anatomi ini juga efektif mencegah penumpukan cairan endolimfe pada koklea yang menjadi pemicu utama kekambuhan penyakit Meniere.

Dikombinasikan dengan sandaran kepala yang tinggi, tidur telentang secara konsisten akan meminimalkan manipulasi gerakan yang bisa memicu BPPV.

Selain mengatur posisi tubuh saat berbaring, kenyamanan tidur yang optimal juga wajib didukung oleh perubahan pola hidup dan kebiasaan menjelang istirahat malam.

Baca juga: Manis dengan Sentuhan Jawa, Intip Gaun Kamari di Pernikahan Jennifer Coppen

Panduan Praktis Sebelum dan Sesudah Tidur

Hindari Konsumsi Makanan Pedas dan Kafein

Menjelang tidur, kamu sangat dilarang mengonsumsi makanan pedas karena dapat mengganggu sistem pencernaan dan memicu insomnia di malam hari.

Kandungan asam yang tinggi pada kafein juga berisiko menyebabkan perut mulas, yang membuat kamu terbangun mendadak dalam kondisi cemas.

Di samping itu, makanan seperti gorengan, hidangan tinggi garam, serta minuman beralkohol, juga harus kamu jauhi karena termasuk pemicu utama vertigo.

Batasi Penggunaan Gadget Sebelum Tidur

Menjauhkan diri dari paparan layar gawai sebelum memejamkan mata, menjadi langkah efektif untuk mengatasi gangguan vertigo dan meningkatkan kelelahan alami tubuh.

Pantulan cahaya biru dari layar gawai diketahui dapat menghambat produksi hormon melatonin yang bertugas mengatur ritme sirkadian tidur kamu.

Sebagai alternatif yang jauh lebih sehat, kamu disarankan membaca buku fisik dalam kondisi pencahayaan yang tenang dan nyaman.

Kendalikan Stres Lewat Teknik Pernapasan 4-7-8

Tingkat stres dan kecemasan yang tinggi sering kali menjadi dinding penghalang bagi kamu untuk bisa memejamkan mata dengan rileks.

Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan latihan pernapasan dengan pola menarik napas 4 detik, menahan napas 7 detik, dan mengembuskannya perlahan selama 8 detik.

Teknik pernapasan khusus ini mampu melancarkan aliran oksigen ke otak, menurunkan ketegangan saraf, dan memberikan efek relaksasi instan.

Terapkan Prosedur Bangun Tidur Secara Perlahan

Kekambuhan serangan vertigo paling sering dipicu oleh sentakan atau gerakan tiba-tiba saat kamu mencoba bangkit dari tempat tidur di pagi hari.

Prosedur bangun yang benar adalah dengan memiringkan tubuh terlebih dahulu secara perlahan, beralih ke posisi duduk, lalu diam sejenak sebelum benar-benar berdiri.

Selain itu, gunakanlah nada alarm yang lembut dan halus agar kepala kamu tidak tersentak kaget akibat suara yang memekakkan telinga.

Bangun Kebiasaan Tidur yang Baik dan Konsisten

Kurang tidur secara akumulatif dapat memperburuk sensitivitas saraf dan memperparah intensitas gejala vertigo saat kamu terjaga.

Oleh sebab itu, kamu wajib membangun disiplin waktu tidur dengan pergi dan bangun pada jam yang sama setiap hari dengan durasi 7 hingga 9 jam.

Pastikan juga kondisi kamar tidur kamu tetap sejuk, bebas dari kebisingan, serta terhindar dari paparan cahaya lampu yang terlalu terang.

Seluruh panduan di atas disajikan sebagai langkah preventif dan edukasi mandiri, namun tidak dapat menggantikan saran medis serta diagnosis resmi dari dokter.

Jika keluhan pusing berputar yang kamu rasakan tidak kunjung membaik, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Siloamhospital.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU